DN.com – Fiktor Harefa, petugas keamanan yang viral setelah terlibat adu argumen dengan pengemudi Toyota Alphard di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, akan memulai babak baru dalam kariernya. Senin (27/7/2026).
Pria asal Nias tersebut memutuskan meninggalkan pekerjaannya di Jakarta dan melanjutkan profesinya sebagai satpam di Kota Bandung.
Kepastian itu disampaikan langsung saat Fiktor bertemu Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Dalam pertemuan yang diunggah melalui akun Instagram resmi @dedimulyadi71, Dedi menyatakan siap membantu Fiktor mendapatkan pekerjaan baru sebagai petugas keamanan di Bandung.
Dedi menjelaskan, Fiktor menjadi perhatian publik setelah menegur seorang pengendara Toyota Alphard yang diduga merupakan oknum aparat karena diduga melanggar aturan lalu lintas di kawasan Bundaran HI.
Menurut Dedi, insiden tersebut bermula ketika Fiktor menjalankan tugasnya dengan mengingatkan pengendara yang diduga menerobos rambu lalu lintas hingga membahayakan keselamatan pejalan kaki yang sedang menyeberang.
“Ini saya sudah bertemu dengan Victor Harefa, security yang menegur oknum aparat.
Oknum aparatnya tidak terima karena ditegur di Bundaran HI, yaitu menabrak rambu lalu lintas hingga membahayakan keselamatan pejalan kaki yang menyeberang,” kata Dedi Mulyadi.
Dedi mengungkapkan, Fiktor yang kini tinggal di kawasan Pasteur, Kota Bandung, dinilai lebih tepat bekerja di wilayah tempat tinggalnya.
Karena itu, ia berencana menempatkan Fiktor sebagai petugas keamanan di kawasan Gedung Sate.
“Insya Allah nanti pindah kerja dari security di Jakarta menjadi security di Bandung.
Nanti bertugas di sekitar Gedung Sate yang saat ini sedang dilakukan penataan kawasan,” ujar Dedi.
Selain menawarkan pekerjaan, Dedi juga menyoroti dugaan pelanggaran lalu lintas yang dilakukan pengemudi dalam insiden tersebut.
Ia meyakini kepolisian akan bertindak tegas apabila terbukti terjadi pelanggaran.
“Saya yakin jajaran Polda Jabar akan menindak tegas anggotanya yang melakukan pelanggaran lalu lintas.
Kita juga harus saling menghargai tugas dan tanggung jawab masing-masing,” tuturnya.
Dedi menegaskan bahwa setiap warga negara, termasuk aparat penegak hukum, memiliki kewajiban yang sama untuk menaati aturan.
Menurutnya, sikap saling menghormati dan taat hukum merupakan kunci menjaga ketertiban, keselamatan, serta kepercayaan masyarakat.
Sebelumnya, nama Fiktor Harefa menjadi sorotan setelah video dirinya berdebat dengan pengemudi Toyota Alphard di Bundaran HI viral di media sosial.
Dalam video tersebut, Fiktor tetap menjalankan tugasnya sebagai petugas keamanan dengan mengutamakan keselamatan pejalan kaki.
Peristiwa itu kini menjadi titik awal perjalanan baru Fiktor yang akan mengabdi sebagai satpam di Kota Bandung.***
Penulis : Redaksi