Deltanusantara.com – Anggota DPR Indramayu fraksi PKB kujungi Desa Cangko Kecamatan Tukdana Kabupaten Indramayu. Jumat 14 Februari 2025.
Kedatangan nya ke Desa Cangko menindaklanjuti atas keluhan warga masyarakat terkait akses jalan desa yang rusak parah dengan menggelar pertemuan dengan stakeholder terkait. Acara berlangsung di Kantor Desa Cangko.
Turut hadir Forkopincam, Kepala Desa Cangko, tokoh masyarakat serta dengan pihak BBWS dan pelaksana proyek.
Baca Juga:
Pelepasan Siswa Kelas IX MTsN 2 Subang Berlangsung Khidmat, Apresiasi Prestasi dan Kreativitas Siswa
Bapenda Subang Menang Sengketa PBB Lawan Dua Perusahaan Pelabuhan Patimban
Uji Materi di MK, Pemohon Minta Kata “Aparat” dalam KUHP-KUHAP Dihapus karena Dinilai Diskriminatif
Pada pemberitaan sebelumnya warga masyarakat Desa Cangko menyampaikan keluhannya terkait jalan desa serta beberapa jembatan yang rusak, dampak dari aktivitas angkutan kendaraan Drum truk pengerjaan proyek.
Usai pertemuan anggota DPRD Indramayu Kiki Ariandi mengatakan, pertemuan kali ini digelar untuk mencari menyelesaikan permasalah yang ada dimasyarakat,”katanya.
Kiki menjelaskan jalan yang rusak dari Rancajawat sampai Sukaperna sepanjang 7 kilo meter tersebut salah satu jalan desa untuk beraktivitas sehari-hari warga.
Tadi kita, mendengarkan alasan dan penjelasan dari pihak BBWS, bahwa pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pihak lainnya,”tuturnya.
Baca Juga:
Gempa M 7,7 Picu Tsunami, BMKG Catat Gelombang Masuk Daratan di Sejumlah Wilayah Timur Indonesia
As SDM Kapolri Tegaskan Seleksi Akpol 2026 Bersih, Tanpa Jalur Titipan
Pihak BBWS beralasan, yang menggunakan jalan tersebut bukan hanya pihaknya tetapi ada juga PT Pertamina yang sedang melakukan pengeboran.
Lebih lanjut Kiki menuturkan, jadi intinya mereka akan berembuk untuk mengkalkulasi biaya yang harus dikeluarkan baik dari pihak BBWS (PT HAKA dan PT Abdi Praya Brantas ) juga dengan PT Pertamina.

Mereka juga menjelaskan bahwa pengerjaan proyek masih berlangsung, namun tak menutup kemungkinan untuk mencari solusi agar apa yang diharapkan warga bisa terakomodir,”ucapnya.
Dirinya menegaskan bahwa akan terus mengawal hasil dari pertemuan tersebut hingga keluhan masyarakat Desa Cangko bisa terpenuhi.
Baca Juga:
Skandal MBG Terbongkar: Rp1,03 Triliun Motor Listrik Fiktif, Kejagung Bongkar Dugaan Korupsi di BGN
Panglima TNI Setujui Pengunduran Diri Mayjen Trenggono, Siap Fokus di BGN
Disorot karena Lokasi Terpencil, BPKP dan TNI Tinjau Koperasi Merah Putih di Kendal
Kata yang sama disampaikan salah satu masyarakat H Dawing. Dirinya berharap agar hasil pertemuan tersebut bisa secepatnya dicarikan solusi yang terbaik.
Ya!, tadi kita menyimak juga ada hal yang dirasa tidak ada kejelasan kapan proyek itu selesai?. Semisal selesainya satu bulan lagi, itu mungkin tidak masalah,”ujarnya.
Tapi kalau sampai berbulan-bulan, atau 1 tahun proyek itu selesai, lantas bagaimana dengan jalan desa ini yang hancur dan berlumpur.
Saya berharap pihak BBWS dan PT Pertamina bersikap bijak, kondisi jalan yang hancur dan berlumpur seperti itu, aktivitas masyarakat jelas sangat terganggu bahkan rawan kecelakaan,”tandasnya.***
Yuk! Baca artikel Deltanusantara.com lainy
a di Google News.
Penulis : Dna Yaya
Editor : Gerry






