HUT ke-81 Jabar, Dedi Mulyadi Akui Masih Banyak PR: Lapangan Kerja hingga Lingkungan

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 20 Agustus 2026 - 19:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pada momentum Hari Jadi ke-81 Jawa Barat, Dedi mengatakan pemerintah tidak hanya perlu melihat berbagai capaian pembangunan, tetapi juga harus berani mengakui kekurangan yang masih dirasakan masyarakat.

Pada momentum Hari Jadi ke-81 Jawa Barat, Dedi mengatakan pemerintah tidak hanya perlu melihat berbagai capaian pembangunan, tetapi juga harus berani mengakui kekurangan yang masih dirasakan masyarakat.

 

DN.com – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengakui masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat di usia ke-81 tahun provinsi tersebut.

Sejumlah persoalan yang masih menjadi perhatian antara lain keterbatasan lapangan kerja, kerusakan infrastruktur, sarana pendidikan yang belum memadai, akses layanan kesehatan, hingga persoalan lingkungan.

Hal itu disampaikan Dedi menjelang peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Barat. Ia mengakui masih banyak kebutuhan masyarakat yang belum dapat dipenuhi secara optimal selama masa kepemimpinannya.

Dedi bahkan menyebut keterbatasan lapangan kerja menjadi salah satu persoalan yang membuat sebagian masyarakat Jawa Barat harus mencari penghasilan ke luar daerah, bahkan ke luar negeri.

“Dan itu semua merupakan kesalahan saya sebagai Gubernur Jawa Barat karena belum bisa menyiapkan lapangan kerja yang terbuka, yang sangat banyak,” ujar Dedi. Dikutip Kamis (20/8/2026).

Menurutnya, Pemprov Jabar akan terus mendorong investasi untuk membuka lebih banyak lapangan pekerjaan di daerah.

Dengan begitu, masyarakat diharapkan dapat bekerja dan memperoleh penghasilan di kampung halaman tanpa harus meninggalkan keluarga.

Akui Masih Banyak Kekurangan

Pada momentum Hari Jadi ke-81 Jawa Barat, Dedi mengatakan pemerintah tidak hanya perlu melihat berbagai capaian pembangunan, tetapi juga harus berani mengakui kekurangan yang masih dirasakan masyarakat.

Baca Juga:  Kantor Cabang yang Tidak Produktif Tutup Dedi Mulyadi: Perintahkan Direksi Bank Jabar Diganti dan Kurangi Pegawai

Sejak dilantik hingga saat ini, kata dia, masih banyak pekerjaan yang belum terselesaikan dan sejumlah target yang belum sepenuhnya sesuai harapan.

“Di 81 tahun ini kami sampaikan kami belum bisa memberikan seluruh kebutuhan masyarakat secara sempurna. Kekurangannya banyak sekali, pencapaiannya belum sesuai dengan harapan,” katanya.

Dedi menegaskan, berbagai persoalan tersebut akan menjadi bahan evaluasi sekaligus dorongan bagi pemerintah untuk terus bekerja memenuhi kebutuhan masyarakat.

Jalan Kabupaten dan Desa Masih Banyak Rusak

Di sektor infrastruktur, Dedi menilai kondisi sejumlah jalan provinsi saat ini relatif lebih baik. Namun, persoalan kerusakan masih banyak ditemukan pada jalan kabupaten dan desa.

Karena itu, ia berharap pemerintah kabupaten/kota dan pemerintah desa memiliki anggaran yang memadai untuk memperbaiki infrastruktur di wilayah masing-masing.

Pemprov Jabar, lanjut Dedi, juga perlu memiliki kemampuan anggaran yang cukup untuk membantu pembangunan infrastruktur di tingkat kabupaten dan desa.

Persoalan serupa masih ditemukan di sektor pendidikan. Dedi menyebut sejumlah bangunan SD dan SMP masih mengalami kerusakan dan membutuhkan perbaikan.

Selain itu, Jawa Barat masih menghadapi keterbatasan jumlah bangunan SMA dan SMK. Pemerintah perlu terus membangun sekolah baru agar masyarakat dapat memperoleh akses pendidikan hingga jenjang menengah.

Akses Kesehatan Masih Menjadi Tantangan

Baca Juga:  Atasi Macet di Gerbang Tol Pasteur, Pemprov Jabar Kaji Pembangunan Underpass

Persoalan lain yang menjadi perhatian Dedi adalah akses layanan kesehatan.

Ia mengatakan masih terdapat masyarakat yang masuk rumah sakit tanpa memiliki BPJS Kesehatan.

Di sisi lain, terdapat pula pasien yang memiliki BPJS, tetapi penyakit yang dideritanya tidak sepenuhnya ditanggung sehingga harus menggunakan jalur mandiri.

Kondisi tersebut dapat membuat masyarakat kesulitan membayar biaya pengobatan hingga menimbulkan tunggakan rumah sakit.

Dedi mencontohkan, pihaknya baru saja membantu menyelesaikan tunggakan biaya pengobatan seorang warga sebesar Rp162 juta di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Warga tersebut masih membutuhkan operasi sehingga memerlukan dukungan pembiayaan.

Dedi memastikan pemerintah akan terus berupaya membantu masyarakat yang menghadapi persoalan kesehatan sesuai dengan kemampuan pemerintah daerah.

Gunung Gundul dan Sungai Penuh Sampah Jadi Sorotan

Selain persoalan ekonomi, infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan, Dedi juga menyoroti masalah lingkungan di Jawa Barat.

Ia menyebut masih terdapat gunung yang mengalami penggundulan, sungai yang dipenuhi sampah, hingga wilayah pesisir yang menghadapi abrasi.

Karena itu, upaya penanaman pohon, pengawasan aktivitas pertambangan, serta pemberantasan pembalakan liar atau illegal logging harus terus dilakukan.

Pengelolaan sampah juga menjadi salah satu agenda yang perlu diperkuat. Pemprov Jabar mulai membangun fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik di sejumlah wilayah.

Baca Juga:  THR ASN dan PPPK di Jabar Telah Cair, Sekda Jabar: Gunakan THR dengan Bijak

Dedi berharap sistem tersebut dapat diterapkan secara lebih luas sehingga persoalan sampah dapat ditangani secara menyeluruh.

Pertanian, Peternakan, dan Perikanan Perlu Diperkuat

Dedi juga menekankan pentingnya peningkatan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan.

Ketiga sektor tersebut dinilai memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jawa Barat.

Di sisi lain, pencemaran lingkungan harus terus dicegah agar tidak menurunkan kualitas sungai, udara, serta kehidupan masyarakat.

“Investasinya harus terus meningkat agar lapangan kerja makin terbuka,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya keberadaan pasar yang bersih dan berkualitas sehingga masyarakat dapat berbelanja dengan nyaman serta memperoleh kebutuhan dengan harga terjangkau.

Paripurna Istimewa Digelar di Gedung Sate

Rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Barat akan dilanjutkan dengan rapat paripurna istimewa DPRD Provinsi Jawa Barat.

Paripurna dijadwalkan berlangsung pada pukul 19.30 WIB di Paseban Pancarasa, halaman Gedung Sate, Bandung.

Momentum Hari Jadi ke-81 Jawa Barat diharapkan tidak sekadar menjadi perayaan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengevaluasi pembangunan.

Selain itu juga, perlu sekaligus memperkuat komitmen menyelesaikan berbagai persoalan yang masih dihadapi masyarakat.

Dedi pun mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga Jawa Barat.

“Jawa Barat milik kita semua. Mari kita rawat dan jaga untuk kepentingan seluruh warga,” pungkasnya.***

Penulis : Gr

Berita Terkait

Petani Cianjur Dapat Bantuan Wakapolri, Semangat Wujudkan Swasembada Bawang Putih
Polri Tanam Bawang Putih Serentak di 14 Daerah Jabar, Dukung Swasembada Pangan
Camat Cisalak Buka Carnaval Pelajar di Cupunagara, Semarak HUT RI ke-81 Makin Meriah
5 Kg Sabu Senilai Rp5 Miliar Disita BNNP Jabar, WN Iran Diburu
Kabid Humas Polda Jabar Terima Galunggung Award 2026, Apresiasi atas Pendekatan Humanis kepada Masyarakat
HUT ke-81 RI di Tanjungsiang, Camat Ajak Warga Perkuat Persatuan dan Gotong Royong
161 Warga Binaan Lapas Sumedang Terima Remisi HUT ke-81 RI, Tiga Langsung Bebas
Polda Jabar Tegaskan Empat Prinsip Pengabdian dalam HUT ke-81 Kemerdekaan RI

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 19:15 WIB

HUT ke-81 Jabar, Dedi Mulyadi Akui Masih Banyak PR: Lapangan Kerja hingga Lingkungan

Rabu, 19 Agustus 2026 - 20:33 WIB

Petani Cianjur Dapat Bantuan Wakapolri, Semangat Wujudkan Swasembada Bawang Putih

Rabu, 19 Agustus 2026 - 19:57 WIB

Polri Tanam Bawang Putih Serentak di 14 Daerah Jabar, Dukung Swasembada Pangan

Rabu, 19 Agustus 2026 - 11:49 WIB

Camat Cisalak Buka Carnaval Pelajar di Cupunagara, Semarak HUT RI ke-81 Makin Meriah

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:11 WIB

5 Kg Sabu Senilai Rp5 Miliar Disita BNNP Jabar, WN Iran Diburu

Berita Terbaru