Deltanusantara.com – Badan Gizi Nasional (BGN) siap menggelontorkan dana besar untuk melaksanakan program makan bergizi gratis pada awal tahun 2026. Rabu (3/12/2025).
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyatakan bahwa BGN akan menghabiskan Rp 900 miliar per hari untuk program ini, dengan target penerima manfaat mencapai 60 juta orang.
Dadan mengatakan bahwa sebanyak 24 ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ditargetkan beroperasi pada akhir Desember nanti, dan akan melayani setidaknya 60 juta penerima manfaat pada Januari 2026.
Baca Juga:
Tinjau Layanan SPMB, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Imbau Orang Tua Siswa Tetap Tenang
338 KPM di Desa Kalitengah Terima Bantuan Sembako, Warga Bersyukur Terbantu
Pelepasan Siswa Kelas IX MTsN 2 Subang Berlangsung Khidmat, Apresiasi Prestasi dan Kreativitas Siswa
Target penerima MBG sebesar 82,9 juta orang ditargetkan bakal tercapai pada Februari 2026.
“Dan tahun depan, satu hari di bulan Januari itu. Kami akan mengirimkan uang atau menggunakan uang per hari Rp 900 miliar,” ujar Dadan dalam acara Rapimnas Kadin 2025.
Dari anggaran tersebut, sebanyak 85% akan digunakan untuk membeli bahan baku untuk program MBG, sedangkan sisanya akan digunakan untuk membayar upah pekerja di SPPG.
Dadan menyatakan bahwa ini adalah potensi ekonomi yang luar biasa dan akan menjadi dorongan ekonomi yang cukup besar pada tahun 2026.
Baca Juga:
Bapenda Subang Menang Sengketa PBB Lawan Dua Perusahaan Pelabuhan Patimban
Uji Materi di MK, Pemohon Minta Kata “Aparat” dalam KUHP-KUHAP Dihapus karena Dinilai Diskriminatif
BGN juga tengah membuat perencanaan agar rekening virtual account SPPG diisi dengan otomatis, sehingga mitra SPPG tidak harus mengusulkan proposal setiap bulan, tapi melaporkan penggunaan uang setiap bulan.
“Jadi nanti, setiap SPPG operasional, uangnya akan selalu ada di virtual account.
Itu kita akan isi Rp 500 juta. Jadi kalau berkurang Rp 300 juta, otomatis akan kembali ke Rp 500 juta. Dan itu yang akan terjadi selamanya,” imbuh Dadan.***
Penulis : Redaksi






