DN.com – Operasional bus di Terminal Cicaheum, Kota Bandung, resmi berakhir. Seluruh layanan bus Angkutan Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) dihentikan dan dialihkan sepenuhnya ke Terminal Leuwipanjang kebijakan ini dimulai pada Selasa (26/5/2026) lalu.
Penutupan terminal legendaris di kawasan Bandung Timur ini merupakan bagian dari transformasi besar sistem transportasi publik. Sabtu (30/5/2026).
Ke depan, area Terminal Cicaheum akan dialihfungsikan menjadi depo utama Bus Rapid Transit (BRT), proyek strategis pemerintah pusat untuk mengurai kemacetan di wilayah Bandung Raya.
Baca Juga:
TNI Gagalkan Penyelundupan 25 Kontainer Mineral Radioaktif di Batam, Nilainya Capai Triliunan
Tak Ada Lagi MBG Saat Libur, BGN Ubah Pola Distribusi
Gaji Pencuci Piring MBG Tembus Rp3,5 Juta, Guru Honorer Masih Rp800 Ribu
Kepala Terminal Cicaheum, Asep Supriadi, mengonfirmasi bahwa penghentian operasional dilakukan setelah adanya surat edaran resmi dari pemerintah pusat yang telah ditindaklanjuti oleh pihak pengelola.
“Berdasarkan hasil rapat dan surat edaran, seluruh bus AKAP dan AKDP kini dialihkan ke Terminal Leuwipanjang,” ujar Asep.
Dampak kebijakan ini langsung terlihat dari pergeseran arus transportasi di Kota Bandung. Aktivitas keberangkatan dan kedatangan bus yang sebelumnya terpusat di Cicaheum kini berpindah ke wilayah selatan kota.
Asep menyebutkan, dalam setengah hari pertama pelaksanaan kebijakan, sekitar 85 hingga 100 armada bus telah dialihkan ke Terminal Leuwipanjang.
Baca Juga:
Pelemahan Rupiah Picu Perdebatan, Pemerintah dan Ekonom Beda Analisis
Idul Adha 1447 H, Polda Jabar Sembelih 160 Hewan Kurban, Perkuat Kepedulian Sosial ke Masyarakat
Golkar Desak Dana MBG Tak Ganggu Anggaran Pendidikan, Mekeng Siap Surati Presiden Prabowo
Bahkan, untuk rute-rute padat seperti tujuan Kabupaten Garut, operasional bus di Cicaheum sudah sepenuhnya dihentikan.
Petugas di lapangan juga telah disiagakan untuk mengarahkan armada yang masih mencoba masuk ke area terminal agar segera beralih ke Leuwipanjang.
Meski layanan bus reguler telah ditutup total, aktivitas di Terminal Cicaheum belum sepenuhnya berhenti.
Sejumlah penumpang masih terlihat datang karena belum mengetahui adanya perubahan kebijakan.
Baca Juga:
Polisi Ungkap Penipuan Penjualan Titik SPPG di Jabar, Kerugian Capai Rp1,9 Miliar
Fakta Persidangan Terungkap: Bukti CCTV dan Temuan INAFIS Perkuat Peran Terdakwa dalam Kasus Paoman
Untuk mengantisipasi kebingungan masyarakat, pengelola terminal terus memberikan informasi melalui pengeras suara di area peron, sekaligus mengarahkan penumpang ke terminal tujuan yang baru.
Dalam masa transisi ini, operasional terbatas masih diberikan kepada angkutan kecil seperti elf yang masih dalam tahap penyesuaian.
“Untuk rute Garut, bus sudah tidak ada lagi di sini. Hanya angkutan kecil seperti elf yang masih beroperasi sementara,” pungkas Asep.
Dengan perubahan ini, Pemerintah berharap sistem transportasi di Bandung dapat menjadi lebih terintegrasi, efisien, dan mampu mengurangi tingkat kemacetan di kawasan perkotaan.***
Penulis : Redaksi






