Skandal MBG Rp286 Triliun: Eks Kepala BGN Jadi Tersangka, Kejagung Bongkar Dugaan Mark Up dan Yayasan Fiktif

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 4 Juni 2026 - 09:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kejagung telah menetapkan mantan Kepala BGN, Dadan Hindayana, sebagai tersangka. Selain itu, dua mantan wakil kepala BGN, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung, juga turut ditetapkan sebagai tersangka.

Kejagung telah menetapkan mantan Kepala BGN, Dadan Hindayana, sebagai tersangka. Selain itu, dua mantan wakil kepala BGN, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung, juga turut ditetapkan sebagai tersangka.

 

DN.com – Kejaksaan Agung (Kejagung) mengungkap perkembangan penyidikan dugaan korupsi dalam tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Badan Gizi Nasional (BGN) periode 2025–2026. Kamis (4/6/2026).

Dalam kasus ini, Kejagung telah menetapkan mantan Kepala BGN, Dadan Hindayana, sebagai tersangka. Selain itu, dua mantan wakil kepala BGN, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung, juga turut ditetapkan sebagai tersangka.

Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, Syarief Sulaeman Nahdi, menjelaskan bahwa program MBG yang dimulai sejak 6 Januari 2025 memiliki anggaran sangat besar, yakni Rp85,7 triliun pada 2025 dan melonjak menjadi Rp286 triliun pada 2026 yang seluruhnya bersumber dari APBN.

Baca Juga:  Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Digiring Pakai Rompi Tahanan

Namun dalam pelaksanaannya, Kejagung menemukan adanya dugaan penyimpangan serius. Program yang seharusnya dikelola melalui yayasan di setiap sekolah justru dimanfaatkan oleh yayasan-yayasan terafiliasi dengan para tersangka.

“Yayasan yang ditunjuk sebagai mitra SPPG merupakan yayasan yang terafiliasi dengan para tersangka dan tidak memenuhi syarat.

Namun tetap diloloskan melalui pengaturan verifikasi di portal mitra BGN,” ujar Syarief dalam konferensi pers di Gedung Jampidsus Kejagung, Rabu (3/6/2026).

Baca Juga:  Kejagung Tetapkan Dua Tersangka Baru, Tiga Kasus Korupsi Resmi Dilimpahkan dari Polri

Yayasan-yayasan tersebut bahkan disebut menerima aliran dana dalam jumlah fantastis, mencapai miliaran rupiah setiap hari.

Sejumlah yayasan terafiliasi diketahui terkait langsung dengan Dadan Hindayana, Sony Sonjaya, dan Lodewyk Pusung.

Tak hanya itu, penyidik juga menemukan adanya intervensi dalam proses pengadaan barang dan jasa di BGN.

Ketiga tersangka diduga secara melawan hukum memengaruhi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), sehingga penyusunan Kerangka Acuan Kerja (KAK) tidak sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan.

Baca Juga:  Kejagung Ungkap Dugaan Korupsi MBG Sebabkan Pemborosan Rp10,5 Triliun, Minta Praperadilan Lodewyk Ditolak

Akibatnya, terjadi dugaan mark up dalam sejumlah pengadaan barang yang dinilai tidak relevan dengan operasional program MBG. Beberapa di antaranya meliputi:

Pengadaan 21.801 unit motor listrik dengan nilai mencapai Rp1 triliun

Pengadaan 32 ribu pasang sepatu

Pengadaan 31 ribu unit tablet

Pengadaan 5.400 unit televisi 75 inci

“Perkara ini telah mengakibatkan kerugian keuangan negara,” tegas Syarief.

Kejagung menegaskan akan terus mengembangkan penyidikan untuk mengungkap pihak-pihak lain yang diduga terlibat dalam skandal korupsi bernilai ratusan triliun rupiah tersebut.***

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

PPPK Usia 35 Tahun ke Atas Minta Kesempatan Tes PNS, FOKAP: Asal Diberi Peluang
Prabowo Siapkan Penghematan Besar-besaran Lagi, Menkeu: Demi Kesejahteraan Rakyat
Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Presiden Apresiasi Kinerja Kabinet Merah Putih
Pemerintah Uji Coba MBG Prasmanan di 66 SPPG, Pengawasan Dapur Diperketat dengan AI
Prabowo Reshuffle Kabinet Merah Putih, Lantik Tujuh Pejabat Baru di Istana Negara
KPK Tetapkan Tersangka Kasus OTT Dana Kebencanaan BNPB, Sita Uang Rp1,4 Miliar dan Emas
Jangan Salah Pilih! Ini 5 Ciri Calon Kepala Desa yang Layak Dipercaya
Seleksi Calon Hakim MA 2026 Dibuka, Simak Syarat Usia, TOEFL hingga Kuota Khusus Papua dan Aceh

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:32 WIB

PPPK Usia 35 Tahun ke Atas Minta Kesempatan Tes PNS, FOKAP: Asal Diberi Peluang

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:43 WIB

Prabowo Siapkan Penghematan Besar-besaran Lagi, Menkeu: Demi Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:24 WIB

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Presiden Apresiasi Kinerja Kabinet Merah Putih

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:12 WIB

Pemerintah Uji Coba MBG Prasmanan di 66 SPPG, Pengawasan Dapur Diperketat dengan AI

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:42 WIB

Prabowo Reshuffle Kabinet Merah Putih, Lantik Tujuh Pejabat Baru di Istana Negara

Berita Terbaru