Setiap Tahun 160-166 Ribu ASN Pensiun, Rekrutmen CASN Tahun 2026 Masih Tergantung Anggaran  

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 14 Maret 2026 - 20:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Deputi Bidang SDM Aparatur Kementerian PANRB, Aba Subagja. Foto. Tangkap layar laman PANRB.

Deputi Bidang SDM Aparatur Kementerian PANRB, Aba Subagja. Foto. Tangkap layar laman PANRB.

 

DN.com – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) mengungkapkan bahwa sekitar 160 ribu hingga 166 ribu aparatur sipil negara (ASN) pensiun setiap tahun, termasuk periode dari tahun lalu hingga 2026. Sabtu (14/3/101

Untuk memenuhi kekosongan posisi tersebut, pemerintah berencana menggelar rekrutmen calon aparatur sipil negara (CASN) baik untuk formasi CPNS maupun PPPK.

Namun, belum dapat dipastikan apakah proses rekrutmen bisa dimulai tahun ini, karena masih dalam tahap pembahasan antara Kementerian PANRB dengan Kementerian Keuangan terkait proses penganggarannya.

Baca Juga:  Sri Mulyani Beri Lampu Hijau, Gaji PNS Golongan I-IV Cair Bersamaan dengan 7 Tunjangan

Deputi Bidang SDM Aparatur Kementerian PANRB, Aba Subagja, dalam program Nation Hub CNBC Indonesia dikutip Jumat (13/03/2026) menjelaskan, “Setiap tahun ya sekitar 160.000-166.000 lah yang pensiun, termasuk juga yang di tahun 2025 kemarin.

Nah, itu berarti kalau kita menggunakan prinsip zero growth, ya berarti yang 160.000 itulah yang akan kami rekrut.”

Baca Juga:  Kasus Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah Peras Anak Buah untuk Biayai Pilkada, KPK Penjarakan 3 Orang

“Tapi nanti ini kan perlu juga kebijakan bukan hanya dari Kementerian PANRB, tapi juga membutuhkan pertimbangan misalnya dari menteri keuangan, termasuk juga ketersediaan anggaran,” tegas Aba.

Kendati begitu, Aba menekankan bahwa pemerintah saat ini memiliki kelebihan stok ASN dari proses rekrutmen tahun 2024.

Jumlah ASN saat ini sekitar 6,5 juta orang, termasuk 1,2 juta yang direkrut pada tahun tersebut.

Baca Juga:  Dana Pemda Ngendap Rp234 T, Menkeu Purbaya: Investigasi Siapa Pihak yang Bermain Bunga Deposit 

INamun, ia mengakui bahwa kebutuhan utama masih terletak pada guru, tenaga pendidik, dan tenaga kesehatan, karena masih ada sekolah dan unit pelayanan kesehatan yang kebutuhannya belum terpenuhi.

“Dan yang lebih penting kita harus memberikan ruang kepada talenta-talenta baru untuk bisa bergabung menjadi aparatur sipil negara apabila memang lowongannya dimungkinkan di tahun 2026,” paparnya.***

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Komisi III DPR Pastikan RUU Perampasan Aset Tak Jadi Celah Aparat Bertindak Sewenang-wenang
Prabowo Minta Warga Indonesia Siapkan Rekening Bank, BRI dan BSI 
Gus Ipul Ungkap 1.900 Pegawai Kemensos Terindikasi Judi Online, Transaksi Tembus Rp2 Miliar
Kejagung Ungkap Lodewyk Pusung Teken MoU 500 Dapur SPPG Mandiri
Kejagung Periksa 7 Saksi dalam Kasus Dugaan Korupsi Program MBG
Ketua Komisi III DPR: RUU Perampasan Aset Tak Hanya Sasar Korupsi
Mahfud MD Soroti Prabowo yang Kini Jarang ke Luar Negeri dan Lebih Hati-Hati Berpidato
KPK Bongkar Dugaan Jual-Beli Kursi Kuliah, Kampus Lain Diminta Waspada

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 15:30 WIB

Komisi III DPR Pastikan RUU Perampasan Aset Tak Jadi Celah Aparat Bertindak Sewenang-wenang

Selasa, 8 September 2026 - 17:48 WIB

Prabowo Minta Warga Indonesia Siapkan Rekening Bank, BRI dan BSI 

Selasa, 8 September 2026 - 17:23 WIB

Kejagung Ungkap Lodewyk Pusung Teken MoU 500 Dapur SPPG Mandiri

Kamis, 3 September 2026 - 06:59 WIB

Kejagung Periksa 7 Saksi dalam Kasus Dugaan Korupsi Program MBG

Rabu, 2 September 2026 - 19:44 WIB

Ketua Komisi III DPR: RUU Perampasan Aset Tak Hanya Sasar Korupsi

Berita Terbaru