DN.com – Kepolisian memperpanjang rekayasa lalu lintas berupa contraflow di Tol Jakarta-Cikampek (Japek) dari KM 55 hingga KM 70 arah Cikampek mulai pukul 12.24 WIB. Minggu (22/3/2026).
Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan volume kendaraan menuju wilayah Timur Trans Jawa selama periode arus mudik Lebaran 2026.
Penerapan contraflow dilakukan secara situasional dengan mempertimbangkan kondisi lalu lintas di lapangan.
Baca Juga:
Pelepasan Siswa Kelas IX MTsN 2 Subang Berlangsung Khidmat, Apresiasi Prestasi dan Kreativitas Siswa
Bapenda Subang Menang Sengketa PBB Lawan Dua Perusahaan Pelabuhan Patimban
Uji Materi di MK, Pemohon Minta Kata “Aparat” dalam KUHP-KUHAP Dihapus karena Dinilai Diskriminatif
Kebijakan ini merupakan hasil koordinasi antara Jasamarga Transjawa Tol (JTT) dan pihak kepolisian guna menjaga kelancaran serta keselamatan pengguna jalan.
Vice President Corporate Secretary & Legal Jasamarga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paallo, menjelaskan bahwa contraflow menjadi langkah strategis untuk mengurai kepadatan kendaraan menuju arah Cikampek.
“Pemberlakuan contraflow dua lajur dari KM 55 hingga KM 70 arah Cikampek dilakukan atas diskresi kepolisian sebagai upaya menjaga kelancaran arus kendaraan menuju wilayah Timur Trans Jawa,” ujar Ria dalam keterangannya, melansir Indonesia Hallo.id. Minggu (22/3/2026).
Ia menambahkan, pihak JTT bersama kepolisian terus memantau kondisi lalu lintas secara intensif agar pengaturan berjalan optimal.
Baca Juga:
Gempa M 7,7 Picu Tsunami, BMKG Catat Gelombang Masuk Daratan di Sejumlah Wilayah Timur Indonesia
As SDM Kapolri Tegaskan Seleksi Akpol 2026 Bersih, Tanpa Jalur Titipan
JTT juga mengimbau seluruh pengguna jalan tol Trans Jawa untuk mengutamakan keselamatan dengan memastikan kondisi pengemudi dan kendaraan dalam keadaan prima sebelum perjalanan.
Pengguna jalan diharapkan menjaga jarak aman, mematuhi rambu lalu lintas, serta mengikuti arahan petugas di lapangan.
Sebelumnya, JTT bersama kepolisian juga melakukan penyesuaian skema contraflow di ruas Tol Japek. Akses masuk contraflow di KM 55 sempat ditutup sementara dan dialihkan melalui KM 47 hingga KM 65 pada pukul 10.05 WIB.
Ria menjelaskan, sistem buka-tutup akses contraflow diterapkan secara situasional dengan mempertimbangkan aspek keselamatan, kapasitas jalan, serta efektivitas dalam mengurai kepadatan lalu lintas.
Baca Juga:
Skandal MBG Terbongkar: Rp1,03 Triliun Motor Listrik Fiktif, Kejagung Bongkar Dugaan Korupsi di BGN
Panglima TNI Setujui Pengunduran Diri Mayjen Trenggono, Siap Fokus di BGN
Disorot karena Lokasi Terpencil, BPKP dan TNI Tinjau Koperasi Merah Putih di Kendal
“Langkah ini diharapkan dapat menjaga kelancaran perjalanan pengguna jalan, khususnya di titik-titik dengan volume kendaraan tinggi,” tutupnya.
Penulis : Redaksi






