DN.com – Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI) mengajak masyarakat agar tidak ragu-ragu melaporkan dan mengawasi apabila terdapat penyimpangan dan korupsi dalam penyelenggaraan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Minggu (22/2/2026).
Tenaga Ahli Muda Bakom RI Hariqo Satria menyampaikan semua masyarakat bisa mengawasi berjalannya program MBG dengan sifatnya yang transparan.
“Dalam program Makan Bergizi Gratis, setiap orang hampir mempunyai kemampuan untuk mendeteksi di mana adanya korupsi dan penyimpangan,” ujar Hariqo dalam acara Rilis Survei Nasional Indekstat, Sabtu (21/2).
Hariqo menegaskan pemerintah sama sekali tidak memotong anggaran di bidang pendidikan, kesehatan, maupun penanggulangan kemiskinan, guna melancarkan program MBG.
Indonesia sudah bergerak cepat dalam pelaksanaan program MBG, dan saat ini sudah ada 107 negara yang sudah memiliki kebijakan nasional terkait dengan pemberian MBG di sekolah.
“Sekarang sudah 60 juta orang lebih masyarakat, anak-anak kita, dari ibu hamil sampai dengan pelajar, itu mendapatkan Makan Bergizi Gratis,” ucap dia.
Program tersebut pun sudah melahirkan lebih dari 1 juta orang pekerja atau menyerap tenaga kerja baru, sehingga meringankan beban ekonomi sebuah keluarga.
Bakom RI mengapresiasi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang terus menjalankan program MBG lantaran selama ini belum ada pemerintahan sebelumnya yang berhasil menjalankan program itu.***
Penulis : Redaksi