BMKG: Waspadai Cuaca Ekstrem, Kemarau Basah Landa Indonesia hingga Agustus 2025

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 19 Mei 2025 - 14:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Meski kalender menunjukkan musim kemarau, hujan masih turun di berbagai daerah. Senin (19/5/2025). Foto tangkap Layar Google

Meski kalender menunjukkan musim kemarau, hujan masih turun di berbagai daerah. Senin (19/5/2025). Foto tangkap Layar Google

 

Deltanusantara.com – Cuaca Indonesia tengah menunjukkan pola yang tak biasa. Meski kalender menunjukkan musim kemarau, hujan masih turun di berbagai daerah. Senin (19/5/2025).

BMKG menyebut kondisi ini sebagai kemarau basah, yang diprediksi akan terus berlangsung hingga Agustus 2025.

“Kemarau basah adalah fenomena tidak biasa, disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk perubahan iklim serta pola cuaca yang tidak stabil,” ujar Deputi Meteorologi BMKG, Guswanto.

Baca Juga:  Lewat Jalan Tol Ini, Perjalanan Jakarta-Bandung Diprediksi Lebih Cepat, Kurang dari Sejam

Fenomena ini dipicu oleh sejumlah faktor atmosfer global seperti sirkulasi siklonik, Madden-Julian Oscillation (MJO), serta gelombang tropis Kelvin dan Rossby.

Akibatnya, wilayah seperti Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara yang biasanya kering di musim ini justru masih diguyur hujan.

Dampaknya bisa terasa di banyak sektor, termasuk pertanian dan keselamatan lingkungan.

Risiko banjir lokal dan tanah longsor pun meningkat seiring turunnya hujan deras di musim yang semestinya kering.

Baca Juga:  Hadiri Hari Desa Nasional, Wakapolda Jabar: Momentum Strategis Untuk Memperkuat Peran Desa

BMKG pun mengimbau masyarakat agar menyesuaikan aktivitas harian. Gunakan pelindung seperti topi atau payung, jaga hidrasi, dan waspadai petir serta angin kencang.

Bagi yang tinggal di daerah rawan, siapkan langkah antisipatif terhadap kemungkinan bencana hidrometeorologi.

Dengan cuaca yang tak menentu seperti ini, diperlukan langkah tambahan yang bisa kita lakukan untuk tetap aman dan produktif.***

Baca Juga:  Bahlil: CNG Pengganti LPG 3 Kg Lebih Murah, Potensi Hemat Subsidi hingga Rp30 Triliun

 

Yuk! baca artikel Deltanusantara.com lainnya di GoogleNews.

 

 

Penulis : Gerry

Sumber Berita : BMKG

Berita Terkait

Komisi III DPR Pastikan RUU Perampasan Aset Tak Jadi Celah Aparat Bertindak Sewenang-wenang
Prabowo Minta Warga Indonesia Siapkan Rekening Bank, BRI dan BSI 
Gus Ipul Ungkap 1.900 Pegawai Kemensos Terindikasi Judi Online, Transaksi Tembus Rp2 Miliar
Kejagung Ungkap Lodewyk Pusung Teken MoU 500 Dapur SPPG Mandiri
Kejagung Periksa 7 Saksi dalam Kasus Dugaan Korupsi Program MBG
Ketua Komisi III DPR: RUU Perampasan Aset Tak Hanya Sasar Korupsi
Mahfud MD Soroti Prabowo yang Kini Jarang ke Luar Negeri dan Lebih Hati-Hati Berpidato
KPK Bongkar Dugaan Jual-Beli Kursi Kuliah, Kampus Lain Diminta Waspada

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 15:30 WIB

Komisi III DPR Pastikan RUU Perampasan Aset Tak Jadi Celah Aparat Bertindak Sewenang-wenang

Selasa, 8 September 2026 - 17:48 WIB

Prabowo Minta Warga Indonesia Siapkan Rekening Bank, BRI dan BSI 

Selasa, 8 September 2026 - 17:23 WIB

Kejagung Ungkap Lodewyk Pusung Teken MoU 500 Dapur SPPG Mandiri

Kamis, 3 September 2026 - 06:59 WIB

Kejagung Periksa 7 Saksi dalam Kasus Dugaan Korupsi Program MBG

Rabu, 2 September 2026 - 19:44 WIB

Ketua Komisi III DPR: RUU Perampasan Aset Tak Hanya Sasar Korupsi

Berita Terbaru