DN.com – Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita, menerima audiensi Badan Pengelola Kawasan Rebana Provinsi Jawa Barat dalam rangka mendorong transformasi Subang sebagai pusat industri di kawasan Rebana.
Pertemuan tersebut berlangsung di Rumah Dinas Bupati, Kamis (9/4/2026).
Pengembangan kawasan Rebana yang mencakup tujuh kawasan industri dan puluhan tenant dinilai menjadi peluang strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatkan investasi, serta memperluas lapangan kerja di Kabupaten Subang.
Kepala Badan Pengelola Kawasan Rebana, Helmy Yahya, menyampaikan bahwa pengelolaan koridor ekonomi Rebana merupakan inovasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam membangun kawasan metropolitan berbasis perencanaan terintegrasi.
“Inovasi ini menjadikan Jawa Barat sebagai provinsi pertama di Indonesia yang memiliki badan pengelola kawasan metropolitan,” ujarnya. Pada Rabu (8/4).
Ia menegaskan bahwa pengembangan kawasan harus dirancang secara terstruktur dan terencana.
“Perkembangan Kabupaten Subang sebagai bagian dari koridor ekonomi masa depan Jawa Barat harus dibangun secara terencana (by design), bukan sekadar mengikuti pertumbuhan yang ada,” jelasnya.
Helmy juga mengungkapkan tingginya minat investor terhadap Kabupaten Subang dibandingkan daerah lain di kawasan Rebana.
“Dari tujuh kabupaten/kota, Subang menjadi wilayah yang paling diminati investor,” katanya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia (SDM) untuk mendukung pertumbuhan industri.
“Tenaga kerja harus selaras (link and match) dengan kebutuhan industri, termasuk di Subang,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Subang yang akrab disapa Kang Rey menyampaikan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan kawasan Rebana melalui kolaborasi lintas sektor.
“Pada prinsipnya, Pemerintah Daerah Kabupaten Subang mendukung dan siap menyukseskan program Rebana,” tuturnya.
Kang Rey menjelaskan bahwa Pemkab Subang terus menjaga kondusivitas wilayah guna menciptakan iklim investasi yang sehat dan berdampak pada peningkatan kesempatan kerja.
“Kami berkolaborasi dengan instansi vertikal untuk memastikan kondisi daerah tetap kondusif,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat dalam mendukung rantai pasok material proyek strategis nasional (PSN), termasuk percepatan pembangunan akses jalan tol menuju Pelabuhan Patimban sebagai penguat konektivitas kawasan Rebana.
Ia juga berharap Badan Pengelola Kawasan Rebana dapat terus memfasilitasi program peningkatan kualitas SDM guna memenuhi kebutuhan industri, khususnya di Kabupaten Subang.
“Kami berharap Rebana dapat segera berkembang dan memberikan dampak positif bagi masyarakat Subang,” pungkasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Subang turut menandatangani deklarasi bersama pengembangan Kawasan Rebana.***
Penulis : Redaksi