Buruknya Pelayanan Pukesmas Kertacila Kecamatan Tukdana Menjadi Bahan Perbincangan 

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 23 Februari 2025 - 21:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelayanan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang berlokasi di wilayah Desa Kertacila Kecamatan Tukdana Kabupaten Indramayu jadi sorotan publik.

Pelayanan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang berlokasi di wilayah Desa Kertacila Kecamatan Tukdana Kabupaten Indramayu jadi sorotan publik.

 

Deltanusantara.com – Pelayanan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang berlokasi di wilayah Desa Kertacila Kecamatan Tukdana Kabupaten Indramayu menjadi perbincangan dan jadi sorotan publik.

Pasalnya masyarakat menilai pelayan di Puskesmas tersebut dinilai buruk. Bahkan, akibat hal tersebut sejumlah warga lebih memilih untuk berobat di Puskesmas yang ada kecamatan lain.

Salah seorang warga Desa Kertacila yang enggan disebutkan namanya mengatakan, buruknya pelayanan di Puskesmas Kertacila memang sudah sering dikeluhkan oleh masyarakat setempat.

“Itu sudah jadi rahasia umum sebenarnya mbak, jadi tidak heran lagi. Sudah lama pelayanan di Puskesmas ini sering menjadi sorotan di masyarakat,”katanya kepada awak media.

Dari keterangan keluarga pasien, yang enggan disebut namanya mengungkapkan, bahwa saudaranya sakit hendak berobat, namun pihak Puskesmas tidak bisa melayani.

Baca Juga:  UU Cipta Kerja Disahkan: Karyawan Swasta yang Menerima Gaji di Bawah Upah Minimum Bisa Menuntut Hak, Cara Seperti Ini!

Saya berinsiatif, meminjam mobil ambulan untuk berobat ke Puskesmas di Kecamatan lain, namun ditolak dengan alasan supirnya tidak ada (sedang tidur),”ujarnya.

Hal serupa dialami Keluarga pasien lain, masih warga Desa Kerticala, dirinya hendak membuat surat rujukan, untuk saudaranya yang sedang sakit parah, namun pihak Puskesmas malah menyarankan agar di pasien harus dibawa.

“Saudara saya sakit parah dan harus dibawa kerumah sakit, makanya minta surat rujukan,”bebernya.

Saya heran dengan pelayanan di puskesmas Kerticala ini buruk, dan tidak ada sama sekali toleransinya,” ucapnya.

Beberapa sumber pun menyatakan hal serupa bahwa pelayanan Puskesmas Kerticala dinilai sangat buruk, sungguh tidak mempunyai rasa belas kasian pada pasien sakit dan mau berobat.

Baca Juga:  Lestarikan Budaya Lokal, Komplek Gedung Duwur Kini Resmi Sebagai Cagar Budaya

Ironisnya bayar nginap di ruangan Puskesmas bayarannya mahal, pelayanan nya tidak profesional.

Menanggapi hal tersebut Anggota DPRD dari fraksi PKB angkat bicara, ia menilai pegawai nakes puskesmas Kerticala sangat buruk, hingga sampai mempersulit pasien yang akan berobat.

Sharusnya puskesmas memberikan pelayanan maksimal dengan mudah.

” Wah Ini parah dan sudah melanggar UU kesehatan hak manusia untuk sehat,”tandasnya.

Dirinya nya akan kinerja pegawai nakes Pukesmas Kerticala dan akan disampaikan ke Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu untuk di evaluasi.

Kwtua GNPK-RI Indramayu, Karyanto biasa di sapa Mas Elang menambahkan, bahwa setiap orang berhak mendapatkan pelayanan kesehatan dan negara wajib untuk menyediakannya.

Baca Juga:  Pria 21 Tahun Ditangkap Setelah Aniaya Petugas Keamanan di Parkir Alfamart Cibiru

Di jelaskan dalam Undang-undang, kesehatan dan dijamin dalam Undang-Undang Dasar NRI Tahun 1945 Pasal 28 H ayat (1).

Mobil ambulance disediakan oleh pemerintah atau rumah sakit, untuk mengangkut pasien ke rumah sakit, memberikan pertolongan pertama pada pasien selama dalam perjalanan menuju rumah sakit dan sebagai prasarana evakuasi medis, diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 56 Tahun 2014 tentang Ambulans.

“Puskesmas Kerticala harus diaudit dan di evaluasi atas kinerjanya,”katanya.

Tidak bisa menilai mana yang sedang urgent atau tidak, ini kan bicara kesehatan manusia demi kemanusiaan, membuat rujukan saja begitu sulitnya jangan-jangan ada aroma korupsi nih,” ucap Ketua GNPK-RI.***

Yuk! Baca artikel Deltanusantara.com lainnya di Google News.

Penulis : Dna Yaya

Editor : Gerry

Berita Terkait

Kunjungi Subang, Menko PMK Tinjau Keluarga Rawan Stunting, Bupati Kang Rey Tegaskan Komitmen Penanganan
ETLE Jadi Fokus Operasi Patuh Lodaya 2026, Polda Jabar Dorong Pengendara Lebih Disiplin
Diduga Campur Kapur dan Garam, Produksi Pupuk Berlabel NPK di KBB Diselidiki
Bupati Subang: Deklarasikan Pilkades Damai 2026, 165 Desa Bersiap Gunakan Sistem Digital
Calon Kades Cicadas Nomor Urut 2, Asep Mulyana, Ajak Warga Jaga Kondusivitas Pilkades 2026
Polda Jabar Ingatkan Polisi Tak Arogan Saat Operasi Patuh Lodaya 2026
Polda Jabar Tangkap Oknum Dokter, Diduga Perkosa Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Kejati Jabar Tahan Wakil Bupati Indramayu dalam Kasus Dugaan Korupsi Rp18,7 Miliar

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 22:55 WIB

Kunjungi Subang, Menko PMK Tinjau Keluarga Rawan Stunting, Bupati Kang Rey Tegaskan Komitmen Penanganan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:11 WIB

ETLE Jadi Fokus Operasi Patuh Lodaya 2026, Polda Jabar Dorong Pengendara Lebih Disiplin

Jumat, 30 Oktober 2026 - 06:59 WIB

Diduga Campur Kapur dan Garam, Produksi Pupuk Berlabel NPK di KBB Diselidiki

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:40 WIB

Bupati Subang: Deklarasikan Pilkades Damai 2026, 165 Desa Bersiap Gunakan Sistem Digital

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:41 WIB

Calon Kades Cicadas Nomor Urut 2, Asep Mulyana, Ajak Warga Jaga Kondusivitas Pilkades 2026

Berita Terbaru