DN.com – Bahan bakar alternatif bernama Bobibos kembali mencuat ke publik di tengah melonjaknya harga bahan bakar minyak (BBM) global akibat dinamika geopolitik di Selat Hormuz.
Kehadiran Bobibos dinilai berpotensi menjadi solusi energi baru yang lebih terjangkau dan ramah lingkungan.
Bobibos merupakan bahan bakar nabati (BBN) yang diproduksi sepenuhnya dari bahan alami, khususnya jerami.
Baca Juga:
Pelepasan Siswa Kelas IX MTsN 2 Subang Berlangsung Khidmat, Apresiasi Prestasi dan Kreativitas Siswa
Bapenda Subang Menang Sengketa PBB Lawan Dua Perusahaan Pelabuhan Patimban
Uji Materi di MK, Pemohon Minta Kata “Aparat” dalam KUHP-KUHAP Dihapus karena Dinilai Diskriminatif
Inovasi ini pertama kali diperkenalkan pada 2 November 2025 dengan klaim memiliki angka oktan (RON) 98.
Selain itu, bahan bakar ini disebut lebih ramah lingkungan dan memiliki harga yang lebih ekonomis dibandingkan BBM konvensional.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan bahwa Bobibos masih harus melalui serangkaian pengujian sebelum dapat digunakan secara luas.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Laode Sulaeman menyampaikan bahwa pengujian akan difokuskan pada uji jalan untuk kendaraan roda dua dan roda empat.
Baca Juga:
Gempa M 7,7 Picu Tsunami, BMKG Catat Gelombang Masuk Daratan di Sejumlah Wilayah Timur Indonesia
As SDM Kapolri Tegaskan Seleksi Akpol 2026 Bersih, Tanpa Jalur Titipan
Menurut Laode Sulaeman, pengujian teknis menjadi langkah penting untuk memastikan Bobibos layak menjadi pengganti BBM fosil.
Ia juga menugaskan Direktur Teknik dan Lingkungan Migas Noor Arifin Muhammad untuk memimpin tim pengujian bersama pihak pengembang.
Selain uji teknis, Bobibos juga harus memenuhi berbagai persyaratan administratif, termasuk perizinan penjualan sebelum dapat dipasarkan secara luas kepada masyarakat.
Founder Bobibos, Iklas Thamrin, menyatakan kesiapan produknya untuk diuji lebih lanjut.
Baca Juga:
Skandal MBG Terbongkar: Rp1,03 Triliun Motor Listrik Fiktif, Kejagung Bongkar Dugaan Korupsi di BGN
Panglima TNI Setujui Pengunduran Diri Mayjen Trenggono, Siap Fokus di BGN
Disorot karena Lokasi Terpencil, BPKP dan TNI Tinjau Koperasi Merah Putih di Kendal
Ia mengungkapkan bahwa uji internal telah dilakukan pada berbagai jenis kendaraan, mulai dari sepeda motor, mobil, hingga mesin diesel dan truk.
Sementara itu, Pembina Bobibos, Mulyadi, menambahkan bahwa bahan baku utama berupa jerami selama ini sering dianggap limbah dan dibakar oleh petani.
Melalui inovasi ini, jerami justru dapat diolah menjadi sumber energi alternatif yang bernilai ekonomi.
Ia menilai kehadiran Bobibos memberikan manfaat ganda bagi petani.
Selain memperoleh hasil panen berupa beras mereka juga bisa mendapatkan tambahan penghasilan dari pemanfaatan jerami sebagai bahan baku energi.***
Penulis : Redaksi






