Arab Saudi Larang Impor Unggas dari Indonesia, Mentan: Peluang bagi Produk Olahan 

- Jurnalis

Kamis, 5 Maret 2026 - 20:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

DN.com – Otoritas Makanan dan Obat Arab Saudi atau Saudi Food and Drug Authority (SFDA) resmi memberlakukan larangan total impor unggas dan telur dari 40 negara, termasuk Indonesia.

Kebijakan ini diambil sebagai langkah pencegahan untuk melindungi kesehatan masyarakat dan memperkuat standar keamanan pangan di pasar domestik Saudi. Kamis (5/3/2026).

Namun, larangan impor unggas dari Indonesia oleh Arab Saudi itu tak membuat Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman gentar.

Ia justru melihat kebijakan tersebut sebagai peluang untuk mendorong ekspor produk olahan yang bernilai tambah lebih tinggi.

“Iya, larangan impor itu untuk unggas, tapi olahan tidak. Ya kita olah, justru nilainya lebih tinggi.

Itulah kalau bisnis,” ujar Amran usai melepas ekspor produk unggas dan produk turunannya di Lapangan Parkir Kementan, Jakarta, dikutif pada Selasa (3/3/2026).

Menurutnya, pendekatan bisnis harus melihat peluang di balik pembatasan tersebut. Ia membandingkan langsung nilai jual ayam hidup dengan produk olahan.

Menurutnya, produk olahan memiliki nilai jual yang jauh lebih tinggi. “Ini produk daging ayam olahan. Nilainya ini. Katakanlah nilainya ini dua kali lipat dari unggas atau ayam hidup.

Kalau ayam saya ekspor, harganya katakanlah Rp30.000 per kilogram (kg). Kalau ini barang jadi, dua kali lipat.

Pilih mana? Justru kita bersyukur, karena Arab itu melarang untuk unggas. Ini produk daging ayam olahan saya kirim. Senang Rp60.000 atau Rp30.000? Rp60.000 (per kemasan),” jelasnya.

Amran menilai langkah tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, terkait hilirisasi komoditas.

“Kan diolah bukan unggas. Justru itulah tujuan perintah Bapak Presiden, kita hilirisasi.

Hilirisasi adalah kita olah bahan baku menjadi bahan jadi. Ini naik 100% nilainya. Dan ini tujuannya,” ucap dia.

Sementara itu, Direktur Charoen Pokphand Jaya Farm, Jusi Jusran, membenarkan bahwa Arab Saudi memang tidak membuka impor unggas dari Indonesia hingga saat ini.

“Ya itu untuk unggas, pemerintah Arab Saudi dari dahulu sampai dengan hari ini memang tidak membuka pemasukan atau impor unggas maupun unggas hidup dari Indonesia,” kata Jusi dalam kesempatan yang sama.

Meski begitu, ia menegaskan kondisi tersebut bukan hambatan permanen. “Tetapi tidak mengirimkan karkas ayam beku atau unggas hidup ke Arab Saudi itu istilahnya bukan akhir dunia ya.

Hal ini ditegaskankan Menteri Pertanian Amran Sulaiman, mengirimkan produk olahan, siap dihidangkan itu lebih besar nilainya,” jelasnya.***

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Uji Materi di MK, Pemohon Minta Kata “Aparat” dalam KUHP-KUHAP Dihapus karena Dinilai Diskriminatif
Gempa M 7,7 Picu Tsunami, BMKG Catat Gelombang Masuk Daratan di Sejumlah Wilayah Timur Indonesia
As SDM Kapolri Tegaskan Seleksi Akpol 2026 Bersih, Tanpa Jalur Titipan
Skandal MBG Terbongkar: Rp1,03 Triliun Motor Listrik Fiktif, Kejagung Bongkar Dugaan Korupsi di BGN
Panglima TNI Setujui Pengunduran Diri Mayjen Trenggono, Siap Fokus di BGN
Disorot karena Lokasi Terpencil, BPKP dan TNI Tinjau Koperasi Merah Putih di Kendal
BGN Batasi Dapur MBG Maksimal 6 per Kecamatan, Alihkan Fokus ke Efisiensi dan Kualitas Layanan
KPK Periksa Japto Soerjosoemarno Terkait Kasus Gratifikasi Rita Widyasari, Diduga Terima Uang Bulanan

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 18:59 WIB

Uji Materi di MK, Pemohon Minta Kata “Aparat” dalam KUHP-KUHAP Dihapus karena Dinilai Diskriminatif

Senin, 8 Juni 2026 - 18:30 WIB

Gempa M 7,7 Picu Tsunami, BMKG Catat Gelombang Masuk Daratan di Sejumlah Wilayah Timur Indonesia

Senin, 8 Juni 2026 - 15:45 WIB

Skandal MBG Terbongkar: Rp1,03 Triliun Motor Listrik Fiktif, Kejagung Bongkar Dugaan Korupsi di BGN

Senin, 8 Juni 2026 - 11:53 WIB

Panglima TNI Setujui Pengunduran Diri Mayjen Trenggono, Siap Fokus di BGN

Senin, 8 Juni 2026 - 11:31 WIB

Disorot karena Lokasi Terpencil, BPKP dan TNI Tinjau Koperasi Merah Putih di Kendal

Berita Terbaru