Gubernur Jabar: 80% Hutan di Jawa Barat Rusak, Pemprov Mulai Penanganan Desember 2025

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 2 Desember 2025 - 20:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengungkapkan bahwa kondisi hutan di Jawa Barat sangat memprihatinkan.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengungkapkan bahwa kondisi hutan di Jawa Barat sangat memprihatinkan.

 

Deltanusantara.com – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengungkapkan bahwa kondisi hutan di Jawa Barat sangat memprihatinkan.

Kondisi hutan saat ini tersisa hanya sekitar 20% kawasan hutan yang masih berfungsi sebagai hutan, sementara 80% lainnya berada dalam kondisi rusak. Selasa (02/12/2025).

Untuk itu, Pemprov Jabar akan memulai penanganan hutan rusak pada Desember 2025 sebagai upaya menekan potensi bencana alam.

Baca Juga:  Tak Perlu ke Samsat, Bayar Pajak Kendaraan di Jabar Kini Bisa Lewat KiosK Samsat

“Jawa Barat kondisi hutan yang betul-betul masih hutan kan 20 persen lagi. 80 persen kan dalam keadaan rusak,” kata Dedi Mulyadi.

Penanganan kerusakan hutan akan dilakukan secara bertahap dengan fokus pada kegiatan penanaman serta perawatan pohon secara optimal.

Program ini juga akan melibatkan masyarakat sebagai bagian dari strategi pemulihan ekosistem.

Setiap hektare hutan akan dikelola oleh dua warga yang diberi tanggung jawab untuk menanam dan merawat pohon hingga tumbuh kuat.

Baca Juga:  Gubernur Dedi Mulyadi: Satu Hari di Alam Wajib untuk Siswa, Tinggalkan Gawai, Cintai Tanah Air

“Mereka mendapat upah dalam setiap hari distandarkan oleh saya, Rp50 ribu. Itu lebih mahal dibanding upah nyangkul di daerah tertentu yang hanya Rp30 ribu. Kenapa harganya Rp50 ribu? Agar banyak rakyat yang dilibatkan,” kata Dedi Mulyadi.

Pemulihan hutan tidak hanya mengandalkan pohon-pohon dengan fungsi ekologis, tetapi juga kombinasi tanaman hutan dan tanaman produktif seperti pete, jengkol, dan nangka, sehingga masyarakat dapat memperoleh manfaat ekonomi jangka panjang.

Baca Juga:  HUT ke-81 Jabar, Dedi Mulyadi Akui Masih Banyak PR: Lapangan Kerja hingga Lingkungan

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jabar memperingatkan bahwa bencana banjir dan longsor seperti dialami Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara, bisa terjadi di Jabar dengan skala yang lebih parah jika tidak ada upaya pencegahan dan pemulihan lingkungan yang serius.***

Penulis : Gerry

Berita Terkait

Polda Jabar Tangkap Oknum Dokter, Diduga Perkosa Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Kejati Jabar Tahan Wakil Bupati Indramayu dalam Kasus Dugaan Korupsi Rp18,7 Miliar
Bandung Kembali Kondusif Usai Kericuhan, Belasan Polisi Terluka Diserang OTK
100 Siswa dan Guru di Cirebon Diduga Keracunan MBG, Operasional SPPG Dihentikan Sementara
Camat Sagalaherang Sambangi Lima Cakades Leles, Ajak Jaga Persatuan dan Kondusivitas
Polda Jabar Bongkar Gudang Obat Keras di Bandung, Potensi Produksi Capai 8 Juta Pil per Hari
Kapolda Jabar Gandeng Petani Tanam Bawang Putih, Siapkan Dukungan untuk Panen Raya Nasional
Syukuran Kantor Sementara, DPK PERADI Profesional Subang Perkuat Komitmen Pelayanan Hukum

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:04 WIB

Polda Jabar Tangkap Oknum Dokter, Diduga Perkosa Anak Kandung Berusia 4 Tahun

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:40 WIB

Kejati Jabar Tahan Wakil Bupati Indramayu dalam Kasus Dugaan Korupsi Rp18,7 Miliar

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:07 WIB

100 Siswa dan Guru di Cirebon Diduga Keracunan MBG, Operasional SPPG Dihentikan Sementara

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:53 WIB

Camat Sagalaherang Sambangi Lima Cakades Leles, Ajak Jaga Persatuan dan Kondusivitas

Senin, 19 Oktober 2026 - 07:17 WIB

Polda Jabar Bongkar Gudang Obat Keras di Bandung, Potensi Produksi Capai 8 Juta Pil per Hari

Berita Terbaru