Berani Tanpa Modal Uang, Sami’an Guncang Tradisi Mahar Politik dan Sentil Pengelolaan Tanah Ganjaran

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sami’an hadir dengan visi besar  mewujudkan Desa Sekarbagus yang mandiri, transparan, dan sejahtera melalui proses demokrasi yang jujur dan bebas dari praktik politik uang.

Sami’an hadir dengan visi besar  mewujudkan Desa Sekarbagus yang mandiri, transparan, dan sejahtera melalui proses demokrasi yang jujur dan bebas dari praktik politik uang.

 

Lamongan DN.com – Menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Sekarbagus, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, atmosfer perubahan mulai terasa.

Salah satu figur yang mencuri perhatian publik adalah Sami’an, S.Hum., M.Pd.I, yang menyatakan kesiapannya maju sebagai bakal calon kepala desa dengan membawa gagasan politik bersih tanpa mahar serta solusi konkret atas persoalan tanah ganjaran.

Sami’an hadir dengan visi besar  mewujudkan Desa Sekarbagus yang mandiri, transparan, dan sejahtera melalui proses demokrasi yang jujur dan bebas dari praktik politik uang.

Ia secara tegas menyatakan tidak akan mengeluarkan biaya sepeser pun dalam proses pencalonannya. Kamis (11/6/2026).

“Rp0. Murni niat mengabdi,” tegas Sami’an dalam berbagai kesempatan saat menyampaikan komitmennya di hadapan tokoh masyarakat, pemuka agama, pemuda, dan warga desa.

Komitmen tersebut menjadi pijakan utama dalam langkah politiknya. Ia menolak segala bentuk mahar politik maupun praktik pembelian suara yang kerap mencederai demokrasi di tingkat desa.

Baca Juga:  Usai Terpilihnya Ketua Koperasi Merah Putih, Kepala Desa Cisalak Berharap Kesejahteraan Ekonomi Masyarakat Meningkat 

Selain mengusung politik bersih, Sami’an juga menawarkan program unggulan bertajuk “Tanah Ganjaran untuk Kesejahteraan Sekarbagus”.

Program ini menjadi jawaban atas polemik panjang terkait pengelolaan tanah ganjaran atau tanah bengkok yang selama ini dinilai kurang transparan dan berpotensi menimbulkan ketimpangan.

Dalam gagasannya, tanah ganjaran tidak lagi menjadi hak kelola pribadi kepala desa, melainkan dikelola secara profesional oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Seluruh hasil pengelolaan akan dicatat secara terbuka, diaudit berkala, dan dimanfaatkan sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat.

“Tanah ganjaran adalah aset desa, bukan milik pribadi. Harus dikelola desa, hasilnya untuk desa,” ujar Sami’an.

Ia menegaskan bahwa kepala desa tetap berhak mendapatkan penghasilan yang layak, namun sumbernya berasal dari sistem yang transparan dan disepakati bersama melalui musyawarah desa, bukan dari penguasaan langsung atas aset tersebut.

Baca Juga:  Raker DPD PPHI Jabar Tuntaskan Program Kerja 2026 dan Usulkan Pejabat Sementara Ketua Umum DPP PPHI

Dalam implementasinya, Sami’an merancang beberapa langkah strategis, antara lain:

– Pengelolaan tanah ganjaran oleh BUMDes secara profesional dan akuntabel.

– Penetapan gaji kepala desa melalui musyawarah desa berdasarkan hasil pengelolaan.

– Pemanfaatan keuntungan untuk program kesejahteraan warga seperti beasiswa pendidikan, insentif guru ngaji dan kader posyandu, perbaikan infrastruktur desa, serta dukungan modal usaha bagi pemuda dan pelaku UMKM.

Dengan sistem tersebut, ia ingin memastikan tidak ada lagi praktik pengelolaan aset yang tertutup atau hanya menguntungkan pihak tertentu.

Sami’an, yang dikenal sebagai tenaga pendidik dan pernah aktif di MTs Muhammadiyah 20 Menongo, memandang pemerintahan desa layaknya sebuah lembaga yang harus dijalankan dengan prinsip akuntabilitas, transparansi, dan pelayanan.

Baca Juga:  Dalam Operasi Zebra Lodaya, Polantas Majalengka Beri Apresiasi kepada Guru dengan Program Polantas Menyapa

Ia juga menyoroti bahaya politik uang dalam Pilkades. Menurutnya, praktik tersebut menjadi akar dari rusaknya tata kelola pemerintahan desa.

“Kepala desa yang lahir dari transaksi uang, berpotensi menjadikan jabatan sebagai alat mengembalikan modal. Itu yang harus dihentikan,” ujarnya.

Dalam setiap sosialisasi, Sami’an konsisten mengajak warga untuk berani menolak politik uang dan memilih berdasarkan nurani.

“Saya tidak bisa bagi-bagi uang, tapi saya pastikan uang desa tidak akan bocor. Saya tidak menjanjikan kemewahan, tapi sistem yang adil dan transparan,” katanya.

Di akhir pernyataannya, ia mengajak seluruh masyarakat Sekarbagus untuk bersama-sama membangun desa dengan cara yang bersih dan bermartabat.

“Jika warga berani berkata tidak pada politik uang, maka saya siap menjadi pelayan panjenengan semua. Perubahan dimulai dari Pilkades yang jujur,” pungkasnya.***

Penulis : Karnoto

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Kabar Duka, Jurnalis Rudi Agus Mulyana Berpulang, Polda Jabar Sampaikan Belasungkawa
Polda Jabar Perkuat Sinergitas TNI-Polri pada HUT ke-81 TNI
BNNP Jabar Gelar Syukuran Pelantikan Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri, Harapkan Polri Makin Dekat dengan Masyarakat
HUT ke-81 TNI, Kapolsek dan Camat Cisalak Sambangi Koramil, Sinergitas TNI-Polri Makin Solid
Kapolsek Cisalak Ingatkan Pelajar Jauhi Narkoba, Bullying dan Geng Motor
Terduga Pencuri Perhiasan Emas Diamankan Warga di Cimerak, Polisi Lakukan Pendalaman
Data Center AI Rp3,5 Triliun di Jatiluhur Tertahan Perizinan, Ini Penjelasan Dedi Mulyadi
Jumat Curhat di Gardusayang, Kapolsek Cisalak Tampung Aspirasi dan Keluhan Warga

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:38 WIB

Kabar Duka, Jurnalis Rudi Agus Mulyana Berpulang, Polda Jabar Sampaikan Belasungkawa

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:02 WIB

Polda Jabar Perkuat Sinergitas TNI-Polri pada HUT ke-81 TNI

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:32 WIB

BNNP Jabar Gelar Syukuran Pelantikan Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri, Harapkan Polri Makin Dekat dengan Masyarakat

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:32 WIB

HUT ke-81 TNI, Kapolsek dan Camat Cisalak Sambangi Koramil, Sinergitas TNI-Polri Makin Solid

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:31 WIB

Kapolsek Cisalak Ingatkan Pelajar Jauhi Narkoba, Bullying dan Geng Motor

Berita Terbaru