DN.com LAMONGAN – Semangat gotong royong dan kebersamaan terus terjaga di Dusun Babatan, Desa Sekarbagus, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan.
Melalui kegiatan rutin Jamaah Yasin dan Tahlil yang digelar setiap malam Jumat, warga RT 01 tidak hanya memperkuat nilai-nilai keagamaan, tetapi juga membangun kepedulian sosial di lingkungan mereka.
Kegiatan yang dipimpin Ustadz Ibnu Sutowo selaku imam jamaah sekaligus Ketua RT 01 itu diawali dengan pembacaan Surat Yasin, tahlil, dan doa bersama.
Baca Juga:
Kasus Korupsi MBG Bertambah, Kejagung Tahan Brigjen Pol Lalu Muhammad Iwan Mahardan
Pemerintah Uji Coba Tabung CNG Merah Putih 3 Kg dari China, Harga Disamakan dengan LPG Subsidi
Komisi II Hormati Putusan MK, Pilkada Tetap Dipilih Langsung oleh Rakyat
Setelah itu, warga melanjutkan ramah tamah dan musyawarah membahas berbagai kebutuhan masyarakat.
Dalam forum tersebut, Ustadz Ibnu Sutowo mengumumkan bahwa pembangunan rumah layak huni untuk Mbah Reban, seorang warga lanjut usia yang tinggal seorang diri dengan kondisi rumah yang memprihatinkan, akan dimulai pada Jumat (3/7/2026).
“Alhamdulillah, dana pembangunan sudah terkumpul berkat swadaya masyarakat Babatan, bantuan para perantau di Riau, sejumlah komunitas, serta donasi material bangunan seperti kayu dan paku,” ujarnya.
Pembangunan rumah tersebut menjadi bukti kuatnya solidaritas warga. Dukungan tidak hanya datang dari masyarakat yang tinggal di dusun, tetapi juga dari para perantau yang tetap peduli terhadap kampung halamannya.
Baca Juga:
Terbongkar! Sindikat Lowongan Kerja Palsu di Jabar Raup Rp801 Juta, Otaknya Kabur ke Kamboja
Pemkab Sumedang Verifikasi Status Lahan Sebelum Tertibkan PKL dan Bangunan Liar
Selain membahas program sosial, warga juga mulai mempersiapkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Salah satu kegiatan yang akan dilaksanakan adalah gotong royong mengecat tiang listrik di sepanjang jalan dusun agar lingkungan terlihat lebih bersih, rapi, dan semarak menjelang perayaan 17 Agustus.
Bagi masyarakat Babatan, kegiatan rutin Yasin dan Tahlil bukan sekadar agenda keagamaan, melainkan juga menjadi wadah mempererat silaturahmi, menyelesaikan persoalan warga melalui musyawarah, serta menumbuhkan semangat gotong royong.
Melalui kebersamaan yang terus dijaga, warga berharap tradisi saling membantu dan peduli terhadap sesama tetap menjadi budaya yang diwariskan kepada generasi berikutnya.***
Baca Juga:
Pemerintah Siapkan CNG 3 Kg Pengganti LPG Subsidi, Ini 3 Fakta Penting yang Perlu Diketahui
Blunder Ao Tanaka Jadi Petaka, Jepang Tersingkir Dramatis Usai Dikalahkan Brasil
Penulis : Subowo/Sami'an
Editor : Redaksi






