Gubernur Jabar Dedi Mulyadi: Audit Kualitas, Bayar Hanya untuk Proyek Terbaik

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 12 Januari 2026 - 17:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan akan melakukan audit ketat terhadap seluruh proyek pembangunan tahun anggaran 2025.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan akan melakukan audit ketat terhadap seluruh proyek pembangunan tahun anggaran 2025.

 

DN.com – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan akan melakukan audit ketat terhadap seluruh proyek pembangunan tahun anggaran 2025.

Ia mengancam tidak akan melunasi pembayaran secara penuh bagi kontraktor yang menghasilkan pekerjaan berkualitas rendah. Senin (12/1/2026).

Dedi memastikan ketersediaan kas sebesar Rp621 miliar untuk melunasi sisa pekerjaan, namun pencairan tergantung hasil evaluasi lapangan.

“Pembayaran akan dilakukan setelah audit. Dari situ kita tahu apakah kualitas pekerjaan sangat baik, baik, atau kurang baik,” katanya.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Permudah Akses Bantuan Perumahan, Luncurkan Skema KUR dan Aplikasi “Imah Aing”

Ia menekankan pentingnya akuntabilitas dalam penggunaan uang negara. “Pekerjaan yang kurang baik, kami tidak akan membayarkan semuanya,” tegas mantan Bupati Purwakarta itu.

Sumber dana pelunasan berasal dari Dana Alokasi Umum (DAU) dan setoran pajak kendaraan bermotor yang masuk harian ke kas daerah.

Dedi mengapresiasi kesadaran wajib pajak kendaraan bermotor yang terus memperkuat kapasitas fiskal provinsi untuk membiayai infrastruktur.

Gubernur juga membuka ruang pengawasan partisipatif. Warga diminta melaporkan kualitas proyek di wilayah masing‑masing melalui media sosial agar kontrol kualitas menjadi objektif dan transparan.

Baca Juga:  Serba-serbi Kemerdekaan, Lomba Anak-anak di RT 02 RW 03 Desa Cisalak Berlangsung Meriah

“Silakan sampaikan kritik dan saran lewat media sosial. Dengan begitu, setiap rupiah pajak kembali dalam bentuk fasilitas publik yang prima,” ujarnya.

Sebelumnya, Pemprov Jabar mencatat sisa Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) hanya Rp500.000 pada akhir tahun, namun terdapat tunggakan pembayaran kontraktor sebesar Rp621 miliar pada APBD 2025.

Sekretaris Daerah Herman Suryatman mengakui hal itu terjadi karena target pendapatan progresif tidak tercapai meski belanja publik digenjot maksimal.

Baca Juga:  Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Keluarkan Surat Edaran, Larang Penerimaan dan Pemberian THR Kepada Siapapun

“APBD 2025 kita progresif, pendapatan dipasang kenceng, belanjanya juga kenceng. Dari sisi pendapatan bukan berarti kinerjanya buruk, tapi targetnya di atas rata‑rata,” jelas Herman.

Dengan langkah audit dan partisipasi publik, Dedi berharap setiap proyek pembangunan di Jawa Barat dapat memberikan manfaat yang nyata dan berkualitas bagi masyarakat.***

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Polda Jabar Tangkap Oknum Dokter, Diduga Perkosa Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Kejati Jabar Tahan Wakil Bupati Indramayu dalam Kasus Dugaan Korupsi Rp18,7 Miliar
Bandung Kembali Kondusif Usai Kericuhan, Belasan Polisi Terluka Diserang OTK
100 Siswa dan Guru di Cirebon Diduga Keracunan MBG, Operasional SPPG Dihentikan Sementara
Camat Sagalaherang Sambangi Lima Cakades Leles, Ajak Jaga Persatuan dan Kondusivitas
Polda Jabar Bongkar Gudang Obat Keras di Bandung, Potensi Produksi Capai 8 Juta Pil per Hari
Kapolda Jabar Gandeng Petani Tanam Bawang Putih, Siapkan Dukungan untuk Panen Raya Nasional
Syukuran Kantor Sementara, DPK PERADI Profesional Subang Perkuat Komitmen Pelayanan Hukum

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:04 WIB

Polda Jabar Tangkap Oknum Dokter, Diduga Perkosa Anak Kandung Berusia 4 Tahun

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:40 WIB

Kejati Jabar Tahan Wakil Bupati Indramayu dalam Kasus Dugaan Korupsi Rp18,7 Miliar

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:07 WIB

100 Siswa dan Guru di Cirebon Diduga Keracunan MBG, Operasional SPPG Dihentikan Sementara

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:53 WIB

Camat Sagalaherang Sambangi Lima Cakades Leles, Ajak Jaga Persatuan dan Kondusivitas

Senin, 19 Oktober 2026 - 07:17 WIB

Polda Jabar Bongkar Gudang Obat Keras di Bandung, Potensi Produksi Capai 8 Juta Pil per Hari

Berita Terbaru