Deltanusantara.com – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengusulkan kebijakan baru yang mengharuskan setiap sekolah di provinsi ini menyelenggarakan satu hari penuh di alam terbuka bagi para siswanya.
Ide ini muncul dalam rapat koordinasi pendidikan provinsi pada akhir November 2025, di mana Dedi menekankan pentingnya mengurangi ketergantungan pada gadget dan memperkuat rasa kebangsaan melalui pengalaman langsung dengan lingkungan alam.
“Sehari di alam bukan sekadar keluar kelas, melainkan upaya menumbuhkan kecintaan pada tanah air, mengenal keanekaragaman hayati, serta memahami budaya lokal,” ujar Dedi dalam sambutannya dilansir dari situs resmi bappeda.jabarprov.go.id.
Baca Juga:
Tinjau Layanan SPMB, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Imbau Orang Tua Siswa Tetap Tenang
338 KPM di Desa Kalitengah Terima Bantuan Sembako, Warga Bersyukur Terbantu
Pelepasan Siswa Kelas IX MTsN 2 Subang Berlangsung Khidmat, Apresiasi Prestasi dan Kreativitas Siswa
Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut akan menjadi bagian dari kurikulum informal yang dapat diintegrasikan dengan mata pelajaran seperti Ilmu Pengetahuan Alam, Sejarah, dan Seni Budaya.
Usulan ini mendapat respon positif dari sejumlah pihak, termasuk Dinas Pendidikan Jawa Barat dan organisasi lingkungan hidup.
Mereka menilai bahwa program “Sehari di Alam” dapat meningkatkan kesadaran lingkungan, mengurangi stres belajar, serta memperkuat ikatan sosial antar siswa.
Beberapa sekolah pilot telah mulai menyiapkan outing ke kawasan hutan, kebun raya, dan situs bersejarah di sekitar Bandung dan sekitarnya.
Baca Juga:
Bapenda Subang Menang Sengketa PBB Lawan Dua Perusahaan Pelabuhan Patimban
Uji Materi di MK, Pemohon Minta Kata “Aparat” dalam KUHP-KUHAP Dihapus karena Dinilai Diskriminatif
Dedi juga mengimbau orang tua dan guru untuk mendukung pelaksanaan program ini dengan mengurangi penggunaan gawai selama kegiatan lapangan.
“Mari kita beri kesempatan kepada anak-anak untuk belajar dari alam, bukan hanya dari layar,” tutupnya.
Ancaman Generasi Gawai dan Keterputusan dengan Alam
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menilai bahwa anak-anak zaman sekarang sedang menghadapi krisis identitas dengan lingkungannya.
Baca Juga:
Gempa M 7,7 Picu Tsunami, BMKG Catat Gelombang Masuk Daratan di Sejumlah Wilayah Timur Indonesia
As SDM Kapolri Tegaskan Seleksi Akpol 2026 Bersih, Tanpa Jalur Titipan
Skandal MBG Terbongkar: Rp1,03 Triliun Motor Listrik Fiktif, Kejagung Bongkar Dugaan Korupsi di BGN
Mereka kehilangan koneksi dengan alam, yang secara ironis merupakan tanah air mereka sendiri.
Ia menyoroti gaya hidup modern yang menjauhkan anak-anak dari pengalaman langsung dengan bumi.
“Masalah anak-anak kita hari ini apa? Dia tidak mengenal tanahnya. Sejak lahir, kakinya belum pernah menyentuh tanah, tak pernah berlari di pematang sawah, tak pernah mandi di sungai, dan seluruh waktunya dihabiskan bersama gawai,” tuturnya.
Inilah yang menjadi latar belakang usulan agar siswa mengalokasikan satu hari per minggu untuk meninggalkan bangku sekolah dan beralih ke alam bebas.
Kebijakan ini masih dalam tahap pembahasan lebih lanjut, namun diharapkan dapat segera diimplementasikan pada tahun ajaran 2026/2027.
Jika berhasil, Jawa Barat dapat menjadi contoh bagi provinsi lain dalam mengintegrasikan pendidikan berbasis alam ke dalam sistem pendidikan formal.***
Penulis : Redaksi






