Wagub Jabar Gandeng KPK Tanamkan Nilai Antikorupsi, Libatkan Pasangan Pejabat

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 27 Juli 2026 - 05:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan membuka Bimtek Keluarga Berintegritas bersama KPK di BPSDM Provinsi Jawa Barat.

Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan membuka Bimtek Keluarga Berintegritas bersama KPK di BPSDM Provinsi Jawa Barat.

 

DN.com – Pentingnya menjunjung tinggi integritas bagi seluruh pejabat di lingkungan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat beserta pasangan mereka selama menjalankan amanah sebagai pelayan publik. Dikutip Senin (27/7/2026).

Hal tersebut disampaikan Erwan saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Keluarga Berintegritas, hasil kolaborasi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI.

Acara berlangsung di Aula Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Barat, Jalan Kolonel Masturi Km 3,5, Kota Cimahi, pada Jumat (24/7/2026).

Mengusung tema “Mewujudkan Keluarga Berintegritas Melalui Penanaman Nilai-Nilai Antikorupsi”.

Baca Juga:  Kapolda Jabar Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Lodaya 2025, Kapolda Jabar: Wujudkan Budaya Tertib Berlalu Lintas di Masyarakat

Kegiatan tersebut diikuti para pejabat eselon II, meliputi kepala dinas, kepala biro, kepala badan, beserta suami atau istri masing-masing.

Erwan menekankan bahwa integritas harus menjadi fondasi utama dalam menjalankan jabatan, sehingga para pejabat terhindar dari praktik korupsi maupun gratifikasi.

“Agar tetap berintegritas, tidak ada niat untuk melakukan korupsi maupun menerima gratifikasi.

Tujuan utamanya agar ketika mengakhiri masa jabatan nanti, seluruh pejabat dapat menyelesaikannya dengan husnul khatimah,” ujar Erwan.

Menurutnya, pendidikan antikorupsi yang digelar bersama KPK merupakan langkah preventif yang sangat penting.

Ia mengingatkan agar keluarga, khususnya pasangan, tidak memberikan tekanan berupa tuntutan gaya hidup yang dapat mendorong pejabat menyalahgunakan kewenangannya.

Baca Juga:  Karnaval HUT RI Ke-80 di Desa Cimeuhmal, Kades Toto: Semangat Gotong Royong dan Kreativitas Masyarakat Makin Menguat

“Seperti yang dicontohkan oleh perwakilan KPK, sering kali seseorang sudah berniat bekerja dengan integritas.

Namun karena desakan dari pasangannya, akhirnya terjerumus melakukan korupsi.

Karena itu, pasangan juga kami undang dalam pendidikan ini agar memahami bagaimana memberikan dukungan yang positif,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua KPK RI Ibnu Basuki Widodo menegaskan bahwa pemberantasan korupsi tidak hanya dilakukan melalui penindakan, tetapi juga lewat pendidikan, pencegahan, dan pelibatan masyarakat.

Menurut Ibnu, keluarga memiliki peran strategis sebagai benteng pertama dalam mencegah tindak pidana korupsi.

Baca Juga:  MTs Tanjungsiang Gelar Milad ke 57 Diwarnai Serangkaian Kegiatan

Pasangan diharapkan mampu menjadi pengingat sekaligus penyemangat untuk hidup sesuai kemampuan dan penghasilan yang dimiliki.

“Keluarga atau pasangan yang berintegritas adalah mereka yang mampu memberikan kesejukan dalam rumah tangga.

Hal itu mendorong kita hidup sesuai kemampuan dan penghasilan. Setidaknya, pasangan menjadi pengingat utama agar tidak melakukan korupsi,” ujar Ibnu.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, tenaga pendidik, hingga masyarakat umum, untuk bersama-sama membangun budaya antikorupsi dan menciptakan lingkungan yang bersih, jujur, serta berintegritas.***

 

Penulis : Redaksi

Sumber Berita : Humas Jabar

Berita Terkait

Groundbreaking Pabrik LiuGong di Karawang, Dedi Mulyadi Tegaskan Komitmen Jabar Dukung Investasi
Pemprov Jabar Siapkan Peremajaan Angkot Listrik, Sopir Diproyeksikan Jadi Pemilik Armada
Milangkala ke-39 Sukses Digelar, Camat Tanjungsiang: Semangat Gotong Royong Jadi Kekuatan Membangun Daerah
Atasi Kelangkaan LPG 3 Kg, Bupati Subang Koordinasi dengan Kementerian
Ombudsman Jabar Naikkan Status Laporan MASL, Bupati Sumedang Diperiksa Dugaan Maladministrasi Proyek Geothermal Tampomas
Bandung Raya Siapkan BRT Terintegrasi, Farhan Targetkan Tarif Rp7.000 dan Angkot Jadi Feeder
Semarak Milangkala ke-39, Kirab Pataka Saba Desa Perkuat Kebersamaan Warga Tanjungsiang
664 Bangunan Liar dan Lapak PKL Ditertibkan, Pemkot Bandung Tegaskan Penegakan Aturan Secara Humanis
.

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 06:28 WIB

Groundbreaking Pabrik LiuGong di Karawang, Dedi Mulyadi Tegaskan Komitmen Jabar Dukung Investasi

Senin, 27 Juli 2026 - 05:39 WIB

Wagub Jabar Gandeng KPK Tanamkan Nilai Antikorupsi, Libatkan Pasangan Pejabat

Kamis, 23 Juli 2026 - 21:32 WIB

Milangkala ke-39 Sukses Digelar, Camat Tanjungsiang: Semangat Gotong Royong Jadi Kekuatan Membangun Daerah

Kamis, 23 Juli 2026 - 19:44 WIB

Atasi Kelangkaan LPG 3 Kg, Bupati Subang Koordinasi dengan Kementerian

Kamis, 23 Juli 2026 - 12:10 WIB

Ombudsman Jabar Naikkan Status Laporan MASL, Bupati Sumedang Diperiksa Dugaan Maladministrasi Proyek Geothermal Tampomas

Berita Terbaru