DN.com – Presiden Prabowo Subianto melantik Donny Ermawan sebagai Gubernur dan Yos Sunitoyoso sebagai Wakil Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI).
Lembaga baru ini, dibentuk pemerintah untuk mencetak calon pemimpin instansi pemerintahan. Pelantikan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Dikutip Jum’at (24/7/2026).
Donny Ermawan yang saat ini juga menjabat sebagai Wakil Menteri Pertahanan akan memimpin URI bersama Yos Sunitoyoso, seorang ilmuwan dan akademisi dari Institut Teknologi Bandung (ITB).
Usai pelantikan, Donny menjelaskan bahwa URI dibentuk untuk mengintegrasikan berbagai lembaga pendidikan kepemimpinan yang selama ini telah berjalan.
“Beliau ingin mengonsolidasikan dan mengintegrasikan beberapa pendidikan yang sudah ada saat ini,” ujar Donny, pada Rabu (22/7).
Di bawah naungan URI, pemerintah akan membangun 10 Kampus Unggulan Garuda. Struktur URI akan membawahi Badan Pengelola Pendidikan Kebangsaan.
URI juga menaungi Badan Pengelola Sekolah Unggulan, Badan Pengelola Perguruan Tinggi, serta Lembaga Administrasi Negara (LAN).
Donny mengatakan, LAN nantinya tidak hanya bertugas membina aparatur sipil negara (ASN), tetapi juga akan menyiapkan calon pegawai badan usaha milik negara (BUMN).
“Penyiapan karyawan untuk BUMN juga akan dilaksanakan di Lembaga Administrasi Negara,” katanya.
Kampus utama URI akan dibangun di Bogor, Jawa Barat, memanfaatkan lahan bekas perkebunan sawit milik PTPN.
Kampus tersebut akan beroperasi layaknya perguruan tinggi pada umumnya dengan jenjang pendidikan sarjana.
Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa konsep URI mengadopsi model lembaga pendidikan kepemimpinan yang telah diterapkan di sejumlah negara.
Salah satunya École nationale d’administration (ENA) di Prancis yang kini bernama Institut National du Service Public (INSP).
Melalui pembentukan URI, pemerintah berharap dapat melahirkan pemimpin masa depan yang memiliki kompetensi teknis, integritas, serta wawasan kebangsaan yang kuat.
“Sehingga diharapkan semua memiliki kemampuan secara teknis maupun yang paling penting adalah wawasan kebangsaan.
Kita semua menjalankan amanah untuk kepentingan bangsa dan negara,” ujar Prasetyo.***
Penulis : Redaksi