Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Tersangka, Keluarga Diduga Nikmati Rp19 Miliar dari Pengadaan Outsourcing

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 5 Maret 2026 - 21:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Fadia Arafiq menjadi satu-satunya tersangka dalam kasus ini, yang terungkap melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK pada Selasa (3/3) dini hari di Semarang.

Fadia Arafiq menjadi satu-satunya tersangka dalam kasus ini, yang terungkap melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK pada Selasa (3/3) dini hari di Semarang.

 

DN.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan bahwa keluarga Bupati Pekalongan Fadia Arafiq diduga menikmati uang senilai Rp19 miliar dari pengadaan jasa outsourcing dan pengadaan lainnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan periode Tahun Anggaran 2023-2026. Kamis (5/3/2026).

Satu tahun setelah dilantik sebagai Bupati, Fadia bersama suaminya yang juga anggota DPR RI, Mukhtaruddin Ashraff Abu, serta anaknya Muhammad Sabiq Ashraff mendirikan PT Raja Nusantara Berjaya (RNB).

Sejak beroperasi, perusahaan ini mendapatkan proyek pengadaan jasa outsourcing di sejumlah Perangkat Daerah Pemkab Pekalongan pada 2023-2026.

Baca Juga:  Cipata Kondisi Diawal Tahun 2025, Puluhan Botol Miras dari Berbagai Jenis Berhasil Diamankan Polisi

Fadia diduga melakukan intervensi melalui anaknya Sabiq dan orang kepercaya kepada para Kepala Dinas agar PT RNB memenangkan tender, meskipun ada perusahaan lain dengan penawaran lebih rendah.

Hal ini diungkapkan Deputi Bidang Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu di Gedung Merah Putih pada Rabu (4/3), menyebut perusahaan tersebut sebagai “Perusahaan Ibu”.

Pada 2025 saja, PT RNB mendominasi proyek pengadaan barang dan jasa (PBJ) dengan menangani pengadaan jasa outsourcing di 17 Perangkat Daerah, 3 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), dan 1 Kecamatan.

Baca Juga:  Skandal MBG Rp286 Triliun: Eks Kepala BGN Jadi Tersangka, Kejagung Bongkar Dugaan Mark Up dan Yayasan Fiktif

Sepanjang 2023-2026, total transaksi masuk ke perusahaan tersebut mencapai Rp46 miliar dari kontrak dengan Pemkab Pekalongan.

Sebesar Rp22 miliar di antaranya digunakan untuk membayar gaji pegawai outsourcing, sedangkan sisanya Rp19 miliar dinikmati dan dibagikan.

Rincian pembagiannya adalah Rp5,5 miliar untuk Fadia Arafiq; Rp1,1 miliar untuk Mukhtaruddin Ashraff Abu; Rp2,3 miliar untuk Direktur PT RNB Rul Bayatun; Rp4,6 miliar untuk Muhammad Sabiq Ashraff; Rp2,5 miliar untuk Mehnaz Na; serta penarikan tunai sebesar Rp3 miliar.

Baca Juga:  Polda Jabar Ungkap Kasus Siber Eksploitasi Anak, 8 Orang Jadi Tersangka

Pembagian uang tersebut diatur oleh Fadia melalui grup WhatsApp bernama “Belanja RSUD” bersama para stafnya, di mana setiap pengambilan uang dilaporkan dan didokumentasikan.

Fadia Arafiq menjadi satu-satunya tersangka dalam kasus ini, yang terungkap melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK pada Selasa (3/3) dini hari di Semarang.

Sebanyak 14 orang yang tertangkap tangan sedang diperiksa secara intensif di Kantor KPK.***

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

PPPK Usia 35 Tahun ke Atas Minta Kesempatan Tes PNS, FOKAP: Asal Diberi Peluang
Prabowo Siapkan Penghematan Besar-besaran Lagi, Menkeu: Demi Kesejahteraan Rakyat
Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Presiden Apresiasi Kinerja Kabinet Merah Putih
Pemerintah Uji Coba MBG Prasmanan di 66 SPPG, Pengawasan Dapur Diperketat dengan AI
Prabowo Reshuffle Kabinet Merah Putih, Lantik Tujuh Pejabat Baru di Istana Negara
KPK Tetapkan Tersangka Kasus OTT Dana Kebencanaan BNPB, Sita Uang Rp1,4 Miliar dan Emas
Jangan Salah Pilih! Ini 5 Ciri Calon Kepala Desa yang Layak Dipercaya
Seleksi Calon Hakim MA 2026 Dibuka, Simak Syarat Usia, TOEFL hingga Kuota Khusus Papua dan Aceh

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:32 WIB

PPPK Usia 35 Tahun ke Atas Minta Kesempatan Tes PNS, FOKAP: Asal Diberi Peluang

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:43 WIB

Prabowo Siapkan Penghematan Besar-besaran Lagi, Menkeu: Demi Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:24 WIB

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Presiden Apresiasi Kinerja Kabinet Merah Putih

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:12 WIB

Pemerintah Uji Coba MBG Prasmanan di 66 SPPG, Pengawasan Dapur Diperketat dengan AI

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:42 WIB

Prabowo Reshuffle Kabinet Merah Putih, Lantik Tujuh Pejabat Baru di Istana Negara

Berita Terbaru