Tito Karnavian Ungkap 79 Daerah Kesulitan Bayar Gaji Pegawai PPPK, Kebutuhan Dana Capai Rp3,7 Triliun

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 5 Agustus 2026 - 18:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mendagri mengungkapkan 79 daerah kekurangan dana bayar gaji PPPK, butuh tambahan hingga Rp3,7 triliun.

Mendagri mengungkapkan 79 daerah kekurangan dana bayar gaji PPPK, butuh tambahan hingga Rp3,7 triliun.

 

DN.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengungkapkan sebanyak 79 pemerintah daerah (Pemda) mengalami kesulitan fiskal untuk membayar belanja pegawai.

Untuk menutup kebutuhan tersebut, pemerintah memperkirakan diperlukan tambahan anggaran sekitar Rp3,5 triliun hingga Rp3,7 triliun.

“Kalau untuk belanja pegawai di 79 daerah itu, kebutuhannya hampir Rp3,5 triliun,” kata Tito di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Menurut Tito, angka tersebut hanya mencakup kebutuhan belanja pegawai. Jika ditambah dengan kebutuhan anggaran lainnya, total dana yang diperlukan diperkirakan mencapai sekitar Rp14 triliun.

Baca Juga:  Pemerintah Daerah Kesulitan Bayar Gaji PPPK, Kemendagri Siapkan Skema Bantuan DAU

Sementara itu, berdasarkan perhitungan Kementerian Keuangan, total kebutuhan anggaran untuk membantu daerah yang mengalami tekanan fiskal bahkan diperkirakan mendekati Rp20 triliun.

Tito menjelaskan, mayoritas daerah yang mengalami kesulitan keuangan menghadapi beban pembayaran gaji yang meningkat setelah adanya pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Ia juga meluruskan informasi yang beredar mengenai anggapan bahwa Kemendagri menolak tambahan anggaran dari pemerintah pusat.

Baca Juga:  Kemendagri akan Menerapkan Pemungutan Suara secara Elektronik Pada Pemilihan Kepala Desa

Menurutnya, Kemendagri justru mendukung pemberian bantuan, namun terlebih dahulu melakukan evaluasi terhadap kondisi keuangan masing-masing daerah.

“Kami turunkan tim untuk melakukan evaluasi. Setelah dibedah, ternyata banyak anggaran yang belum efisien, seperti belanja rapat, perjalanan dinas, dan kegiatan lainnya.

Setelah dilakukan penghematan, di sejumlah daerah anggarannya ternyata cukup untuk membayar gaji pegawai,” ujar Tito.

Selain melakukan evaluasi efisiensi anggaran, Kemendagri juga terus berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan terkait skema bantuan fiskal bagi daerah yang benar-benar membutuhkan.

Baca Juga:  Kepala Desa dan Perangkatnya Didenda 48 Miliar, Buntut Pembuatan Pagar Laut Tanggerang

Di sisi lain, Kementerian Keuangan mencatat terdapat 409 pemerintah daerah yang masih memiliki hak atas alokasi Dana Bagi Hasil (DBH) yang belum disalurkan, dengan nilai kebutuhan diperkirakan mencapai hampir Rp20 triliun.

“Tentu kami di Kemendagri sangat senang apabila ada tambahan bantuan. Tidak mungkin saya menghalangi,” tegas Tito.***

 

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Febrie Adriansyah Gugat Status Tersangka Lewat Praperadilan
Pemerintah Daerah Kesulitan Bayar Gaji PPPK, Kemendagri Siapkan Skema Bantuan DAU
KPK Geledah Kantor Imigrasi, Uang 8.500 Dolar Singapura Disita dari Ruang Kepala Kanim Jaksel
Anggaran MBG Tergerus Putusan MK, DPR Desak Pemerintah Cari Solusi
Kepala BP BUMN Dony Oskaria Ungkap BUMN Karya Babak Belur, Kerugian Tembus Rp25,1 Triliun
Mendagri Tito Minta Bank Tinggalkan Fotokopi KTP, Beralih ke Verifikasi Biometrik Dukcapil
Anggaran Program Makan Bergizi Gratis Capai Rp101,1 Triliun, Jangkau 63,13 Juta Penerima
BGN Tutup Permanen 311 Dapur MBG di Jawa Barat, Ini Deretan Pelanggarannya

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 19:41 WIB

Febrie Adriansyah Gugat Status Tersangka Lewat Praperadilan

Rabu, 5 Agustus 2026 - 19:00 WIB

Pemerintah Daerah Kesulitan Bayar Gaji PPPK, Kemendagri Siapkan Skema Bantuan DAU

Rabu, 5 Agustus 2026 - 18:48 WIB

KPK Geledah Kantor Imigrasi, Uang 8.500 Dolar Singapura Disita dari Ruang Kepala Kanim Jaksel

Rabu, 5 Agustus 2026 - 18:38 WIB

Tito Karnavian Ungkap 79 Daerah Kesulitan Bayar Gaji Pegawai PPPK, Kebutuhan Dana Capai Rp3,7 Triliun

Selasa, 4 Agustus 2026 - 11:18 WIB

Kepala BP BUMN Dony Oskaria Ungkap BUMN Karya Babak Belur, Kerugian Tembus Rp25,1 Triliun

Berita Terbaru