DN.com – Badan Gizi Nasional (BGN) mengaku prihatin dan meminta maaf atas kejadian keracunan massal yang terjadi di beberapa wilayah akibat konsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG). Rabu (4/2/2026).
Kepala BGN, Dadan Hindayana, meminta maaf kepada penerima manfaat MBG yang mengalami kejadian tidak mengenakkan dan menyatakan bahwa pihaknya akan terus mengevaluasi program MBG untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
“Kami sudah melakukan investigasi dan analisis untuk beberapa SPPG yang mengalami kejadian tersebut,” kata Dadan.
Sebagai bagian dari evaluasi, BGN akan memberikan peringatan kepada SPPG yang menyalahi prosedur dan bahkan memberhentikan sementara SPPG yang kedapatan menyalahi aturan.
Baca Juga:
Pelepasan Siswa Kelas IX MTsN 2 Subang Berlangsung Khidmat, Apresiasi Prestasi dan Kreativitas Siswa
Bapenda Subang Menang Sengketa PBB Lawan Dua Perusahaan Pelabuhan Patimban
Uji Materi di MK, Pemohon Minta Kata “Aparat” dalam KUHP-KUHAP Dihapus karena Dinilai Diskriminatif
” Kami melihat ada SPPG yang akan kita berikan lampu kuning atau kartu kuning karena menyalahi prosedur yang lebih berat,” lanjut Dadan.
BGN juga akan mengevaluasi menu MBG untuk mencari alternatif yang lebih aman dan menerbitkan surat edaran untuk memastikan program MBG berjalan dengan baik dan aman.
“Saya kira kami akan membuat edaran supaya program makan gizi bisa berjalan lebih aman,” tutup Dadan.***
Penulis : Redaksi






