Rencana Pemerintah Gandeng PT Pindad Produksi Tabung CNG 3 Kg

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah berencana menggandeng PT Pindad untuk memproduksi tabung Compressed Natural Gas (CNG) 3 kilogram sebagai alternatif pengganti LPG 3 kg.

Pemerintah berencana menggandeng PT Pindad untuk memproduksi tabung Compressed Natural Gas (CNG) 3 kilogram sebagai alternatif pengganti LPG 3 kg.

 

DN.com – Pemerintah berencana menggandeng PT Pindad untuk memproduksi tabung Compressed Natural Gas (CNG) 3 Kg sebagai alternatif pengganti LPG 3 kg.

Namun, kerja sama tersebut baru akan dilakukan setelah proses uji coba tabung CNG di China dinyatakan selesai.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, saat ini pemerintah masih menunggu hasil pengujian sebelum melangkah ke tahap produksi dalam negeri.

Baca Juga:  Publikasi Press Release di Portal Pers Daerah dari Pulau Sumatera Hingga Papua Dapat Dilayani oleh Rilispers.com

“Nanti kita akan bekerja sama dengan Pindad, tapi masih menunggu hasil uji coba di China. Kalau sudah selesai, baru kita lakukan langkah selanjutnya,” ujar Bahlil di JICC, Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Program CNG 3 kg disiapkan sebagai alternatif bagi kebutuhan energi rumah tangga.

Kebijakan ini bertujuan mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG sekaligus memanfaatkan cadangan gas bumi nasional yang melimpah.

Baca Juga:  Kementrian ESDM Siapkan CNG Merah Putih 3 Kg, Harga Disamakan dengan LPG Bersubsidi

Bahlil menegaskan, pemerintah belum akan mengambil keputusan lanjutan sebelum seluruh tahapan pengujian tabung selesai.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengungkapkan bahwa pada tahap awal pemerintah akan mengimpor sekitar 100.000 tabung CNG 3 kg dari China.

Langkah tersebut diambil karena teknologi pembuatan tabung bertekanan tinggi itu masih belum dikuasai industri dalam negeri.

Baca Juga:  Cair! Desember 2024, Bantuan Pangan Non-Tunai, Ini Nominal serta Cara Cek Penerima Bansos

Menurut Laode, impor hanya bersifat sementara. Setelah implementasi berjalan dan kebutuhan meningkat.

pemerintah akan mengadopsi teknologi tersebut agar produksi tabung CNG dapat dilakukan di Indonesia.

“Jika penggunaannya sudah masif, produksinya akan dialihkan ke dalam negeri,” kata Laode.***

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Komisi III DPR Pastikan RUU Perampasan Aset Tak Jadi Celah Aparat Bertindak Sewenang-wenang
Prabowo Minta Warga Indonesia Siapkan Rekening Bank, BRI dan BSI 
Gus Ipul Ungkap 1.900 Pegawai Kemensos Terindikasi Judi Online, Transaksi Tembus Rp2 Miliar
Kejagung Ungkap Lodewyk Pusung Teken MoU 500 Dapur SPPG Mandiri
Kejagung Periksa 7 Saksi dalam Kasus Dugaan Korupsi Program MBG
Ketua Komisi III DPR: RUU Perampasan Aset Tak Hanya Sasar Korupsi
Mahfud MD Soroti Prabowo yang Kini Jarang ke Luar Negeri dan Lebih Hati-Hati Berpidato
KPK Bongkar Dugaan Jual-Beli Kursi Kuliah, Kampus Lain Diminta Waspada

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 15:30 WIB

Komisi III DPR Pastikan RUU Perampasan Aset Tak Jadi Celah Aparat Bertindak Sewenang-wenang

Selasa, 8 September 2026 - 17:48 WIB

Prabowo Minta Warga Indonesia Siapkan Rekening Bank, BRI dan BSI 

Selasa, 8 September 2026 - 17:23 WIB

Kejagung Ungkap Lodewyk Pusung Teken MoU 500 Dapur SPPG Mandiri

Kamis, 3 September 2026 - 06:59 WIB

Kejagung Periksa 7 Saksi dalam Kasus Dugaan Korupsi Program MBG

Rabu, 2 September 2026 - 19:44 WIB

Ketua Komisi III DPR: RUU Perampasan Aset Tak Hanya Sasar Korupsi

Berita Terbaru