Tol Cisumdawu Retak 80 Meter, Arus Dialihkan dan Perbaikan Segera Dilakukan

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 10 April 2026 - 11:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pihak kepolisian bersama pengelola tol memberlakukan rekayasa lalu lintas guna menjaga keselamatan pengguna jalan.

Pihak kepolisian bersama pengelola tol memberlakukan rekayasa lalu lintas guna menjaga keselamatan pengguna jalan.

 

DN.com – Ruas Tol Cileunyi–Sumedang – Dawuan (Cisumdawu) dilaporkan mengalami keretakan di KM 207 A arah Bandung menuju Cirebon, Jawa Barat. Jum’at (10/4/2026).

Retakan tersebut memiliki panjang sekitar 80 meter dengan kedalaman mencapai 2 meter.

Akibat kejadian ini, arus lalu lintas untuk sementara dialihkan. Pihak kepolisian bersama pengelola tol memberlakukan rekayasa lalu lintas guna menjaga keselamatan pengguna jalan.

Direktur Utama PT Citra Karya Jabar Tol (CKJT), Agustinus Sudrajat, menjelaskan bahwa atas diskresi kepolisian, jalur utama KM 194 A ditutup sementara.

Baca Juga:  Lewat Jalan Tol Ini, Perjalanan Jakarta-Bandung Diprediksi Lebih Cepat, Kurang dari Sejam

Kendaraan dari arah Bandung menuju Cirebon diarahkan keluar melalui Gerbang Tol Paseh.

Selain itu, diterapkan sistem contra flow di jalur B (arah Bandung) mulai KM 206+125 hingga KM 208+200.

Meski terjadi keretakan, Agustinus memastikan bahwa kondisi ruas tol di KM 207 A masih dinyatakan aman dan layak dilintasi.

Retakan yang terjadi merupakan pergeseran tanah (sliding) di titik KM 207+300 hingga KM 207+400.

Sebagai langkah penanganan awal, pengelola tol telah memasang rambu peringatan, membatasi kecepatan kendaraan, serta menutup retakan menggunakan material aspal.

Baca Juga:  Presiden Prabowo Subianto, Bertolak ke Kairo Mesir Dalam Kunjungan Kenegaraan, Sekaligus Hadiri KTT Ke -11 

Selain itu, area tersebut juga ditutup terpal untuk mencegah masuknya air yang dapat memperparah kondisi tanah.

Untuk penanganan jangka panjang, PT CKJT tengah melakukan serangkaian kajian teknis.

Tahapan tersebut meliputi pengukuran topografi guna menentukan area terdampak, penyelidikan kondisi tanah, serta pemantauan menggunakan alat inklinometer untuk mengetahui kedalaman bidang longsoran.

Selain itu, analisis geoteknik juga dilakukan untuk menentukan metode perkuatan yang tepat.

Salah satu rencana perbaikan adalah pemasangan bore pile dengan kedalaman sekitar 30 meter dan panjang sekitar 100 meter guna memperkuat struktur tanah.

Baca Juga:  Gaji Pokok PNS Golongan III dan IV Dicairkan Serentak dengan Uang Makan di Tahun 2025

Terkait penyebab kejadian, Agustinus menyebut curah hujan tinggi dalam beberapa waktu terakhir menjadi faktor utama.

Ia juga mengindikasikan kemungkinan adanya permasalahan pada sistem drainase di lokasi tersebut.

Pihak pengelola menegaskan akan terus melakukan pemantauan secara berkala, terutama di titik-titik rawan.

Koordinasi dengan berbagai pihak juga terus dilakukan untuk memastikan kondisi jalan tol tetap aman dan berfungsi optimal dalam jangka panjang.***

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Komisi III DPR Pastikan RUU Perampasan Aset Tak Jadi Celah Aparat Bertindak Sewenang-wenang
Prabowo Minta Warga Indonesia Siapkan Rekening Bank, BRI dan BSI 
Gus Ipul Ungkap 1.900 Pegawai Kemensos Terindikasi Judi Online, Transaksi Tembus Rp2 Miliar
Kejagung Ungkap Lodewyk Pusung Teken MoU 500 Dapur SPPG Mandiri
Kejagung Periksa 7 Saksi dalam Kasus Dugaan Korupsi Program MBG
Ketua Komisi III DPR: RUU Perampasan Aset Tak Hanya Sasar Korupsi
Mahfud MD Soroti Prabowo yang Kini Jarang ke Luar Negeri dan Lebih Hati-Hati Berpidato
KPK Bongkar Dugaan Jual-Beli Kursi Kuliah, Kampus Lain Diminta Waspada

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 15:30 WIB

Komisi III DPR Pastikan RUU Perampasan Aset Tak Jadi Celah Aparat Bertindak Sewenang-wenang

Selasa, 8 September 2026 - 17:48 WIB

Prabowo Minta Warga Indonesia Siapkan Rekening Bank, BRI dan BSI 

Selasa, 8 September 2026 - 17:23 WIB

Kejagung Ungkap Lodewyk Pusung Teken MoU 500 Dapur SPPG Mandiri

Kamis, 3 September 2026 - 06:59 WIB

Kejagung Periksa 7 Saksi dalam Kasus Dugaan Korupsi Program MBG

Rabu, 2 September 2026 - 19:44 WIB

Ketua Komisi III DPR: RUU Perampasan Aset Tak Hanya Sasar Korupsi

Berita Terbaru