DN.com – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Program Pendidikan Madrasah bagi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) se-Jawa Barat, acara berlangsung di Aula PSBB MAN 1 Kota Bandung. Selasa (7/4/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh 77 kepala MAN sebagai upaya memperkuat sinergi dan meningkatkan kualitas pendidikan madrasah di Jawa Barat.
Sambutan Kepala Kanwil Kemenag Jawa Barat disampaikan oleh Kepala Bidang Pendidikan Madrasah, H. Usep Saepudin Muhtar. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya komitmen bersama untuk mendorong kemajuan madrasah.
Baca Juga:
Gaji ke-13 ASN Masih Dikaji, Menkeu: Belum Ada Keputusan Final
Bupati Subang Dukung Pengembangan Rebana, Siap Dorong Subang Jadi Pusat Industri
Prabowo Ambil Dua Langkah Strategis: Turunkan Biaya Haji dan Evaluasi Tambang Hutan
“Saya mengajak seluruh kepala madrasah untuk bersama-sama menjadikan madrasah sebagai lembaga pendidikan unggulan yang menjadi pilihan utama masyarakat,” tegasnya pada Senin (6/4).
Ia menjelaskan, penguatan pendidikan madrasah harus sejalan dengan program prioritas Kementerian Agama, seperti peningkatan kerukunan umat beragama, penguatan ekoteologi, pengembangan pendidikan unggul yang ramah dan terintegrasi, serta digitalisasi tata kelola pendidikan.
Menurutnya, keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada inovasi dan kesiapan madrasah dalam mengembangkan program unggulan masing-masing.
Dalam kesempatan tersebut, Usep juga memaparkan capaian dan program strategis pendidikan madrasah di Jawa Barat.
Baca Juga:
Polres Garut Ungkap Peredaran Obat Keras Ilegal di Leles, Satu Pelaku Diamankan
Penjagaan Warga di Jembatan Cirahong Dihentikan Sementara, Pemdes Tegaskan Tak Ada Pungli
BGN Klarifikasi Motor Dinas MBG: Bukan 70 Ribu Unit, Baru 21.801 dan Belum Didistribusikan
Saat ini, sebanyak 29 MAN telah mengajukan diri sebagai madrasah unggulan sebagai bentuk komitmen meningkatkan mutu dan daya saing.
Selain itu, prestasi siswa MAN di Jawa Barat terus menunjukkan tren positif.
“Sebanyak 1.345 siswa madrasah aliyah negeri di Jawa Barat berhasil lolos seleksi perguruan tinggi negeri melalui jalur prestasi dan diterima di 64 perguruan tinggi negeri di Indonesia,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan berbagai program prioritas yang terus dioptimalkan, mulai dari penyaluran tunjangan profesi guru, bantuan operasional pendidikan, akreditasi madrasah, hingga implementasi kurikulum berbasis cinta.
Baca Juga:
Pemprov Jabar Sepakati Proyek Sampah Jadi Listrik, Dimulai di Sarimukti dan Bogor
Presiden Prabowo Percepat Restrukturisasi BUMN, Target Rampung 2026
Humas Polda Jabar: Polres Subang Bongkar Pabrik Pestisida Palsu, 3 Pelaku Ditangkap
Ia menekankan bahwa seluruh program tersebut membutuhkan dukungan data yang akurat dan terintegrasi.
Menurutnya, sinkronisasi data lembaga, siswa, guru, dan tenaga kependidikan menjadi kunci utama dalam memastikan efektivitas kebijakan serta ketepatan penyaluran anggaran pendidikan.
“Kami terus mendorong madrasah untuk berinovasi, memperkuat tata kelola berbasis digital, serta meningkatkan kualitas lulusan agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global,” tambahnya.
Melalui rakor ini, diharapkan terbangun keselarasan program antara Kanwil Kemenag dan satuan pendidikan, sekaligus memperkuat koordinasi dalam mewujudkan madrasah yang unggul, adaptif, dan berdaya saing di era transformasi digital,” tutupnya.***
Penulis : Redaksi






