DN.com – Korlantas Polri mulai menormalisasi arus lalu lintas setelah pemberlakuan sistem one way nasional pada arus balik Lebaran 2026.
Langkah ini diambil menyusul penurunan volume kendaraan dari arah Trans Jawa menuju Jakarta yang terpantau mulai lancar dan terkendali.
Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho menyampaikan, keputusan normalisasi diambil berdasarkan hasil analisa dan evaluasi data traffic counting.
Baca Juga:
Tinjau Layanan SPMB, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Imbau Orang Tua Siswa Tetap Tenang
338 KPM di Desa Kalitengah Terima Bantuan Sembako, Warga Bersyukur Terbantu
Pelepasan Siswa Kelas IX MTsN 2 Subang Berlangsung Khidmat, Apresiasi Prestasi dan Kreativitas Siswa
Ia juga telah melaporkan tahapan tersebut kepada Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
“Atas seizin Bapak Kapolri, kami melakukan normalisasi dalam dua tahap agar arus lalu lintas, termasuk di jalur arteri, tetap berjalan lancar tanpa rangkaian kemacetan,” ujar Irjen Agus, Rabu (25/3/2026).
Proses pengembalian arus menjadi normal dua arah ini dilakukan dalam dua tahap:
Tahap I (Wilayah Jawa Tengah)
Baca Juga:
Bapenda Subang Menang Sengketa PBB Lawan Dua Perusahaan Pelabuhan Patimban
Uji Materi di MK, Pemohon Minta Kata “Aparat” dalam KUHP-KUHAP Dihapus karena Dinilai Diskriminatif
Normalisasi dimulai pada Rabu pukul 12.00 WIB, mencakup ruas Tol Km 414 Kalikangkung hingga Km 263 Brebes Barat.
Sebelum pembukaan, petugas melakukan sterilisasi jalur, terutama di area rest area dan pintu masuk tol jalur A (arah Jawa).
Tahap II (Wilayah Jawa Barat)
Tahap kedua dilaksanakan pada sore hari dengan proses sterilisasi mulai pukul 15.30 WIB. Ruas yang dinormalkan meliputi Km 263 Brebes Barat hingga Km 70 Cikatama.
Baca Juga:
Gempa M 7,7 Picu Tsunami, BMKG Catat Gelombang Masuk Daratan di Sejumlah Wilayah Timur Indonesia
As SDM Kapolri Tegaskan Seleksi Akpol 2026 Bersih, Tanpa Jalur Titipan
Skandal MBG Terbongkar: Rp1,03 Triliun Motor Listrik Fiktif, Kejagung Bongkar Dugaan Korupsi di BGN
“Normalisasi Tahap II dijadwalkan efektif mulai pukul 16.30 WIB,” jelasnya.
Keputusan Berbasis Data
Irjen Agus menegaskan, penghentian one way nasional didasarkan pada pemantauan intensif sejak pukul 06.00 hingga 09.00 WIB.
Hasilnya menunjukkan arus lalu lintas dari Cikatama hingga Kalikangkung dalam kondisi lancar.
Meski jalur telah dinormalkan, seluruh personel tetap disiagakan di titik rawan kemacetan (trouble spot) dan kecelakaan (black spot) guna memastikan keamanan dan kelancaran perjalanan.
“Normalisasi ini diharapkan dapat menyeimbangkan arus kendaraan, baik menuju Jakarta maupun ke arah Jawa, sehingga mobilitas masyarakat tetap optimal sesuai semangat Operasi Ketupat 2026, yakni Mudik Aman, Keluarga Bahagia,” ujarnya.
Operasi Ketupat 2026 dijadwalkan berakhir pada Kamis (26/3/2026) pukul 00.00 WIB.
Meski demikian, pengamanan akan dilanjutkan melalui Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) hingga 29-30 Maret guna mengantisipasi puncak arus balik lanjutan.
“Kami tetap bersiaga di lapangan untuk mengawal arus balik berikutnya yang diprediksi terjadi pada 28 dan 29 Maret,” pungkas Irjen Agus.***
Penulis : Redaksi






