Fantastis! Belanja Program MBG Capai Rp75 Triliun per April 2026

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 20 Mei 2026 - 22:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Keuangan Yudhi Sadewa Purbaya.

Menteri Keuangan Yudhi Sadewa Purbaya.

 

DN.com – Polemik penggunaan anggaran Badan Gizi Nasional (BGN) kembali menjadi sorotan publik hingga akhir April 2026.

Realisasi belanja Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tercatat mencapai Rp75 triliun atau sekitar 22,4 persen dari total kebutuhan anggaran yang semula dipatok Rp335 triliun dan kini ditekan menjadi Rp268 triliun.

Menteri Keuangan Yudhi Sadewa Purbaya meminta masyarakat tidak terus-menerus menyalahkan program MBG. Dikutip Rabu (20/5/2026).

Ia menegaskan, Presiden Prabowo Subianto tengah melakukan pembenahan menyeluruh, terutama dalam aspek manajemen dan efektivitas penggunaan anggaran.

“Jangan terus menyalahkan MBG. Presiden sedang memperbaiki manajemen program ini dan cara belanjanya agar lebih tepat sasaran,” ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, pada Selasa (19/5/2026).

Purbaya menambahkan, pemerintah terbuka terhadap kritik dan masukan publik. Evaluasi terus dilakukan agar program unggulan tersebut tetap berjalan optimal sekaligus lebih efisien dalam penggunaan anggaran.

Baca Juga:  Bupati Lucky Hakim Buka Survei Akreditasi RSUD Indramayu, Tekankan Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien

Efisiensi Anggaran Terus Dilanjutkan

Sebagai bagian dari langkah efisiensi nasional, pemerintah telah memangkas anggaran MBG dari Rp335 triliun menjadi Rp268 triliun.

Kementerian Keuangan juga mengisyaratkan kemungkinan adanya penghematan tambahan ke depan.

Meski belum merinci bentuk efisiensi lanjutan tersebut, pemerintah menilai langkah ini penting agar program tetap mampu menjangkau puluhan juta penerima manfaat tanpa membebani fiskal negara secara berlebihan.

Data hingga akhir April 2026 menunjukkan sebanyak 61,96 juta penerima telah merasakan manfaat program MBG yang didukung oleh 27.952 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah.

Sorotan Publik terhadap Pengadaan

Di sisi lain, besarnya anggaran yang digelontorkan memicu kritik dari berbagai kalangan, termasuk warganet di media sosial.

Baca Juga:  Danantara Ungkap Alasan Ojol Enggan Beralih ke Motor Listrik

BGN dinilai belum sepenuhnya menunjukkan efisiensi dan transparansi dalam pengelolaan dana publik.

Sejumlah pengadaan menjadi perhatian, salah satunya pembelian 21.800 unit motor listrik merek Emmo dengan nilai sekitar Rp1,21 triliun. Harga per unit disebut berkisar antara Rp42 juta hingga Rp49,9 juta.

Awalnya, motor tersebut direncanakan untuk kepala SPPG. Namun, BGN kemudian menjelaskan bahwa kendaraan itu digunakan untuk operasional distribusi makanan, terutama di wilayah terpencil.

Selain itu, pengadaan alat makan dan perlengkapan dapur di ratusan lokasi SPPG juga disorot. Dari pagu Rp89,32 miliar, realisasi belanja tercatat mencapai Rp68,94 miliar.

Polemik juga muncul terkait pengadaan perangkat teknologi informasi. BGN membantah pembelian 32 ribu laptop dan menyatakan hanya mengadakan sekitar 5 ribu unit sepanjang 2025.

Namun, publik menyoroti harga tablet Samsung Galaxy Tab Active5 yang tercatat sekitar Rp17,93 juta per unit di e-katalog, dinilai lebih tinggi dari harga pasaran.

Baca Juga:  Kualifikasi Piala Dunia 2026, Timnas Indonesia Resmi di Pot 3 Ronde 4 

Tak hanya itu, penggunaan anggaran Rp113 miliar untuk jasa event organizer (EO) serta pengadaan kaos kaki senilai Rp6,9 miliar turut menuai kritik.

Kontroversi lainnya terkait kebijakan pemberian insentif Rp6 juta per hari kepada SPPG yang sedang dikenai sanksi penghentian sementara.

Kebijakan ini memunculkan pertanyaan publik mengenai mekanisme pengawasan dan akuntabilitas anggaran.

Dorongan Transparansi dan Pengawasan

Pengamat kebijakan publik menilai pemerintah perlu memperkuat transparansi dan pengawasan dalam pelaksanaan program MBG agar tidak terus memicu polemik.

Di satu sisi, program MBG memiliki dampak sosial signifikan karena menyasar pemenuhan gizi jutaan pelajar.

Namun di sisi lain, besarnya anggaran yang digunakan menuntut tata kelola yang lebih akuntabel, transparan, dan efisien.***

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

PPPK Usia 35 Tahun ke Atas Minta Kesempatan Tes PNS, FOKAP: Asal Diberi Peluang
Prabowo Siapkan Penghematan Besar-besaran Lagi, Menkeu: Demi Kesejahteraan Rakyat
Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Presiden Apresiasi Kinerja Kabinet Merah Putih
Pemerintah Uji Coba MBG Prasmanan di 66 SPPG, Pengawasan Dapur Diperketat dengan AI
Prabowo Reshuffle Kabinet Merah Putih, Lantik Tujuh Pejabat Baru di Istana Negara
KPK Tetapkan Tersangka Kasus OTT Dana Kebencanaan BNPB, Sita Uang Rp1,4 Miliar dan Emas
Jangan Salah Pilih! Ini 5 Ciri Calon Kepala Desa yang Layak Dipercaya
Seleksi Calon Hakim MA 2026 Dibuka, Simak Syarat Usia, TOEFL hingga Kuota Khusus Papua dan Aceh

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:32 WIB

PPPK Usia 35 Tahun ke Atas Minta Kesempatan Tes PNS, FOKAP: Asal Diberi Peluang

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:43 WIB

Prabowo Siapkan Penghematan Besar-besaran Lagi, Menkeu: Demi Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:24 WIB

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Presiden Apresiasi Kinerja Kabinet Merah Putih

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:12 WIB

Pemerintah Uji Coba MBG Prasmanan di 66 SPPG, Pengawasan Dapur Diperketat dengan AI

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:42 WIB

Prabowo Reshuffle Kabinet Merah Putih, Lantik Tujuh Pejabat Baru di Istana Negara

Berita Terbaru