DN.com – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menerima hibah lahan seluas 80 hektar di kawasan Cimenyan, Kabupaten Bandung, dari diaspora asal Jawa Barat yang tinggal di Amerika Serikat, Wendy Ratnasari. Sabtu (14/3/2026).
Penandatanganan pemanfaatan lahan dilakukan di Gedung Pakuan, Kota Bandung, antara Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Wendy Ratnasari.
Lahan yang selama ini ditanami sayuran oleh warga akan dialihkan menjadi kebun kopi varietas asli Jawa Barat dan kawasan konservasi lingkungan.
Baca Juga:
Tinjau Layanan SPMB, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Imbau Orang Tua Siswa Tetap Tenang
338 KPM di Desa Kalitengah Terima Bantuan Sembako, Warga Bersyukur Terbantu
Pelepasan Siswa Kelas IX MTsN 2 Subang Berlangsung Khidmat, Apresiasi Prestasi dan Kreativitas Siswa
Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan pada bahwa selain kopi, sebagian lahan juga akan ditanami tanaman tegakan yang kuat untuk menghasilkan oksigen.
Perubahan jenis tanaman ini dilakukan untuk memperkuat fungsi lingkungan, mengingat tanaman sayuran tidak memiliki akar yang cukup kuat untuk menahan tanah di wilayah dengan kemiringan lereng tinggi, sehingga tanaman tahunan seperti kopi dinilai lebih cocok.
Meskipun ada perubahan tanaman, warga yang selama ini menggarap lahan tersebut tetap akan dilibatkan dalam pengelolaannya.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan memberikan pembiayaan atau upah rutin kepada para penggarap selama masa penanaman hingga tanaman kopi mulai menghasilkan.
Baca Juga:
Bapenda Subang Menang Sengketa PBB Lawan Dua Perusahaan Pelabuhan Patimban
Uji Materi di MK, Pemohon Minta Kata “Aparat” dalam KUHP-KUHAP Dihapus karena Dinilai Diskriminatif
“Penggarapnya tetap mendapat alokasi pembiayaan setiap bulan. Daripada jadi kuli panggul Rp30.000 per hari, lebih baik menanam dan mendapat upah dari pemerintah provinsi,” ucap Dedi.
Selain sebagai kebun kopi, kawasan tersebut juga berpotensi dikembangkan untuk kegiatan wisata, pendidikan, dan konservasi lingkungan dengan fungsi yang menyeluruh mencakup kesehatan lingkungan, ekologi, dan edukasi.
Kepala Dinas Perkebunan Jawa Barat Gandjar Yudniarsa menyatakan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya menangani lahan kritis di kawasan Bandung Utara.
Banyak lahan di Cimenyan yang ditanami sayuran di area dengan kemiringan sekitar 30 derajat, padahal kondisi tersebut lebih cocok untuk tanaman tahunan dengan akar kuat yang bisa mengikat tanah dan menyimpan air.
Baca Juga:
Gempa M 7,7 Picu Tsunami, BMKG Catat Gelombang Masuk Daratan di Sejumlah Wilayah Timur Indonesia
As SDM Kapolri Tegaskan Seleksi Akpol 2026 Bersih, Tanpa Jalur Titipan
Skandal MBG Terbongkar: Rp1,03 Triliun Motor Listrik Fiktif, Kejagung Bongkar Dugaan Korupsi di BGN
Survei menunjukkan lahan seluas 80 hektar tersebut dimiliki oleh Wendy Ratnasari dan selama ini digarap warga sekitar tanpa biaya sewa.
Wendy mengatakan bahwa hibah lahan diberikan karena ia ingin membantu meningkatkan kesejahteraan warga Cimenyan.
“Saya ingin menggerakkan ekonomi mereka supaya bisa mandiri. Kalau nanti hasilnya dikelola dengan baik, misalnya bisa sampai ekspor, hasilnya juga bisa kembali untuk kesejahteraan mereka,” pungkasnya.
Penulis : Redaksi






