Deltanusantara.com – Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menyampikan perkembangan signifikan, usai melakukan pergantian Direksi Bulog.
Pergantian tersebut membuat serapan produksi beras atau pangan di Indonesia meningkat signifikan.
“Kemudian kami sampaikan ada yang menarik dari Bulog. Ini setelah ada pergantian. Selasa 8 April 2025.
Baca Juga:
Tinjau Layanan SPMB, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Imbau Orang Tua Siswa Tetap Tenang
338 KPM di Desa Kalitengah Terima Bantuan Sembako, Warga Bersyukur Terbantu
Pelepasan Siswa Kelas IX MTsN 2 Subang Berlangsung Khidmat, Apresiasi Prestasi dan Kreativitas Siswa
Pergantian direksi dan pinwil. Ada 5 pinwil kalau tidak salah, kita ganti. Ini peningkatan serapan itu 2000 persen,” ujar Amran saat Panen Raya Padi Serentak di 14 Provinsi bersama Presiden Prabowo, Majalengka, Jawa Barat, Senin (7/4/2025).
“Jadi bukan 200- (tapi) 2000 persen. Per jam tadi Pak Wamentan itu 800 ribu ton. Yang dulu hanya 35 ribu ton.
Ini peningkatan spektakuler berkat kerja kerasnya teman-teman, terutama komisaris utamanya Pak Wamentan,” lanjutnya.
Amran melaporkan kepada Presiden Prabowo, bahwa gudang, stok gudang sekarang 2,4 juta ton.
Baca Juga:
Bapenda Subang Menang Sengketa PBB Lawan Dua Perusahaan Pelabuhan Patimban
Uji Materi di MK, Pemohon Minta Kata “Aparat” dalam KUHP-KUHAP Dihapus karena Dinilai Diskriminatif
Diperkirakan akhir bulan ini akan mencapai 3 juta ton. Ia menyebut angka ini tertinggi selama dalam 20 tahun.
Bapak Presiden yang kami hormati, gudang, stok gudang sekarang 2,4 juta ton.
“Tertinggi selama 10-20 tahun, kalau tidak salah laporan tadi. Tertinggi stok kita di gudang,” ujar Amran.
Februari lalu, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) RI Erick Thohir telah melakukan pergantian Direksi Perum BULOG dan menetapkan Mayor Jenderal TNI Novi Helmy Prasetya sebagai Direktur Utama Perum BULOG.
Baca Juga:
Gempa M 7,7 Picu Tsunami, BMKG Catat Gelombang Masuk Daratan di Sejumlah Wilayah Timur Indonesia
As SDM Kapolri Tegaskan Seleksi Akpol 2026 Bersih, Tanpa Jalur Titipan
Skandal MBG Terbongkar: Rp1,03 Triliun Motor Listrik Fiktif, Kejagung Bongkar Dugaan Korupsi di BGN
Keputusan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri BUMN Nomor: SK-30/MBU/02/2025 tanggal 7 Februari 2025, yang mengakhiri pengabdian Wahyu Suparyono sebagai Direktur Utama dan Iryanto Hutagaol sebagai Direktur Keuangan Perum BULOG.
Novi sebelumnya menjabat sebagai Asisten Teritorial Panglima TNI. Ia akan memulai masa baktinya sebagai Direktur Utama bersama dengan Direktur Keuangan Hendra Susanto.
Hendra sebelumnya adalah Wakil Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia.
Selain Direksi, Jajaran Dewan Pengawas Perum BULOG juga mengalami perombakan yang mengakhiri Wicipto Setiadi sebagai Dewan Pengawas.
Wacipto diganti dengan Verdianto Iskandar Bitticaca adalah seorang Purnawirawan Polri yang terakhir mengemban amanat sebagai Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi.***
Yuk! baca artikel Deltanusantara.com lainnya di GoogleNews.
Penulis : Gerry






