DN.com – Pembangunan daerah perlu dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, investor, akademisi, media, dan masyarakat atau dikenal dengan konsep pentahelix.
Pendekatan ini dinilai penting agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara luas oleh seluruh lapisan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Bupati Indramayu, Lucky Hakim, saat melakukan kunjungan kerja ke PT Free View Internasional. Kamis (4/6/2026).
Kunjungan ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Indramayu dalam mendorong pertumbuhan investasi sekaligus memperluas lapangan kerja bagi masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Lucky Hakim menegaskan bahwa Kabupaten Indramayu memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai kawasan industri tanpa mengesampingkan sektor pertanian yang selama ini menjadi salah satu kekuatan utama daerah.
Menurutnya, Indramayu didukung oleh sumber daya alam yang melimpah serta kawasan industri yang luas, mencapai sekitar 14 ribu hektare.
Namun demikian, pengembangan industri harus tetap berjalan seiring dengan upaya menjaga keberlangsungan lahan pertanian guna mempertahankan ketahanan pangan.
Baca Juga:
KPK Buru Wamen Imigrasi Silmy Karim Usai OTT di Jakbar, Belasan Orang Diamankan
Kejagung Geledah Kantor BGN di Kebon Sirih, Dijaga TNI Usai Pencopotan Kepala Badan BGN
Dana Posyandu Disikat! Eks Kades di Garut Masuk Bui, Uang Desa Dipakai Bayar Utang
Lucky Hakim juga menyoroti karakter masyarakat Indramayu yang dikenal sebagai pekerja keras. Selama ini, banyak warga yang bekerja hingga ke luar negeri sebagai pekerja migran.
Namun kondisi tersebut kerap membuat keluarga harus terpisah dalam waktu yang lama.
Oleh karena itu, kehadiran industri yang mampu menyerap tenaga kerja lokal dinilai menjadi solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus membuka peluang kerja di daerah sendiri.
“Kami mendapat informasi bahwa tahun depan kebutuhan tenaga kerja bisa mencapai sekitar 20 ribu orang.
Baca Juga:
Prabowo Resmi Rombak Pimpinan BGN, Nanik S. Deyang Ditunjuk sebagai Kepala Baru
Tragedi Khitanan di Bekasi, Tiga Pemain Sisingaan Tewas Tersengat Listrik
BGN Ancam Tutup Dapur MBG yang Abaikan Peternak Lokal, Tenggat Satu Pekan Diberlakukan
Ini tentu akan memberikan dampak besar terhadap perputaran ekonomi masyarakat.
Kami berharap perusahaan terus berkembang dan tetap memperhatikan kesejahteraan para pekerja,” ujar Lucky.
Usai berdialog dengan manajemen perusahaan, Bupati Lucky Hakim bersama direksi PT Free View Internasional meninjau langsung area produksi.
Dalam peninjauan tersebut, ia melihat proses pembuatan komponen sepatu serta berdialog dengan sejumlah karyawan mengenai aktivitas kerja mereka sehari-hari.
Sementara itu, Pengawas Produksi PT Free View Internasional, Elis Fatimah, menjelaskan bahwa karyawan baru saat ini masih menjalani masa pelatihan selama tiga bulan sebelum diangkat menjadi karyawan tetap.
Ia menyebutkan, jumlah tenaga kerja aktif di perusahaan tersebut saat ini mencapai 107 orang, termasuk pengawas produksi.
“Dalam masa pelatihan, para karyawan mempelajari tiga tahapan utama penjahitan komponen sepatu. Perkembangan mereka cukup baik dan sudah mengenal berbagai jenis komponen.
Jika memenuhi standar kinerja dan disiplin, mereka dapat diangkat menjadi karyawan tetap,” jelasnya.
Salah seorang karyawan, Euis, warga Desa Sanca, Kecamatan Gantar, yang baru bergabung sejak Mei 2026, mengaku bersyukur bisa bekerja di perusahaan tersebut.
Selain mendapatkan penghasilan, ia juga memperoleh pengalaman dan keterampilan baru.
Melalui kunjungan ini, Pemerintah Kabupaten Indramayu berharap investasi yang masuk dapat terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam membuka lapangan kerja serta meningkatkan kualitas tenaga kerja lokal.***
Penulis : Redaksi






