DN.com – Sebuah video yang menampilkan lokasi rencana Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Cakung Timur, Jakarta Timur, menjadi sorotan publik dan viral di media sosial.
Video tersebut memperlihatkan kondisi lokasi yang berada tepat di pinggir jalan dan dikelilingi oleh tumpukan sampah yang cukup tinggi.
Dalam rekaman video, terlihat jelas tumpukan sampah dan gerobak sampah memenuhi area depan pagar gedung.
Baca Juga:
Pelepasan Siswa Kelas IX MTsN 2 Subang Berlangsung Khidmat, Apresiasi Prestasi dan Kreativitas Siswa
Bapenda Subang Menang Sengketa PBB Lawan Dua Perusahaan Pelabuhan Patimban
Uji Materi di MK, Pemohon Minta Kata “Aparat” dalam KUHP-KUHAP Dihapus karena Dinilai Diskriminatif
Bahkan, ketinggian sampah disebut-sebut hampir menyamai tinggi gerbang gedung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tersebut.
Kondisi ini memicu kekhawatiran warga terkait standar kebersihan dan higienitas makanan yang rencananya akan disajikan.
Lokasi yang sangat dekat dengan pembuangan sampah dinilai berpotensi mengancam kualitas dan keamanan pangan.
BGN Langsung Bertindak
Baca Juga:
Gempa M 7,7 Picu Tsunami, BMKG Catat Gelombang Masuk Daratan di Sejumlah Wilayah Timur Indonesia
As SDM Kapolri Tegaskan Seleksi Akpol 2026 Bersih, Tanpa Jalur Titipan
Menanggapi viralnya video tersebut, pihak Badan Gizi Nasional (BGN) segera memberikan klarifikasi.
Wakil Kepala BGN, Nanik S Deyang, memastikan bahwa dapur tersebut belum beroperasi dan izin operasionalnya telah dicabut.
“Izinnya sudah dicabut. Diverifikasi saja juga belum,” ujar Nanik kepada wartawan, Senin (6/4/2026).
Lebih lanjut dijelaskan bahwa lokasi tersebut memang sempat mendaftar untuk menjadi salah satu mitra dapur MBG di Jakarta Timur.
Baca Juga:
Skandal MBG Terbongkar: Rp1,03 Triliun Motor Listrik Fiktif, Kejagung Bongkar Dugaan Korupsi di BGN
Panglima TNI Setujui Pengunduran Diri Mayjen Trenggono, Siap Fokus di BGN
Disorot karena Lokasi Terpencil, BPKP dan TNI Tinjau Koperasi Merah Putih di Kendal
Namun, berdasarkan verifikasi yang dilakukan, pendaftaran tersebut justru ditolak.
“Baru mendaftar dan sudah di-reject,” tegasnya.
Dengan demikian, dapat dipastikan bahwa tidak ada proses produksi atau pembagian makanan yang pernah dilakukan di lokasi tersebut.***
Penulis : Redaksi






