DN.com – Korlantas Polri mulai menormalisasi arus lalu lintas setelah pemberlakuan sistem one way nasional pada arus balik Lebaran 2026.
Langkah ini diambil menyusul penurunan volume kendaraan dari arah Trans Jawa menuju Jakarta yang terpantau mulai lancar dan terkendali.
Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho menyampaikan, keputusan normalisasi diambil berdasarkan hasil analisa dan evaluasi data traffic counting.
Baca Juga:
Dedi Mulyadi Benahi Bandung: Target Kota Bersih, Terang, dan Bebas Macet
Polres Garut Bongkar Peredaran Sabu 197,8 Gram, Seorang Kurir Diamankan
Sumedang Berbenah di Usia 448 Tahun, Fokus Kesejahteraan dan Pembangunan Berkelanjutan
Ia juga telah melaporkan tahapan tersebut kepada Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
“Atas seizin Bapak Kapolri, kami melakukan normalisasi dalam dua tahap agar arus lalu lintas, termasuk di jalur arteri, tetap berjalan lancar tanpa rangkaian kemacetan,” ujar Irjen Agus, Rabu (25/3/2026).
Proses pengembalian arus menjadi normal dua arah ini dilakukan dalam dua tahap:
Tahap I (Wilayah Jawa Tengah)
Baca Juga:
KPK Usulkan Reformasi Partai Politik: Ketua Umum Dibatasi Dua Periode, Pencalonan Wajib dari Kader
Pemerintah Matangkan Harga B50, Siap Berlaku Juli 2026
Mendagri Instruksikan Pembebasan Pajak Kendaraan Listrik, Gubernur Diminta Segera Tindaklanjuti
Normalisasi dimulai pada Rabu pukul 12.00 WIB, mencakup ruas Tol Km 414 Kalikangkung hingga Km 263 Brebes Barat.
Sebelum pembukaan, petugas melakukan sterilisasi jalur, terutama di area rest area dan pintu masuk tol jalur A (arah Jawa).
Tahap II (Wilayah Jawa Barat)
Tahap kedua dilaksanakan pada sore hari dengan proses sterilisasi mulai pukul 15.30 WIB. Ruas yang dinormalkan meliputi Km 263 Brebes Barat hingga Km 70 Cikatama.
Baca Juga:
Bupati Sumedang Tegaskan Penataan Kabel Semrawut, Sumedang Targetkan Jadi Percontohan Nasional
Saldo Kas Pemprov Jabar Tembus Rp110,6 Miliar, Pajak Kendaraan Dominasi Penerimaan
Desa Cigadog Wakili Kecamatan Cisalak dalam Lomba Perpustakaan Tingkat Kabupaten Subang
“Normalisasi Tahap II dijadwalkan efektif mulai pukul 16.30 WIB,” jelasnya.
Keputusan Berbasis Data
Irjen Agus menegaskan, penghentian one way nasional didasarkan pada pemantauan intensif sejak pukul 06.00 hingga 09.00 WIB.
Hasilnya menunjukkan arus lalu lintas dari Cikatama hingga Kalikangkung dalam kondisi lancar.
Meski jalur telah dinormalkan, seluruh personel tetap disiagakan di titik rawan kemacetan (trouble spot) dan kecelakaan (black spot) guna memastikan keamanan dan kelancaran perjalanan.
“Normalisasi ini diharapkan dapat menyeimbangkan arus kendaraan, baik menuju Jakarta maupun ke arah Jawa, sehingga mobilitas masyarakat tetap optimal sesuai semangat Operasi Ketupat 2026, yakni Mudik Aman, Keluarga Bahagia,” ujarnya.
Operasi Ketupat 2026 dijadwalkan berakhir pada Kamis (26/3/2026) pukul 00.00 WIB.
Meski demikian, pengamanan akan dilanjutkan melalui Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) hingga 29-30 Maret guna mengantisipasi puncak arus balik lanjutan.
“Kami tetap bersiaga di lapangan untuk mengawal arus balik berikutnya yang diprediksi terjadi pada 28 dan 29 Maret,” pungkas Irjen Agus.***
Penulis : Redaksi






