Bobibos Kembali Disorot, BBM Nabati dari Jerami Digadang Jadi Alternatif di Tengah Kenaikan Harga Energi

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 15 April 2026 - 15:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bobibos pertama kali diperkenalkan pada 2 November 2025 dengan klaim memiliki angka oktan (RON) 98.

Bobibos pertama kali diperkenalkan pada 2 November 2025 dengan klaim memiliki angka oktan (RON) 98.

 

DN.com – Bahan bakar alternatif bernama Bobibos kembali mencuat ke publik di tengah melonjaknya harga bahan bakar minyak (BBM) global akibat dinamika geopolitik di Selat Hormuz.

Kehadiran Bobibos dinilai berpotensi menjadi solusi energi baru yang lebih terjangkau dan ramah lingkungan.

Bobibos merupakan bahan bakar nabati (BBN) yang diproduksi sepenuhnya dari bahan alami, khususnya jerami.

Inovasi ini pertama kali diperkenalkan pada 2 November 2025 dengan klaim memiliki angka oktan (RON) 98.

Baca Juga:  Diduga di PHK, Karyawan PT Gudang Garam Menangis, Viral di Media Sosial, Mampuhkah Perusahaan Keluar dari Krisis!

Selain itu, bahan bakar ini disebut lebih ramah lingkungan dan memiliki harga yang lebih ekonomis dibandingkan BBM konvensional.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan bahwa Bobibos masih harus melalui serangkaian pengujian sebelum dapat digunakan secara luas.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Laode Sulaeman menyampaikan bahwa pengujian akan difokuskan pada uji jalan untuk kendaraan roda dua dan roda empat.

Menurut Laode Sulaeman, pengujian teknis menjadi langkah penting untuk memastikan Bobibos layak menjadi pengganti BBM fosil.

Baca Juga:  Pemerintah Impor 100 Ribu Tabung CNG 3 Kg dari China, Siap Gantikan LPG Subsidi

Ia juga menugaskan Direktur Teknik dan Lingkungan Migas Noor Arifin Muhammad untuk memimpin tim pengujian bersama pihak pengembang.

Selain uji teknis, Bobibos juga harus memenuhi berbagai persyaratan administratif, termasuk perizinan penjualan sebelum dapat dipasarkan secara luas kepada masyarakat.

Founder Bobibos, Iklas Thamrin, menyatakan kesiapan produknya untuk diuji lebih lanjut.

Ia mengungkapkan bahwa uji internal telah dilakukan pada berbagai jenis kendaraan, mulai dari sepeda motor, mobil, hingga mesin diesel dan truk.

Baca Juga:  Ditjen Migas Dorong Uji Teknis BBM Bobibos, Potensi Pasar Energi Alternatif Menggiurkan

Sementara itu, Pembina Bobibos, Mulyadi, menambahkan bahwa bahan baku utama berupa jerami selama ini sering dianggap limbah dan dibakar oleh petani.

Melalui inovasi ini, jerami justru dapat diolah menjadi sumber energi alternatif yang bernilai ekonomi.

Ia menilai kehadiran Bobibos memberikan manfaat ganda bagi petani.

Selain memperoleh hasil panen berupa beras mereka juga bisa mendapatkan tambahan penghasilan dari pemanfaatan jerami sebagai bahan baku energi.***

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Komisi III DPR Pastikan RUU Perampasan Aset Tak Jadi Celah Aparat Bertindak Sewenang-wenang
Prabowo Minta Warga Indonesia Siapkan Rekening Bank, BRI dan BSI 
Gus Ipul Ungkap 1.900 Pegawai Kemensos Terindikasi Judi Online, Transaksi Tembus Rp2 Miliar
Kejagung Ungkap Lodewyk Pusung Teken MoU 500 Dapur SPPG Mandiri
Kejagung Periksa 7 Saksi dalam Kasus Dugaan Korupsi Program MBG
Ketua Komisi III DPR: RUU Perampasan Aset Tak Hanya Sasar Korupsi
Mahfud MD Soroti Prabowo yang Kini Jarang ke Luar Negeri dan Lebih Hati-Hati Berpidato
KPK Bongkar Dugaan Jual-Beli Kursi Kuliah, Kampus Lain Diminta Waspada

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 15:30 WIB

Komisi III DPR Pastikan RUU Perampasan Aset Tak Jadi Celah Aparat Bertindak Sewenang-wenang

Selasa, 8 September 2026 - 17:48 WIB

Prabowo Minta Warga Indonesia Siapkan Rekening Bank, BRI dan BSI 

Selasa, 8 September 2026 - 17:23 WIB

Kejagung Ungkap Lodewyk Pusung Teken MoU 500 Dapur SPPG Mandiri

Kamis, 3 September 2026 - 06:59 WIB

Kejagung Periksa 7 Saksi dalam Kasus Dugaan Korupsi Program MBG

Rabu, 2 September 2026 - 19:44 WIB

Ketua Komisi III DPR: RUU Perampasan Aset Tak Hanya Sasar Korupsi

Berita Terbaru