Harga Beras Dunia Jatuh, Disinyalir Indonesia Jadi Penyebabnya?

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 17 Mei 2025 - 14:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga beras dunia tengah pun mengalami penurunan tajam hingga di bawah US$ 400 per ton. Anjloknya harga beras ini, Pemerintah meyakini karena ada faktor Indonesia.

Harga beras dunia tengah pun mengalami penurunan tajam hingga di bawah US$ 400 per ton. Anjloknya harga beras ini, Pemerintah meyakini karena ada faktor Indonesia.

 

Deltanusantara.com – Keputusan pemerintah untuk menghentikan impor beras telah berkontribusi menurunkan harga beras dunia dari US$460 per ton menjadi US$390 per ton.

Diberitakan sebelumnya, Indonesia surplus beras, bahkan Bulog disebut telah menyewa dan meminjam gudang dari berbagai pihak, termasuk aparat dan desa.

Atas hal itu, harga beras dunia tengah pun mengalami penurunan tajam hingga di bawah US$ 400 per ton. Anjloknya harga beras ini, Pemerintah meyakini karena ada faktor Indonesia.

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono memastikan hal itu tidak berpengaruh signifikan terhadap Indonesia. Sebagai negara yang kini tidak lagi mengandalkan impor.

Indonesia justru disebut sebagai salah satu penyebab turunnya harga beras global.

“Kalau tren beras dunia menurun, karena pelanggan utama dan yang paling banyak membelinya, nggak impor lagi, yaitu Indonesia,” kata Sudaryono dalam kunjungannya ke Rice Mill Unit (RMU) Bulog di Karawang, Jawa Barat, Kamis (15/5/2025).

Baca Juga:  Wapres Tinjau Pasar Dauh Pala Tabanan, Pastikan Kondisi Ekonomi Bali Tetap Terjaga

“Begitu Indonesia nggak impor, mereka jadi oversupply, begitu oversupply maka harga jadi turun,” sambungnya.

Pernyataan ini sekaligus menegaskan bahwa posisi Indonesia kini makin kuat sebagai negara produsen, bukan pembeli.

Kebijakan penghentian impor menurut Sudaryono, telah mengubah peta pasokan global dan menyebabkan harga di pasar internasional ikut tertekan.

Ia pun menegaskan, turunnya harga beras dunia tidak akan berdampak pada harga domestik.

Alasannya sederhana, karena sebagian besar beras yang beredar di Indonesia merupakan hasil produksi petani dalam negeri.

“Kita itu kan tidak terpengaruh, harga beras kita dengan beras dunia, karena kan kita produksi semua dalam negeri, sehingga nggak ada masalah,” sebut dia.

Justru saat ini tantangan utama pemerintah adalah mengelola panen yang melimpah. Ia menyebut situasi ini sebagai “good problem (masalah yang baik)”. Menurutnya, lebih baik kebanjiran hasil panen ketimbang kekurangan pasokan.

Baca Juga:  Diduga Dikorupsi, Anggaran Laptop Chromebook Kemendikbudristek Nyaris Tembus Rp 10 Triliun 

“Ini kan namanya good problem, lebih baik panen melimpah kita bingung cari solusi, daripada kita panennya nggak ada barangnya,” tuturnya.

Sudaryono juga membeberkan kondisi gudang Bulog yang sudah penuh akibat tingginya volume penyerapan beras dari petani.

“Ini menjadi catatan, sekali lagi, Bulog ini sudah luar biasa, ternyata panennya jauh lebih banyak daripada yang kita perkirakan. Sehingga kita berharap, ini gudangnya sudah penuh semua,” katanya.

Bahkan, demi menampung surplus beras, Bulog disebut telah menyewa dan meminjam gudang dari berbagai pihak, termasuk aparat dan desa.

“Udah nyewa gudang, udah pinjam gudang, udah gudangnya polisi, gudangnya tentara yang nggak terpakai, bahkan gudangnya kepala desa, kalau di desa itu ada gudang, kita udah sisir semua gudang supaya bisa menyerap lebih banyak,” lanjut Sudaryono.

Baca Juga:  Badan Gizi Nasional Tutup Pendaftaran Mitra SPPG, Target 30.000 SPPG Tercapai

Terkait kemungkinan ekspor di tengah turunnya harga global, Sudaryono tetap menjawab santai. Ia memastikan ekspor tetap bisa dilakukan dengan harga yang sesuai pasar.

“Saya kira kita nggak ada (masalah), kita mau ekspor kan kita tawarkan harganya segini,” ujarnya singkat.

Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menyebut keputusan pemerintah untuk menghentikan impor beras telah berkontribusi menurunkan harga beras dunia dari US$460 per ton menjadi US$390 per ton.

“Terendah terjadi saat ini, karena kita tidak mengimpor,” ujar Amran kepada wartawan di kantornya.***

 

 

Yuk! baca artikel Deltanusantara.com lainnya di GoogleNews.

 

 

 

Penulis : Gerry

Sumber Berita : Kementerian Pertanian

Berita Terkait

PPPK Usia 35 Tahun ke Atas Minta Kesempatan Tes PNS, FOKAP: Asal Diberi Peluang
Prabowo Siapkan Penghematan Besar-besaran Lagi, Menkeu: Demi Kesejahteraan Rakyat
Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Presiden Apresiasi Kinerja Kabinet Merah Putih
Pemerintah Uji Coba MBG Prasmanan di 66 SPPG, Pengawasan Dapur Diperketat dengan AI
Prabowo Reshuffle Kabinet Merah Putih, Lantik Tujuh Pejabat Baru di Istana Negara
KPK Tetapkan Tersangka Kasus OTT Dana Kebencanaan BNPB, Sita Uang Rp1,4 Miliar dan Emas
Jangan Salah Pilih! Ini 5 Ciri Calon Kepala Desa yang Layak Dipercaya
Seleksi Calon Hakim MA 2026 Dibuka, Simak Syarat Usia, TOEFL hingga Kuota Khusus Papua dan Aceh

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:32 WIB

PPPK Usia 35 Tahun ke Atas Minta Kesempatan Tes PNS, FOKAP: Asal Diberi Peluang

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:43 WIB

Prabowo Siapkan Penghematan Besar-besaran Lagi, Menkeu: Demi Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:24 WIB

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Presiden Apresiasi Kinerja Kabinet Merah Putih

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:12 WIB

Pemerintah Uji Coba MBG Prasmanan di 66 SPPG, Pengawasan Dapur Diperketat dengan AI

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:42 WIB

Prabowo Reshuffle Kabinet Merah Putih, Lantik Tujuh Pejabat Baru di Istana Negara

Berita Terbaru