RUU Perampasan Aset Dibahas, Akademisi FH UII Usulkan Istilah Penyitaan

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 10 September 2026 - 21:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Komisi III DPR RI terus menghimpun masukan dari berbagai kalangan dalam penyusunan dan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perampasan Aset.

Komisi III DPR RI terus menghimpun masukan dari berbagai kalangan dalam penyusunan dan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perampasan Aset.

 

DN.com – Komisi III DPR RI terus menghimpun masukan dari berbagai kalangan dalam penyusunan dan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perampasan Aset.

Kali ini, masukan disampaikan akademisi Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (FH UII), Mudzakkir. Dikutip Kamis (10/9/2026).

Mudzakkir menilai penggunaan istilah “perampasan” dalam RUU tersebut perlu dikaji kembali.

Menurutnya, istilah perampasan digunakan hakim dalam putusan pengadilan, sedangkan pada tahap penyidikan mekanisme yang digunakan adalah “penyitaan”.

Baca Juga:  Komisi III DPR All Out Bahas RUU Perampasan Aset, Masa Reses Tetap Dipakai Serap Aspirasi

Ia merujuk pada UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dan UU Nomor 20 Tahun 2025 tentang KUHAP.

Menurutnya, aset yang disita penyidik selanjutnya diajukan ke pengadilan untuk dibuktikan sebelum hakim memutuskan apakah aset tersebut dapat dirampas untuk negara.

“Kalau terbukti tindak pidana, hakim memutus untuk dirampas (bisa) untuk negara,” kata Mudzakkir dalam RDPU bersama Komisi III DPR RI, pada Rabu (9/9/2026).

Mudzakkir menjelaskan, sedikitnya terdapat tiga kategori aset yang dapat disita, yakni aset yang digunakan untuk melakukan tindak pidana, berasal dari tindak pidana, atau merupakan hasil tindak pidana. Aset tersebut kemudian dapat diajukan ke pengadilan untuk pembuktian.

Baca Juga:  RUU Perampasan Aset Didesak Segera Tuntas, Akademisi Soroti Definisi dan Mekanismenya

Menurut dia, aset yang berkaitan dengan tindak pidana juga dapat menjadi objek penyitaan sepanjang hubungan aset tersebut dengan tindak pidana dapat dibuktikan.

Mudzakkir mengusulkan agar RUU Perampasan Aset lebih diarahkan pada aset yang diperoleh melalui perbuatan melawan hukum di luar ranah pidana, termasuk aspek administrasi maupun perdata.

“Baik administrasi atau perdata, aset itu berasal dari perbuatan melawan hukum,” ujarnya.

Baca Juga:  Ketua Komisi III DPR: RUU Perampasan Aset Tak Hanya Sasar Korupsi

Sementara untuk aset yang berkaitan dengan tindak pidana, ia menilai mekanisme penyitaan dapat diterapkan terhadap seluruh jenis tindak pidana, tidak terbatas pada perkara korupsi.

Menurut Mudzakkir, hal yang tidak kalah penting adalah profesionalisme aparat penegak hukum dalam melakukan penyitaan agar kewenangan tersebut tidak membuka celah terjadinya penyalahgunaan.***

 

Penulis : Gr

Berita Terkait

PPPK Usia 35 Tahun ke Atas Minta Kesempatan Tes PNS, FOKAP: Asal Diberi Peluang
Prabowo Siapkan Penghematan Besar-besaran Lagi, Menkeu: Demi Kesejahteraan Rakyat
Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Presiden Apresiasi Kinerja Kabinet Merah Putih
Pemerintah Uji Coba MBG Prasmanan di 66 SPPG, Pengawasan Dapur Diperketat dengan AI
Prabowo Reshuffle Kabinet Merah Putih, Lantik Tujuh Pejabat Baru di Istana Negara
KPK Tetapkan Tersangka Kasus OTT Dana Kebencanaan BNPB, Sita Uang Rp1,4 Miliar dan Emas
Jangan Salah Pilih! Ini 5 Ciri Calon Kepala Desa yang Layak Dipercaya
Seleksi Calon Hakim MA 2026 Dibuka, Simak Syarat Usia, TOEFL hingga Kuota Khusus Papua dan Aceh

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:32 WIB

PPPK Usia 35 Tahun ke Atas Minta Kesempatan Tes PNS, FOKAP: Asal Diberi Peluang

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:43 WIB

Prabowo Siapkan Penghematan Besar-besaran Lagi, Menkeu: Demi Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:24 WIB

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Presiden Apresiasi Kinerja Kabinet Merah Putih

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:12 WIB

Pemerintah Uji Coba MBG Prasmanan di 66 SPPG, Pengawasan Dapur Diperketat dengan AI

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:42 WIB

Prabowo Reshuffle Kabinet Merah Putih, Lantik Tujuh Pejabat Baru di Istana Negara

Berita Terbaru