Dedi Mulyadi Tegaskan Reformasi Tata Kelola dan Pemerataan Ekonomi di Jawa Barat

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 23 Agustus 2026 - 09:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menegaskan komitmennya melakukan reformasi mendasar dan terukur untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menegaskan komitmennya melakukan reformasi mendasar dan terukur untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan.

 

DN.com – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menegaskan komitmennya melakukan reformasi mendasar dan terukur untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan, menghadapi tekanan fiskal, serta mendorong pemerataan kemakmuran di seluruh kabupaten dan kota.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan hal tersebut dalam Rapat Paripurna Hari Jadi Provinsi Jawa Barat yang disiarkan melalui kanal YouTube Pemprov Jabar.

Dalam kesempatan itu, Dedi menilai Jawa Barat memiliki potensi besar di berbagai sektor, mulai dari energi, pertanian, kelautan, geotermal hingga manufaktur. Dikutip, Minggu (23/8/2026).

Namun, potensi tersebut perlu dikelola melalui gagasan pembangunan yang lebih relevan agar tidak terjadi ketimpangan antarwilayah maupun antarjenjang pemerintahan.

Evaluasi Anggaran dan Harmonisasi Pembangunan

Pemprov Jawa Barat menempatkan Gubernur sebagai pengarah utama atau orchestrator pembangunan daerah.

Baca Juga:  Gubernur Jabar Berencana Ambil Alih RSUD Sentot, Bupati Indramayu Bilang Begini!

Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengubah mekanisme evaluasi anggaran kabupaten/kota yang sebelumnya lebih bersifat administratif menjadi evaluasi teknis.

Melalui mekanisme tersebut, pemerintah kabupaten dan kota didorong untuk memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), percepatan rata-rata lama sekolah, serta pemerataan sarana dan layanan kesehatan.

Dorong Peningkatan IPM melalui Pendidikan Kesetaraan

Dalam upaya meningkatkan IPM, Pemprov Jabar menyoroti indikator rata-rata lama sekolah yang tidak hanya mencerminkan pendidikan anak usia sekolah, tetapi juga mencakup masyarakat hingga kelompok usia lanjut.

Karena itu, salah satu strategi yang didorong adalah memperluas program pendidikan kesetaraan, mulai dari Paket A, B, C hingga D, khususnya bagi masyarakat dewasa dan lanjut usia.

Baca Juga:  Gubernur Terpilih Dedi Mulyadi Heran, Tagihan Air di Dinas Pendidikan Mencapai Rp 6,7 M

Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan capaian pendidikan masyarakat sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia di Jawa Barat.

Perampingan OPD dan Penggabungan BUMD

Di tengah tekanan fiskal daerah, Pemprov Jawa Barat juga menyiapkan langkah efisiensi melalui perampingan struktur birokrasi dan badan usaha milik daerah (BUMD).

Sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) akan digabungkan untuk mengurangi beban belanja daerah, dengan tetap mempertahankan kualitas pelayanan publik.

Selain itu, seluruh BUMD Jawa Barat, kecuali Bank BJB, direncanakan digabungkan ke dalam satu holding bernama Sangga Buana.

Langkah tersebut ditujukan untuk mengurangi beban keuangan akibat struktur manajemen yang terlalu banyak sekaligus mendorong pengelolaan BUMD yang lebih transparan dan profesional melalui proses seleksi terbuka.

Investasi Harus Berdampak pada Lapangan Kerja

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Gandeng 1.015 Sekolah Swasta untuk Tampung Puluhan Ribu Siswa

Pemprov Jawa Barat juga menekankan pentingnya pemerataan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja.

Menurut pemerintah daerah, karakteristik setiap wilayah memiliki perbedaan sehingga kebijakan pembangunan tidak dapat diterapkan secara seragam.

Wilayah perkotaan seperti Bekasi memiliki karakteristik yang berbeda dengan kabupaten seperti Kuningan, Majalengka, Cirebon, Indramayu, Garut, maupun Banjar.

Karena itu, realisasi investasi di Jawa Barat diarahkan agar tidak hanya meningkatkan nilai investasi, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap perekonomian masyarakat melalui pembukaan dan penyerapan lapangan kerja di berbagai daerah.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat berharap reformasi tata kelola, efisiensi birokrasi, peningkatan kualitas pendidikan, serta pemerataan investasi dapat menjadi fondasi untuk mewujudkan pembangunan yang lebih merata dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah Jawa Barat.***

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Kapolda Jabar Gandeng Petani Tanam Bawang Putih, Siapkan Dukungan untuk Panen Raya Nasional
Syukuran Kantor Sementara, DPK PERADI Profesional Subang Perkuat Komitmen Pelayanan Hukum
Camat Tanjungsiang Rano Ingatkan ASN dan Panitia Pilkades: Jangan Berpihak kepada Calon
Hari Jadi ke-22 Propam Polri, Kapolda Jabar Hengki Tekankan Integritas dan Profesionalisme
Sambut Hari Santri Nasional, PCNU dan RMI NU Subang Ziarahi Makam Para Muassis NU
Camat Cisalak dan Panitia Pilkades Gardusayang Ajak Calon serta Pendukung Jaga Kondusivitas
Sasar Hiburan Malam di Subang, Tim Gabungan Gelar Tes Urine hingga Amankan Dua Pengedar Sabu
Kantongi Ratusan Butir Tramadol, Seorang Pria di Bogor Barat Diciduk Polisi Usai Dilaporkan Warga

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 20:58 WIB

Kapolda Jabar Gandeng Petani Tanam Bawang Putih, Siapkan Dukungan untuk Panen Raya Nasional

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 20:30 WIB

Syukuran Kantor Sementara, DPK PERADI Profesional Subang Perkuat Komitmen Pelayanan Hukum

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 20:10 WIB

Camat Tanjungsiang Rano Ingatkan ASN dan Panitia Pilkades: Jangan Berpihak kepada Calon

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Hari Jadi ke-22 Propam Polri, Kapolda Jabar Hengki Tekankan Integritas dan Profesionalisme

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:34 WIB

Sambut Hari Santri Nasional, PCNU dan RMI NU Subang Ziarahi Makam Para Muassis NU

Berita Terbaru