Wapres Gibran Soroti PR Penting dalam Pelaksanaan Desain Besar Olahraga Nasional Dari Kurikulum hingga Peran Swasta

- Jurnalis

Kamis, 5 Desember 2024 - 19:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming memimpin rapat perdana Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) di Gedung Wisma Kementerian Pemuda dan Olahraga.(Dok Biro Pers Wapres)

Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming memimpin rapat perdana Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) di Gedung Wisma Kementerian Pemuda dan Olahraga.(Dok Biro Pers Wapres)

Deltanusantara.com – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming memimpin rapat perdana Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) di Gedung Wisma Kementerian Pemuda dan Olahraga. Kamis 5 Desember 2024.

Rapat perdana tersebut untuk menindaklanjuti salah satu misi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto terkait penguatan peran pemuda dan peningkatan prestasi olahraga.

Acara berlangsung di Gedung Wisma Kementerian Pemuda dan Olahraga, Jl. Gelora No. 21, Jakarta Pusat, Rabu (04/12/2024).

Pada kesempatan ini, Wapres menyoroti beberapa isu penting yang masih menjadi pekerjaan rumah bersama.

Pada kesempatan tersebut, Wapres Gibran menyampaikan sejumlah langkah strategis yang harus dijalankan untuk mengoptimalkan implementasi DBON.

Adapun salah satu PR yang menjadi fokus Wapres adalah masih minimnya atensi pemerintah pada pengembangan olahraga di sisi hulu.

“Pemerintah dan publik masih fokus di hilir saat atletnya menang, padahal di hulu masih belum maksimal, misalnya pencarian bakat, pembinaan, dan lain-lain,” ungkapnya.

 

04/12/2024
Sebagai upaya mewujudkan salah satu misi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto terkait penguatan peran pemuda dan peningkatan prestasi olahraga, Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming memimpin rapat perdana Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) di Gedung Wisma Kementerian Pemuda dan Olahraga, Jl. Gelora No. 21, Jakarta Pusat, Rabu (04/12/2024).

Pada kesempatan ini, Wapres menyoroti beberapa isu penting yang masih menjadi pekerjaan rumah (PR) bersama dan menyampaikan sejumlah langkah strategis yang harus dijalankan untuk mengoptimalkan implementasi DBON.

Adapun salah satu PR yang menjadi fokus Wapres adalah masih minimnya atensi pemerintah pada pengembangan olahraga di sisi hulu.

“Pemerintah dan publik masih fokus di hilir saat atletnya menang, [padahal] di hulu masih belum maksimal, misalnya pencarian bakat, pembinaan, dan lain-lain,” ungkapnya.

Terkait hal tersebut, Wapres meminta instansi terkait agar mengembangkan kurikulum dan melengkapi fasilitas penunjang olahraga di sekolah-sekolah. Termasuk juga mengakomodasi pengembangan talenta olahraga para penyandang disabilitas, baik dari segi sarana prasarana maupun pembinaan.

“Perlu perbaikan kurikulum pendidikan olahraga sehingga bisa membentuk pola hidup sehat, misalnya untuk mencegah obesitas pada anak usia sekolah,” pintanya.

Selain itu, Wapres juga menekankan pentingnya penyelesaian kurikulum untuk Sekolah Khusus Olahraga (SKO) agar dapat mendukung program DBON secara optimal.

Lebih jauh, Wapres meminta komitmen penuh dari seluruh kementerian/lembaga (K/L) agar program DBON dapat berjalan secara maksimal.

“[Harus] dipastikan DBON masuk dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) semua K/L tiap tahun. Juga masuk dalam RPJMN,” instruksinya.

Tidak hanya itu, Wakil Kepala Negara juga meminta Kementerian Dalam Negeri agar memastikan seluruh daerah menerapkan Desain Besar Olahraga Daerah (DBOD).

Sebab, sejauh ini baru dua provinsi di Indonesia yang telah memiliki DBOD. “Pastikan tiap daerah menjalankan DBOD dengan penuh komitmen,” tegasnya.

Wapres juga menekankan perlunya pelibatan sektor swasta dalam implementasi DBON, khususnya agar mengambil peran dalam pembangunan rumah sakit olahraga dan pengelolaan stadion.

“Buka kesempatan bagi swasta untuk membangun rumah sakit olahraga yang merata di tiap provinsi.
Termasuk pengambilalihan stadion-stadion kita yang mungkin terbengkalai,” imbaunya.

Menurut Wapres, keterlibatan swasta dapat mengoptimalkan pemanfaatan dan pemeliharaan infrastruktur olahraga di tengah keterbatasan anggaran pemerintah daerah.

Semantara itu. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo memaparkan dukungan-dukungan yang dibutuhkan dari sejumlah instansi terkait, guna meningkatkan prestasi olahraga, dari hulu hingga hilir.

“Di dalam program prioritas, salah satunya adalah peningkatan prestasi olahraga yang kami klasterisasi sesuai dengan instansi terkait.

Pemerintah mewajibkan sekolah negeri dan perguruan tinggi negeri untuk memberikan beasiswa kepada atlet, minimal 5 persen dari total daya tampung.

Ini terkait dengan Kemenpora, KemenPU, Kemendikdas, dan Kemenditisaintek,” terangnya.***

Biro Pers Wapres

Editor : Gerry

Berita Terkait

KPK Usulkan Reformasi Partai Politik: Ketua Umum Dibatasi Dua Periode, Pencalonan Wajib dari Kader
Pemerintah Matangkan Harga B50, Siap Berlaku Juli 2026
Mendagri Instruksikan Pembebasan Pajak Kendaraan Listrik, Gubernur Diminta Segera Tindaklanjuti
Mulai Juli 2026, Indonesia Setop Impor Solar Seiring Implementasi B50 Berbasis Sawit
Bareskrim Bongkar Impor HP Ilegal dari China, Sita Puluhan Ribu Unit Senilai Rp235 Miliar
KPK Telusuri Aset Tersangka Kasus RPTKA Kemnaker, Fokus Pemulihan Kerugian Negara
Menggabungkan Perencanaan dan Eksekusi: Ujian Besar Proyek Kereta Api Era Prabowo
Kabar Baik! Gaji ke-13 ASN Cair Juni 2026, Ini Rincian Besaran dan Ketentuannya

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 06:55 WIB

KPK Usulkan Reformasi Partai Politik: Ketua Umum Dibatasi Dua Periode, Pencalonan Wajib dari Kader

Kamis, 23 April 2026 - 21:42 WIB

Pemerintah Matangkan Harga B50, Siap Berlaku Juli 2026

Selasa, 21 April 2026 - 21:38 WIB

Mulai Juli 2026, Indonesia Setop Impor Solar Seiring Implementasi B50 Berbasis Sawit

Selasa, 21 April 2026 - 21:13 WIB

Bareskrim Bongkar Impor HP Ilegal dari China, Sita Puluhan Ribu Unit Senilai Rp235 Miliar

Selasa, 21 April 2026 - 20:05 WIB

KPK Telusuri Aset Tersangka Kasus RPTKA Kemnaker, Fokus Pemulihan Kerugian Negara

Berita Terbaru

Bahan bakar biodiesel 50 persen (B50) yang ditargetkan mulai diimplementasikan pada 1 Juli 2026.

Nasional

Pemerintah Matangkan Harga B50, Siap Berlaku Juli 2026

Kamis, 23 Apr 2026 - 21:42 WIB