BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat Tiga Hari ke Depan, Dipicu Pelemahan Monsun dan Aktivitas MJO

- Jurnalis

Senin, 18 Mei 2026 - 19:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BMKG ingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu. 

BMKG ingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu. 

 

DN.com – Sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas lebat dalam tiga hari ke depan.

Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan bahwa Monsun Australia diperkirakan mengalami sedikit pelemahan dalam sepekan ke depan.

Di sisi lain, aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) meningkat pada fase 3 dan mulai memberikan dampak terhadap wilayah Indonesia.

“Kondisi ini membuka peluang masuknya massa udara yang lebih lembap dari perairan barat Sumatra, sehingga kandungan uap air di sebagian wilayah Indonesia bagian selatan kembali meningkat,” tulis BMKG dalam keterangan resminya. Senin (16/5/2026).

Baca Juga:  KPK Bantah Intervensi Kejagung: “Kami Hanya Berkoordinasi, Bukan Mengintervensi"

Secara spasial, aktivitas MJO diprakirakan melintasi wilayah Sumatra, Jawa, Sulawesi bagian selatan, hingga Papua.

Selain itu, dinamika atmosfer Indonesia dalam beberapa hari ke depan juga dipengaruhi oleh fenomena gelombang tropis.

Gelombang Kelvin yang bergerak ke arah timur diprediksi aktif di sebagian Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.

Sementara itu, Gelombang Rossby Ekuatorial yang bergerak ke arah barat diperkirakan aktif di wilayah Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara.

Baca Juga:  Peluang Bisnis: Pemilik Media Online Bisa Publikasi Press Release Placement di Lebih dari 150 Media Online

Kombinasi berbagai fenomena atmosfer tersebut berpotensi meningkatkan suplai uap air dan mendukung pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah.

Tak hanya itu, sirkulasi siklonik juga diprediksi terbentuk di sekitar Selat Karimata, Selat Makassar bagian selatan, serta Laut Sulawesi.

Keberadaan sistem ini memicu terbentuknya daerah konvergensi dan konfluensi yang memanjang di sekitar pusat sirkulasi, sehingga memperbesar peluang terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

Baca Juga:  Berita Terbaru! Kini Efek Gempa Megathrust Disebut Sudah di Rasakan Para Pelaku Wisata

“Pelemahan monsun, peningkatan suplai uap air, aktivitas gelombang tropis, serta pola belokan dan perlambatan angin menjadi faktor utama yang mendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah terdampak,” jelas BMKG.

Adapun wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat dalam periode 18 hingga 21 Mei meliputi Maluku Utara, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.***

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Prabowo Resmi Tetapkan Asep Nana Mulyana sebagai Wakil Jaksa Agung Lewat Keppres
Istana Jelaskan Alasan Prabowo dan Gibran Tak Duduk Berdampingan di Sidang Kabinet Paripurna
Kepala BGN Nanik S. Deyang Mundur, Fokus Berobat Penyakit Jantung atas Restu Presiden Prabowo
Rencana Pemerintah Gandeng PT Pindad Produksi Tabung CNG 3 Kg
BGN Akui Tunggakan Program MBG Capai Rp1,6 Triliun, Pembayaran Dijanjikan Tuntas pada 2026
Kemenhut Rekrut 23 Ribu Polisi Kehutanan Bertahap dalam Tiga Tahun, Perkuat Pengawasan Hutan
Dirut Agrinas Akui Salah Hitung Gaji Pengelola Kopdes Merah Putih, Minta Maaf dan Janji Evaluasi
Prabowo Bahas Koperasi Desa Merah Putih dan MBG, Pemerintah Targetkan Benahi Kendala dalam Sebulan

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 17:36 WIB

Prabowo Resmi Tetapkan Asep Nana Mulyana sebagai Wakil Jaksa Agung Lewat Keppres

Rabu, 22 Juli 2026 - 15:37 WIB

Istana Jelaskan Alasan Prabowo dan Gibran Tak Duduk Berdampingan di Sidang Kabinet Paripurna

Rabu, 22 Juli 2026 - 14:15 WIB

Kepala BGN Nanik S. Deyang Mundur, Fokus Berobat Penyakit Jantung atas Restu Presiden Prabowo

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:04 WIB

Rencana Pemerintah Gandeng PT Pindad Produksi Tabung CNG 3 Kg

Minggu, 19 Juli 2026 - 17:16 WIB

BGN Akui Tunggakan Program MBG Capai Rp1,6 Triliun, Pembayaran Dijanjikan Tuntas pada 2026

Berita Terbaru