Pelemahan Rupiah Picu Perdebatan, Pemerintah dan Ekonom Beda Analisis

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nilai tukar rupiah kembali mengalami tekanan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pada Kamis,  (28/5/2026). Berdasarkan data Bloomberg, rupiah sempat melemah hingga menyentuh level Rp17.858 per dolar AS pada sesi perdagangan pagi.

Nilai tukar rupiah kembali mengalami tekanan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pada Kamis,  (28/5/2026). Berdasarkan data Bloomberg, rupiah sempat melemah hingga menyentuh level Rp17.858 per dolar AS pada sesi perdagangan pagi.

DN.com – Nilai tukar rupiah kembali mengalami tekanan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pada  Kamis (28/5/2026).

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah sempat melemah hingga menyentuh level Rp17.858 per dolar AS pada sesi perdagangan pagi. Dikutip, Sabtu (29/5/2026).

Di tengah pelemahan tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai kondisi ini tidak sejalan dengan fundamental ekonomi Indonesia yang dinilai masih kuat.

“Ini terjadi ketika fundamentalnya bagus. Ini tidak masuk akal sebenarnya. Biasanya pelemahan terjadi jika ada gangguan pada fundamental ekonomi,” ujar Purbaya di Jakarta, Kamis (28/5/2026).

Menurutnya, pemerintah bersama sejumlah pihak telah melakukan langkah intervensi di pasar surat berharga negara (SBN) untuk menjaga stabilitas imbal hasil (yield) obligasi.

Baca Juga:  Wapres Lakukan Pengecekan Persiapan Nataru, Pastikan Berjalan Aman dan Lancar

Stabilitas pasar obligasi dinilai penting guna menjaga kepercayaan investor.

“Walaupun rupiah melemah, yield obligasi justru turun karena adanya aksi pembelian dari pemerintah dan pihak terkait agar tetap terkendali,” jelasnya.

Purbaya juga mengungkapkan bahwa saat ini mulai terlihat adanya aliran modal asing yang kembali masuk ke pasar keuangan domestik.

Hal ini dinilai menjadi sinyal positif bagi kondisi ekonomi nasional.
“Kita mulai melihat ada aliran modal asing yang masuk ke pasar keuangan kita. Karena itu, pelemahan ini terasa tidak sejalan dengan fundamental ekonomi,” tambahnya.

Baca Juga:  Uji Aturan IKN, Tiga Pemohon Minta MK Tegaskan Status Nusantara sebagai Ibu Kota Negara

Namun demikian, pandangan berbeda disampaikan ekonom Yanuar Rizky. Ia menilai intervensi di pasar obligasi justru berpotensi menambah tekanan terhadap rupiah, terutama jika ketergantungan terhadap dana asing masih tinggi.

“Jika intervensi dilakukan untuk menahan yield di tengah tren global yang menurun, secara teori likuiditas justru dapat mendorong pelemahan rupiah,” ujarnya.

Yanuar menekankan bahwa ketergantungan Indonesia terhadap aliran dana asing masih cukup besar, sehingga pergerakan investor global sangat mempengaruhi nilai tukar rupiah.

“Ketika melawan arus pasar global, risiko tekanan justru semakin besar. Bahkan bisa membuat pelaku pasar domestik ikut mengikuti arah investor besar,” jelasnya.

Baca Juga:  Kasus Korupsi MBG Rugikan Negara Rp10 Triliun, Enam Tersangka Dilimpahkan ke Jaksa

Ia juga mengingatkan agar pejabat publik berhati-hati dalam memberikan pernyataan terkait kondisi pasar keuangan, karena dapat memengaruhi persepsi dan sentimen investor.

“Saya heran jika pejabat pemerintah justru terkesan seperti influencer trading,” katanya.

Tekanan terhadap rupiah dalam beberapa pekan terakhir terjadi di tengah ketidakpastian arah suku bunga AS serta sentimen global terhadap pasar negara berkembang.

Selain itu, pasar saham domestik juga ikut tertekan, dengan IHSG yang mengalami penurunan signifikan dari level tertinggi sebelumnya.***

 

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

PPPK Usia 35 Tahun ke Atas Minta Kesempatan Tes PNS, FOKAP: Asal Diberi Peluang
Prabowo Siapkan Penghematan Besar-besaran Lagi, Menkeu: Demi Kesejahteraan Rakyat
Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Presiden Apresiasi Kinerja Kabinet Merah Putih
Pemerintah Uji Coba MBG Prasmanan di 66 SPPG, Pengawasan Dapur Diperketat dengan AI
Prabowo Reshuffle Kabinet Merah Putih, Lantik Tujuh Pejabat Baru di Istana Negara
KPK Tetapkan Tersangka Kasus OTT Dana Kebencanaan BNPB, Sita Uang Rp1,4 Miliar dan Emas
Jangan Salah Pilih! Ini 5 Ciri Calon Kepala Desa yang Layak Dipercaya
Seleksi Calon Hakim MA 2026 Dibuka, Simak Syarat Usia, TOEFL hingga Kuota Khusus Papua dan Aceh

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:32 WIB

PPPK Usia 35 Tahun ke Atas Minta Kesempatan Tes PNS, FOKAP: Asal Diberi Peluang

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:43 WIB

Prabowo Siapkan Penghematan Besar-besaran Lagi, Menkeu: Demi Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:24 WIB

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Presiden Apresiasi Kinerja Kabinet Merah Putih

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:12 WIB

Pemerintah Uji Coba MBG Prasmanan di 66 SPPG, Pengawasan Dapur Diperketat dengan AI

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:42 WIB

Prabowo Reshuffle Kabinet Merah Putih, Lantik Tujuh Pejabat Baru di Istana Negara

Berita Terbaru