Mulai Juli 2026, Indonesia Setop Impor Solar Seiring Implementasi B50 Berbasis Sawit

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 21 April 2026 - 21:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pertanian Republik Indonesia Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa Indonesia akan menghentikan impor solar mulai 1 Juli 2026.

Menteri Pertanian Republik Indonesia Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa Indonesia akan menghentikan impor solar mulai 1 Juli 2026.

 

DN.com – Menteri Pertanian Republik Indonesia Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa Indonesia akan menghentikan impor solar mulai 1 Juli 2026.

Kebijakan ini seiring dengan penerapan program biodiesel 50 persen (B50) berbasis kelapa sawit. Dikutif Selasa (21/4/2026).

“Solar kita tidak impor lagi. Tahun 2026 pada 1 Juli kita stop, B50 masuk,” ujar Amran saat menghadiri kegiatan di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, pada Minggu (19/4/).

Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat kemandirian energi nasional dengan memanfaatkan komoditas kelapa sawit sebagai bahan bakar alternatif.

Baca Juga:  Partai Amanat Nasional Menonaktifkan Eko Patrio dan Uya Kuya dari Anggota DPR RI

Amran menjelaskan, kelapa sawit memiliki potensi besar sebagai sumber energi masa depan. Selain diolah menjadi solar, sawit juga dapat dikembangkan menjadi bensin dan etanol yang saat ini tengah dipercepat proses pengembangannya.

“Ini energi masa depan Indonesia. Karena sumbernya dari sawit. Sawit bisa jadi solar, juga bisa jadi bensin,” ujarnya.

Lebih lanjut, pemerintah tengah menyiapkan kerja sama dengan PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) untuk pengembangan bensin berbasis sawit dalam skala kecil sebelum diperluas ke tahap industri.

Baca Juga:  Update Harga BBM Pertamina Desember 2025

“Kalau ini berhasil, kita kembangkan ke skala besar. Jadi masa depan Indonesia cerah,” tambahnya.

Dalam kunjungan tersebut, Amran juga meninjau sejumlah inovasi teknologi karya ITS, salah satunya traktor listrik yang dinilai lebih hemat dan efisien. Kementerian Pertanian bahkan langsung memesan 10 unit untuk uji coba.

Menurutnya, traktor listrik tersebut memiliki harga lebih terjangkau dibandingkan traktor konvensional, serta tidak menggunakan bahan bakar solar melainkan energi listrik.

Baca Juga:  Kemhan Hentikan Latsarmil Calon Manajer Koperasi Merah Putih, Fokus Beralih ke Bela Negara dan Manajerial

“Traktor ini harganya sekitar separuh dari yang biasa, lebih efektif, dan tidak menggunakan solar, tetapi listrik. Ini tentu sangat hemat,” jelasnya.

Diketahui, Amran hadir di Surabaya untuk memberikan pidato kunci (keynote speech) pada wisuda ke-133 program doktor, magister, dan profesi insinyur di Grha ITS.***

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Komisi III DPR Pastikan RUU Perampasan Aset Tak Jadi Celah Aparat Bertindak Sewenang-wenang
Prabowo Minta Warga Indonesia Siapkan Rekening Bank, BRI dan BSI 
Gus Ipul Ungkap 1.900 Pegawai Kemensos Terindikasi Judi Online, Transaksi Tembus Rp2 Miliar
Kejagung Ungkap Lodewyk Pusung Teken MoU 500 Dapur SPPG Mandiri
Kejagung Periksa 7 Saksi dalam Kasus Dugaan Korupsi Program MBG
Ketua Komisi III DPR: RUU Perampasan Aset Tak Hanya Sasar Korupsi
Mahfud MD Soroti Prabowo yang Kini Jarang ke Luar Negeri dan Lebih Hati-Hati Berpidato
KPK Bongkar Dugaan Jual-Beli Kursi Kuliah, Kampus Lain Diminta Waspada

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 15:30 WIB

Komisi III DPR Pastikan RUU Perampasan Aset Tak Jadi Celah Aparat Bertindak Sewenang-wenang

Selasa, 8 September 2026 - 17:48 WIB

Prabowo Minta Warga Indonesia Siapkan Rekening Bank, BRI dan BSI 

Selasa, 8 September 2026 - 17:23 WIB

Kejagung Ungkap Lodewyk Pusung Teken MoU 500 Dapur SPPG Mandiri

Kamis, 3 September 2026 - 06:59 WIB

Kejagung Periksa 7 Saksi dalam Kasus Dugaan Korupsi Program MBG

Rabu, 2 September 2026 - 19:44 WIB

Ketua Komisi III DPR: RUU Perampasan Aset Tak Hanya Sasar Korupsi

Berita Terbaru