Deltanusantara.com – Polri terus berkomitmen memperkuat implementasi reformasi kepolisian dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Sebagai langkah strategis, Polri menggelar kegiatan Training of Trainer (ToT) yang dilaksanakan selama 15 hari dengan fokus penguatan karakter dan kompetensi anggota dalam memberikan pelayanan yang lebih profesional, humanis, dan responsif.
Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda besar reformasi kepolisian, khususnya pada pengembangan sumber daya manusia.
Baca Juga:
Tinjau Layanan SPMB, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Imbau Orang Tua Siswa Tetap Tenang
338 KPM di Desa Kalitengah Terima Bantuan Sembako, Warga Bersyukur Terbantu
Pelepasan Siswa Kelas IX MTsN 2 Subang Berlangsung Khidmat, Apresiasi Prestasi dan Kreativitas Siswa
Metode Training of Trainer dipilih agar proses transfer pengetahuan, nilai, serta standar perilaku dapat berlangsung lebih efektif, sistematis, dan berkelanjutan dalam seluruh struktur organisasi kepolisian.
Sebanyak 50 personel terpilih dari berbagai wilayah di Indonesia mengikuti program ToT angkatan pertama ini.
Para peserta yang telah lulus pelatihan nantinya akan menjadi trainer di masing-masing wilayah tugasnya, sehingga proses peningkatan karakter dan kemampuan anggota Polri dapat dilakukan secara merata di seluruh Polda.
“Tujuan utama dari kegiatan ini adalah membentuk karakter anggota Polri yang semakin humanis dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Baca Juga:
Bapenda Subang Menang Sengketa PBB Lawan Dua Perusahaan Pelabuhan Patimban
Uji Materi di MK, Pemohon Minta Kata “Aparat” dalam KUHP-KUHAP Dihapus karena Dinilai Diskriminatif
Ini merupakan langkah percepatan reformasi internal Polri agar semakin adaptif dan sesuai dengan tuntutan publik,” ujar Irjen Pol. Anwar, Kamis (27/11/2025).
Program ini direncanakan berlangsung secara berkelanjutan dengan penyelenggaraan angkatan kedua, ketiga, dan seterusnya. P
olri menargetkan seluruh Polda di Indonesia dapat menerapkan standar pelatihan dan nilai karakter yang sama guna mewujudkan Polri yang semakin Presisi, modern, dan humanis.
Kegiatan ini juga merupakan implementasi dari arahan strategis pimpinan Polri dalam memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi melalui pendekatan pelayanan yang lebih empatik dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.***
Baca Juga:
Gempa M 7,7 Picu Tsunami, BMKG Catat Gelombang Masuk Daratan di Sejumlah Wilayah Timur Indonesia
As SDM Kapolri Tegaskan Seleksi Akpol 2026 Bersih, Tanpa Jalur Titipan
Skandal MBG Terbongkar: Rp1,03 Triliun Motor Listrik Fiktif, Kejagung Bongkar Dugaan Korupsi di BGN
Penulis : Moh Asep
Editor : Redaksi






