Dedi Mulyadi Gaungkan “Gubernur Pinggiran”, Prioritaskan Tenaga Teknis hingga Rekrut Lulusan SD

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 1 April 2026 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dedi berencana memprioritaskan rekrutmen tenaga teknis lapangan, bahkan membuka peluang bagi lulusan sekolah dasar (SD) yang memiliki keterampilan praktis.

Dedi berencana memprioritaskan rekrutmen tenaga teknis lapangan, bahkan membuka peluang bagi lulusan sekolah dasar (SD) yang memiliki keterampilan praktis.

 

DN.com – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menghadiri apel pagi di Gedung Sate, pada acara silaturahmi Syawal 1447 Hijriah. Rabu (1/4/2026).

Pada kesempatan tersebut, Dedi menegaskan visi kepemimpinan baru yang tidak konvensional untuk masa depan Jawa Barat.

Ia menyoroti budaya kerja di lingkungan pemerintahan yang dinilai terlalu kaku dan lebih mengutamakan gelar dibandingkan kemampuan teknis di lapangan.

Sebagai bentuk gebrakan, Dedi Mulyadi berencana memprioritaskan rekrutmen tenaga teknis lapangan.

Bahkan membuka peluang bagi lulusan sekolah dasar (SD) yang memiliki keterampilan praktis.

Baca Juga:  Busyro Muqoddas Usul Program MBG Dihentikan Sementara: Banyak Masalah dari Hulu ke Hilir

Dalam kesempatan tersebut, Dedi juga melabeli dirinya sebagai “Gubernur Pinggiran”.

Ia menegaskan komitmennya untuk keluar dari batas-batas formal kantor dan hadir langsung di tengah masyarakat mulai dari bantaran sungai, pesisir pantai, hingga kawasan hutan guna menyerap kebutuhan riil warga.

Komitmen itu, menurutnya, sejalan dengan filosofi manajemen Sunda “Pok Pek Prak”, yang menekankan kerja nyata dibandingkan sekadar wacana.

Dedi mendorong pendekatan pembangunan yang lebih mengutamakan aksi teknis daripada diskusi akademis yang terlalu teoritis.

Baca Juga:  Soroti Pemborosan Anggaran di Pemerintah Daerah, Mendagri: Efisiensi Belanja Jadi Prioritas

Ia mencontohkan sektor pariwisata, di mana masyarakat tidak membutuhkan kajian panjang, melainkan penataan kawasan yang menarik secara visual dengan sentuhan ikon lokal, seperti penggunaan material injuk.

Menurutnya, strategi tersebut terbukti efektif. Masyarakat kini berperan sebagai “agen promosi” gratis melalui media sosial.

“Hari ini pemerintah daerah tidak perlu mengeluarkan biaya untuk mempromosikan keberhasilan pembangunan.

Justru masyarakat yang menceritakannya, bahkan mereka bisa mendapatkan penghasilan sebagai content creator,” ujarnya. Pada Senin (30/3/2026) lalu.

Salah satu poin yang paling menyita perhatian adalah rencana kebutuhan tenaga teknis pada periode 2026–2027.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Bongkar Lobi Tambang di Bogor Barat, Tegaskan Tak Akan Buka Sebelum Infrastruktur Siap

Dedi menekankan pentingnya pemerintah memprioritaskan tenaga lapangan yang benar-benar memahami kondisi riil.

Ia mencontohkan sektor pengelolaan air. Dalam empat tahun terakhir, Jawa Barat relatif tidak mengalami kemarau panjang, sehingga pengelolaan saluran air dan irigasi menjadi sangat krusial.

Namun demikian, Dedi menyayangkan pengelolaan irigasi saat ini dinilai mulai kehilangan “kultur” atau tradisi kerja lapangan yang kuat.

Hal inilah yang ingin ia kembalikan melalui kebijakan yang lebih berpihak pada tenaga teknis.***

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

PPPK Usia 35 Tahun ke Atas Minta Kesempatan Tes PNS, FOKAP: Asal Diberi Peluang
Prabowo Siapkan Penghematan Besar-besaran Lagi, Menkeu: Demi Kesejahteraan Rakyat
Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Presiden Apresiasi Kinerja Kabinet Merah Putih
Pemerintah Uji Coba MBG Prasmanan di 66 SPPG, Pengawasan Dapur Diperketat dengan AI
Prabowo Reshuffle Kabinet Merah Putih, Lantik Tujuh Pejabat Baru di Istana Negara
KPK Tetapkan Tersangka Kasus OTT Dana Kebencanaan BNPB, Sita Uang Rp1,4 Miliar dan Emas
Jangan Salah Pilih! Ini 5 Ciri Calon Kepala Desa yang Layak Dipercaya
Seleksi Calon Hakim MA 2026 Dibuka, Simak Syarat Usia, TOEFL hingga Kuota Khusus Papua dan Aceh

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:32 WIB

PPPK Usia 35 Tahun ke Atas Minta Kesempatan Tes PNS, FOKAP: Asal Diberi Peluang

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:43 WIB

Prabowo Siapkan Penghematan Besar-besaran Lagi, Menkeu: Demi Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:24 WIB

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Presiden Apresiasi Kinerja Kabinet Merah Putih

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:12 WIB

Pemerintah Uji Coba MBG Prasmanan di 66 SPPG, Pengawasan Dapur Diperketat dengan AI

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:42 WIB

Prabowo Reshuffle Kabinet Merah Putih, Lantik Tujuh Pejabat Baru di Istana Negara

Berita Terbaru