Deltanusantara.com – Rencana mengambil alih pengelolaan RSUD Sentot dari Pemkab Indramayu ke Pemprov Jabar yang disampaikan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi disambut baik Bupati Indramayu, Lucky Hakim.
Lucky menjelaskan, RSUD Sentot yang terletak di Kecamatan Patrol merupakan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) milik Pemda Indramayu. Rumah sakit itu berfungsi untuk pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“Tapi prakteknya ada yang tidak bisa kita banggakan, yaitu pelayanannya yang tidak optimal,” ujar Lucky, Rabu (30/7/2025).
Baca Juga:
Tinjau Layanan SPMB, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Imbau Orang Tua Siswa Tetap Tenang
338 KPM di Desa Kalitengah Terima Bantuan Sembako, Warga Bersyukur Terbantu
Pelepasan Siswa Kelas IX MTsN 2 Subang Berlangsung Khidmat, Apresiasi Prestasi dan Kreativitas Siswa
Dengan statusnya sebagai BLUD, maka RSUD Sentot sebenarnya memiliki fleksibilitas dalam pengelolaan keuangan yang berbeda dari SKPD lainnya.
Namun kenyataannya, rumah sakit tersebut tidak berkembang dengan baik. “Dari sisi finansial juga punya hutang. Bahkan sering minta top up dari APBD,” kata Lucky.
Menurut Lucky, sepengetahuannya, RSUD Sentot tidak pernah menyumbang pendapatan untuk APBD Indramayu.
Menurutnya, yang terjadi justru sebaliknya. “Yang ada kan top up terus, dibangun, dibayarin, dibiayain.
Baca Juga:
Bapenda Subang Menang Sengketa PBB Lawan Dua Perusahaan Pelabuhan Patimban
Uji Materi di MK, Pemohon Minta Kata “Aparat” dalam KUHP-KUHAP Dihapus karena Dinilai Diskriminatif
Kalau pelayanannya optimal, masyarakatnya puas, pada sembuh datang ke situ, Alhamdulillah. Tapi kenyataannya kan tidak,” kata Lucky.
Untuk itu, ketika ada opsi penawaran dari gubernur Jabar untuk mengambil alih pengelolaan RSUD MA Sentot ke Pemprov Jabar, Lucky pun menyambutnya. “Saya sambut dengan baik,” katanya.
Lucky mengakui, diatas kertas, pengambilalihan itu akan membuat aset Kabupaten Indramayu menjadi berkurang.
Namun ia menilai, pelayanan kepada masyarakat akan lebih optimal dan bisa memberikan efek ekonomi yang besar.
Baca Juga:
Gempa M 7,7 Picu Tsunami, BMKG Catat Gelombang Masuk Daratan di Sejumlah Wilayah Timur Indonesia
As SDM Kapolri Tegaskan Seleksi Akpol 2026 Bersih, Tanpa Jalur Titipan
Skandal MBG Terbongkar: Rp1,03 Triliun Motor Listrik Fiktif, Kejagung Bongkar Dugaan Korupsi di BGN
Dibawah pengelolaan Pemprov Jabar, Lucky menilai, RSUD Sentot akan menjelma menjadi rumah sakit besar seperti halnya RS Hasan Sadikin.
Masyarakat yang datang ke rumah sakit itu bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal, dengan peralatannya yang canggih dan dokter yang lengkap.
Tak hanya dari Kabupaten Indramayu, masyarakat dari daerah lain seperti Subang dan Majalengka juga nantinya bisa dilayani di RSUD Sentot.
Hal itupun akhirnya akan menimbulkan efek ekonomi yang luas bagi daerah dan masyarakat sekitarnya.
“Ini peluang yang besar. Tentu masyarakat Indramayu barat akan sangat menyambut dengan senang, dengan bangga, Indramayu barat akan punya rumah sakit besar,” kata Lucky.
Ia menambahkan, di sekitar RS Sentot nantinya bisa dibangun hotel yang menjadi tempat menginap bagi para keluarga pasien.
Selain itu, ia juga akan membenahi Pasar Patrol hingga menjadi besar dan representatif. “(Kecamatan) Patrol akan jadi sentra ekonomi yang baru. Jangkarnya, rumah sakit yang nanti ada dari provinsi,” kata Lucky.***
Penulis : Gerry






