DN.com – Sejumlah menteri Kabinet Merah Putih dan pejabat negara turut meramaikan acara gelar griya atau open house Idulfitri 1447 Hijriah di Istana Kepresidenan Jakarta, Minggu (22/3/2026).
Mereka ikut mengantre untuk halalbihalal bersama Presiden Prabowo Subianto meskipun tidak diwajibkan untuk menghadiri.
Berdasarkan pantauan dari Youtube Sekretariat Presiden, para menteri serta pejabat negara tampak mengantre di Istana Merdeka untuk bersalaman dengan Prabowo.
Baca Juga:
338 KPM di Desa Kalitengah Terima Bantuan Sembako, Warga Bersyukur Terbantu
Pelepasan Siswa Kelas IX MTsN 2 Subang Berlangsung Khidmat, Apresiasi Prestasi dan Kreativitas Siswa
Bapenda Subang Menang Sengketa PBB Lawan Dua Perusahaan Pelabuhan Patimban
Sesi para pejabat dimulai setelah Prabowo menyapa masyarakat yang hadir dalam open house.
Di antara mereka yang tampak hadir adalah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Kepala BRIN Arif Satria, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, dan Ketua DPD RI Sultan Najamuddin.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo sejak beberapa hari sebelumnya telah mengarahkan agar kegiatan tersebut tidak mewajibkan kehadiran pejabat negara. Prabowo ingin open house difokuskan untuk masyarakat.
“Beliau sejak beberapa hari yang lalu menyampaikan bahwa tidak wajib dihadiri oleh para pejabat, baik kementerian maupun lembaga.
Baca Juga:
Uji Materi di MK, Pemohon Minta Kata “Aparat” dalam KUHP-KUHAP Dihapus karena Dinilai Diskriminatif
Gempa M 7,7 Picu Tsunami, BMKG Catat Gelombang Masuk Daratan di Sejumlah Wilayah Timur Indonesia
Karena beliau tidak ingin merepotkan barangkali ada agenda-agenda atau acara-acara keluarga.
Jadi, sore hari ini memang khusus untuk masyarakat umum,” jelas Prasetyo.
Adapun jumlah masyarakat yang hadir diperkirakan mencapai 5 ribu orang. Pemerintah tidak melakukan pembatasan ketat dan memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat untuk hadir secara sukarela.
“Memang kita tidak membatasi atau tidak mengorganisir sebagaimana acara biasanya.
Baca Juga:
As SDM Kapolri Tegaskan Seleksi Akpol 2026 Bersih, Tanpa Jalur Titipan
Skandal MBG Terbongkar: Rp1,03 Triliun Motor Listrik Fiktif, Kejagung Bongkar Dugaan Korupsi di BGN
Panglima TNI Setujui Pengunduran Diri Mayjen Trenggono, Siap Fokus di BGN
Misalnya seperti acara 17 Agustus, kita berikan kesempatan kepada masyarakat yang ingin hadir, sukarela, dipersilahkan sepanjang masih memungkinkan,” ujarnya, pada Sabtu (21/3/2026).
Prasetyo menegaskan bahwa penyelenggaraan gelar griya ini merupakan bagian dari tradisi tahunan, namun dengan penekanan pada kesederhanaan dan empati terhadap kondisi masyarakat.
“Kita dihimbau untuk mengurangi kegiatan open house dan halalbihalal karena masih banyak saudara kita yang mengalami kesulitan.
Oleh karena itulah, Bapak Presiden memilih untuk memprioritaskan kepada masyarakat umum,” pungkas Prasetyo.***
Penulis : Redaksi






