Sidak Dudung di Dapur MBG Jakarta: Temukan Belatung hingga Ancam Penutupan SPPG Tak Layak

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 12 Mei 2026 - 22:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Staf Kepresidenan, Dudung Abdurachman, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dua dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)

Kepala Staf Kepresidenan, Dudung Abdurachman, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dua dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)

 

DN.com – Kepala Staf Kepresidenan, Dudung Abdurachman, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dua dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di kawasan Kebon Jeruk dan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Selasa (12/5/2026) pagi.

Dari hasil peninjauan, ia menemukan sejumlah persoalan serius terkait kebersihan dan standar kesehatan pangan.

Dalam sidak tersebut, Dudung mendapati kondisi dapur yang tidak memenuhi standar, seperti area yang kotor, adanya belatung, penggunaan pallet yang tidak higienis, tempat pencucian yang tidak layak, serta suhu ruangan dapur yang terlalu panas.

Selain itu, area dapur kering, penyimpanan basah, dan gudang kering juga masih bercampur, yang berpotensi menimbulkan risiko kontaminasi.

Menurut Dudung, pemisahan area kotor dan bersih merupakan prinsip dasar dalam pengelolaan dapur makanan.

Baca Juga:  Kemenag Jadi Percontohan Transformasi Pembayaran ASN, Integrasi SIMPEG Dimulai Agustus 2026

Ia pun meminta agar dapur SPPG yang tidak memenuhi standar segera diperbaiki.

“Kalau tidak bisa diperbaiki dalam waktu dekat, sebaiknya ditutup saja. Saya sudah sampaikan ke BGN,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Ia menambahkan, pihak Kantor Staf Presiden telah berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menindaklanjuti temuan tersebut.

Dudung bahkan mendorong agar dapur yang tidak memenuhi standar segera disuspensi.

“Setelah melihat langsung kondisi di lapangan, kami mendorong agar dapur yang tidak memenuhi standar disuspen,” tegasnya.

Dudung menekankan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam upaya meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.

Baca Juga:  Kabar yang Ditunggu! BLT Oktober 2025 Cair, Begini Cara Cek Penerimanya

Karena itu, pelaksanaannya tidak boleh sekadar mengejar target jumlah makanan, tetapi harus memastikan kualitas gizi dan keamanan pangan.

“Bukan hanya makanan tersaji, tetapi nilai gizi dan kesehatannya yang utama,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa anggaran MBG berasal dari uang rakyat, sehingga harus dikelola secara akuntabel.

Semua pihak yang terlibat, termasuk yayasan, pengelola SPPG, dan pemerintah daerah, diminta tidak menjadikan program ini sebagai ajang mencari keuntungan berlebihan.

“Keuntungan boleh saja, tapi jangan sampai menurunkan kualitas. Ini uang rakyat yang harus dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Dudung turut mengajak masyarakat dan perangkat wilayah, termasuk RT, untuk ikut mengawasi pelaksanaan program MBG.

Baca Juga:  Menteri Keuangan Purbaya Ultimatum Pengemplang Pajak: Tak Ada Amnesti!

Ia menegaskan bahwa kelalaian dalam menjaga standar kesehatan dapat berdampak serius, seperti risiko keracunan pada anak-anak.

“Jangan dianggap sepele. Kalau terjadi keracunan, anak-anak yang jadi korban,” tegasnya.

Ke depan, Dudung memastikan KSP akan terus mengawal pelaksanaan program MBG, termasuk melakukan sidak secara diam-diam ke sejumlah daerah seperti Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Ia juga menegaskan bahwa KSP akan melakukan audit nasional terhadap seluruh SPPG, dengan klasifikasi kelayakan operasional, mulai dari layak penuh, layak bersyarat, hingga tidak layak.

“Yang utama adalah kebersihan. Verifikasi tidak boleh hanya administratif, tetapi harus memastikan kondisi nyata di lapangan benar-benar memenuhi standar kesehatan dan keamanan pangan,” pungkasnya.***

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Prabowo Lantik Pimpinan Universitas Republik Indonesia, Siapkan Kampus Pencetak Calon Pemimpin Bangsa
Menkeu Bertemu Kepala BGN Pekan Depan, Bahas Efisiensi Anggaran Program MBG
KPK Sita Aset Rp22 Miliar Milik Anggota DPR dalam Kasus Dugaan Suap Dana Hibah Pokmas Jatim
Prabowo Rombak Struktur BGN, Lima Pejabat Eselon I Resmi Dilantik Perkuat Program MBG
Prabowo Resmi Tetapkan Asep Nana Mulyana sebagai Wakil Jaksa Agung Lewat Keppres
Istana Jelaskan Alasan Prabowo dan Gibran Tak Duduk Berdampingan di Sidang Kabinet Paripurna
Kepala BGN Nanik S. Deyang Mundur, Fokus Berobat Penyakit Jantung atas Restu Presiden Prabowo
Rencana Pemerintah Gandeng PT Pindad Produksi Tabung CNG 3 Kg

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:47 WIB

Prabowo Lantik Pimpinan Universitas Republik Indonesia, Siapkan Kampus Pencetak Calon Pemimpin Bangsa

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:36 WIB

Menkeu Bertemu Kepala BGN Pekan Depan, Bahas Efisiensi Anggaran Program MBG

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:26 WIB

KPK Sita Aset Rp22 Miliar Milik Anggota DPR dalam Kasus Dugaan Suap Dana Hibah Pokmas Jatim

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:18 WIB

Prabowo Rombak Struktur BGN, Lima Pejabat Eselon I Resmi Dilantik Perkuat Program MBG

Rabu, 22 Juli 2026 - 17:36 WIB

Prabowo Resmi Tetapkan Asep Nana Mulyana sebagai Wakil Jaksa Agung Lewat Keppres

Berita Terbaru