DN.com – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, meminjamkan mobil dinas Toyota Alphard miliknya kepada Wali Kota Banjar, Sudarsono, di tengah sorotan pengadaan kendaraan dinas di sejumlah daerah. Kamis (5/3/2026).
Dedi menegaskan bahwa kendaraan yang digunakan Wali Kota bukan hasil pembelian baru dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Banjar, melainkan dialihkan dari mobil dinas Gubernur untuk menunjang mobilitasnya.
“Kalau Wali Kota Banjar pakai Alphard itu bukan beli, tapi pemberian dari saya,” ujar Dedi dalam keterangan pada Senin (2/3/2026). Lalu.
Menurutnya, Sudarsono sempat mengeluhkan mobil dinas lama yang kerap mogok, sementara anggaran Pemerintah Kota Banjar terbatas sehingga tidak memungkinkan untuk membeli kendaraan baru.
Baca Juga:
Dedi Mulyadi Benahi Bandung: Target Kota Bersih, Terang, dan Bebas Macet
Polres Garut Bongkar Peredaran Sabu 197,8 Gram, Seorang Kurir Diamankan
Sumedang Berbenah di Usia 448 Tahun, Fokus Kesejahteraan dan Pembangunan Berkelanjutan
“Kasihan tidak boleh membeli mobil dinas, nggak ada anggarannya. Mobilnya mogok, nih saya kasih dari Provinsi,” katanya.
Dedi menilai tidak ada persoalan jika kendaraan tersebut dipinjamkan untuk mendukung kelancaran tugas pemerintahan.
“Mobil saya kasih pinjam, kecuali pacar nggak akan dipinjamkan,” ucapnya secara berseloroh.
Sebelumnya, sejak awal menjabat, Dedi telah mencoret anggaran pengadaan mobil dinas baru. Selain itu, anggaran baju dinas dan kunjungan luar negeri juga ditiadakan demi efisiensi.
Baca Juga:
KPK Usulkan Reformasi Partai Politik: Ketua Umum Dibatasi Dua Periode, Pencalonan Wajib dari Kader
Pemerintah Matangkan Harga B50, Siap Berlaku Juli 2026
Mendagri Instruksikan Pembebasan Pajak Kendaraan Listrik, Gubernur Diminta Segera Tindaklanjuti
“Misalnya anggaran baju dinas saya dihapus, anggaran baju dinas Gubernur Jawa Barat Rp150 juta lebih dinolkan, anggaran kunjungan luar negeri Rp1,5 miliar dinolkan, anggaran perjalanan dinas Rp1,8 miliar disisain hanya Rp700 juta. Hilang hampir 40%,” jelasnya.
Saat membedah inventaris di Gedung Pakuan, ia juga memilih mendistribusikan mobil dan motor dinas kepada Sekda, Kepala Biro, hingga staf bagian umum.
Dedi mengaku sudah cukup menggunakan kendaraan pribadinya untuk operasional sehari-hari.***
Baca Juga:
Bupati Sumedang Tegaskan Penataan Kabel Semrawut, Sumedang Targetkan Jadi Percontohan Nasional
Saldo Kas Pemprov Jabar Tembus Rp110,6 Miliar, Pajak Kendaraan Dominasi Penerimaan
Desa Cigadog Wakili Kecamatan Cisalak dalam Lomba Perpustakaan Tingkat Kabupaten Subang
Penulis : Redaksi






