DN.com – Ruas Tol Cileunyi–Sumedang – Dawuan (Cisumdawu) dilaporkan mengalami keretakan di KM 207 A arah Bandung menuju Cirebon, Jawa Barat. Jum’at (10/4/2026).
Retakan tersebut memiliki panjang sekitar 80 meter dengan kedalaman mencapai 2 meter.
Akibat kejadian ini, arus lalu lintas untuk sementara dialihkan. Pihak kepolisian bersama pengelola tol memberlakukan rekayasa lalu lintas guna menjaga keselamatan pengguna jalan.
Baca Juga:
338 KPM di Desa Kalitengah Terima Bantuan Sembako, Warga Bersyukur Terbantu
Pelepasan Siswa Kelas IX MTsN 2 Subang Berlangsung Khidmat, Apresiasi Prestasi dan Kreativitas Siswa
Bapenda Subang Menang Sengketa PBB Lawan Dua Perusahaan Pelabuhan Patimban
Direktur Utama PT Citra Karya Jabar Tol (CKJT), Agustinus Sudrajat, menjelaskan bahwa atas diskresi kepolisian, jalur utama KM 194 A ditutup sementara.
Kendaraan dari arah Bandung menuju Cirebon diarahkan keluar melalui Gerbang Tol Paseh.
Selain itu, diterapkan sistem contra flow di jalur B (arah Bandung) mulai KM 206+125 hingga KM 208+200.
Meski terjadi keretakan, Agustinus memastikan bahwa kondisi ruas tol di KM 207 A masih dinyatakan aman dan layak dilintasi.
Baca Juga:
Uji Materi di MK, Pemohon Minta Kata “Aparat” dalam KUHP-KUHAP Dihapus karena Dinilai Diskriminatif
Gempa M 7,7 Picu Tsunami, BMKG Catat Gelombang Masuk Daratan di Sejumlah Wilayah Timur Indonesia
Retakan yang terjadi merupakan pergeseran tanah (sliding) di titik KM 207+300 hingga KM 207+400.
Sebagai langkah penanganan awal, pengelola tol telah memasang rambu peringatan, membatasi kecepatan kendaraan, serta menutup retakan menggunakan material aspal.
Selain itu, area tersebut juga ditutup terpal untuk mencegah masuknya air yang dapat memperparah kondisi tanah.
Untuk penanganan jangka panjang, PT CKJT tengah melakukan serangkaian kajian teknis.
Baca Juga:
As SDM Kapolri Tegaskan Seleksi Akpol 2026 Bersih, Tanpa Jalur Titipan
Skandal MBG Terbongkar: Rp1,03 Triliun Motor Listrik Fiktif, Kejagung Bongkar Dugaan Korupsi di BGN
Panglima TNI Setujui Pengunduran Diri Mayjen Trenggono, Siap Fokus di BGN
Tahapan tersebut meliputi pengukuran topografi guna menentukan area terdampak, penyelidikan kondisi tanah, serta pemantauan menggunakan alat inklinometer untuk mengetahui kedalaman bidang longsoran.
Selain itu, analisis geoteknik juga dilakukan untuk menentukan metode perkuatan yang tepat.
Salah satu rencana perbaikan adalah pemasangan bore pile dengan kedalaman sekitar 30 meter dan panjang sekitar 100 meter guna memperkuat struktur tanah.
Terkait penyebab kejadian, Agustinus menyebut curah hujan tinggi dalam beberapa waktu terakhir menjadi faktor utama.
Ia juga mengindikasikan kemungkinan adanya permasalahan pada sistem drainase di lokasi tersebut.
Pihak pengelola menegaskan akan terus melakukan pemantauan secara berkala, terutama di titik-titik rawan.
Koordinasi dengan berbagai pihak juga terus dilakukan untuk memastikan kondisi jalan tol tetap aman dan berfungsi optimal dalam jangka panjang.***
Penulis : Redaksi






