Fahri Hamzah: Kekuasaan Tanpa Ilmu Berbahaya, Indonesia Butuh Pemimpin Berwawasan di Era AI

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 23 Agustus 2026 - 08:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Fahri  menekankan pentingnya pemahaman terhadap statecraft atau seni mengelola negara di tengah perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Fahri menekankan pentingnya pemahaman terhadap statecraft atau seni mengelola negara di tengah perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

 

DN.com – Wakil Ketua Umum Partai Gelora Indonesia Fahri Hamzah menilai keberhasilan Indonesia menghadapi disrupsi zaman di era digital bergantung pada perpaduan antara kekuasaan (power) dan kapasitas intelektual (ilmu). Dikutip Minggu (23/8/2026).

Hal itu disampaikan Fahri dalam Kajian Wawasan Kebangsaan bertajuk “Memahami Statecraft: Mengelola Negara di Era AI”, pada Jumat (21/8/2026) malam.

Fahri menegaskan, kekuasaan tanpa ilmu dapat menjadi ancaman, sementara ilmu tanpa kekuasaan akan kehilangan daya untuk mewujudkan perubahan.

Baca Juga:  Dikabarkan Anggota DPR-RI Ahmad Sahroni Tinggalkan Indonesia Menuju Singapura 

“Kekuasaan tanpa ilmu sangat berbahaya, sedangkan ilmu tanpa kekuasaan menjadi lemah dan tidak berdaya.

Masa depan Indonesia membutuhkan sosok pemimpin yang bertindak layaknya philosopher king, memiliki otoritas kekuasaan yang efektif sekaligus kebijaksanaan berbasis ilmu pengetahuan,” tegasnya.

Menurut Fahri, tantangan masa depan menuntut model kepemimpinan yang mampu mengintegrasikan kapasitas intelektual dengan otoritas kekuasaan. Kedua unsur tersebut, kata dia, tidak seharusnya berjalan secara terpisah.

“Ke depan, dua hal ini tidak boleh terpisah. Kita tidak ingin orang berkuasa tapi tidak berilmu, atau orang berilmu tapi lemah tanpa kekuasaan.

Baca Juga:  Polisi Ungkap Laporan Palsu di Rancaekek: Pelapor Ditangkap karena Buat Laporan Palsu

Kekuasaan tanpa ilmu akan sangat berbahaya bagi masa depan bangsa dan kemanusiaan,” ujarnya.

Fahri juga menekankan pentingnya pemahaman terhadap statecraft atau seni mengelola negara di tengah perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Ia menjelaskan, statecraft merupakan kemampuan komprehensif seorang pemimpin dalam mengorkestrasi berbagai elemen negara, mulai dari rakyat, wilayah, hingga struktur kekuasaan dan pemerintahan.

Baca Juga:  Prabowo Desak Pencopotan Bupati Aceh Selatan yang Tinggalkan Daerah saat Banjir‑Longsor untuk Umrah

Konsep tersebut, menurutnya, tidak terlepas dari nilai-nilai kenegarawanan (statesmanship).

“Politisi hanya berpikir tentang pemilu berikutnya, sementara kalau negarawan berpikir tentang generasi berikutnya,” kata Fahri, yang pernah menjabat Wakil Ketua DPR RI periode 2014-2019.

Menurutnya, Indonesia membutuhkan kepemimpinan yang tidak hanya berorientasi pada kepentingan politik jangka pendek, tetapi juga memiliki visi lintas generasi untuk menghadapi perubahan teknologi dan tantangan global.***

Penulis : Gr

Berita Terkait

Pabrik Uang Palsu Rp36 Miliar Digerebek di Tangsel, Beroperasi Sejak Maret
Anggaran Pendidikan 2027 Naik Rp100 Triliun, DPR Soroti Kesejahteraan Guru
KPK Ungkap Peran Guru dalam Dugaan Jual Beli Kursi Mahasiswa Unsoed
Harga BBM Pertamina Turun 21 Agustus 2026, Pertamax Turbo Dipangkas Rp1.000
Kejagung Periksa 6 Saksi Kasus Dugaan Korupsi Tata Kelola MBG di BGN
Hendi Prio Santoso Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi PGN
DJP Imbau Masyarakat Beli Meterai dari Saluran Resmi, Waspada Meterai Palsu
AP3KI Tolak Kebijakan Pemerintah, Soroti Nasib PPPK Paruh Waktu dan Guru PPPK

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 09:10 WIB

Pabrik Uang Palsu Rp36 Miliar Digerebek di Tangsel, Beroperasi Sejak Maret

Minggu, 23 Agustus 2026 - 08:51 WIB

Anggaran Pendidikan 2027 Naik Rp100 Triliun, DPR Soroti Kesejahteraan Guru

Minggu, 23 Agustus 2026 - 08:42 WIB

KPK Ungkap Peran Guru dalam Dugaan Jual Beli Kursi Mahasiswa Unsoed

Jumat, 21 Agustus 2026 - 22:26 WIB

Harga BBM Pertamina Turun 21 Agustus 2026, Pertamax Turbo Dipangkas Rp1.000

Kamis, 20 Agustus 2026 - 19:25 WIB

Kejagung Periksa 6 Saksi Kasus Dugaan Korupsi Tata Kelola MBG di BGN

Berita Terbaru