Deltanusantara.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyoroti masih maraknya praktik pemborosan anggaran di pemerintah daerah.
Tito menekankan pentingnya efisiensi belanja untuk memastikan dana publik digunakan secara efektif dan tepat sasaran.
Tito menilai bahwa belanja birokrasi dan operasional sering kali menjadi sumber inefisiensi. Rabu (8/10/2025).
Baca Juga:
Anggota Komisi V DPRD Jabar, Krtisi Kebijakan KDM, Angkot dan Becak Libur, Apa Solusinya?
Contohnya adalah biaya rapat yang tidak perlu dan perjalanan dinas yang berlebihan. Selain itu, biaya perawatan dan pemeliharaan juga sering kali dinaikkan tanpa dasar kebutuhan yang jelas,” ujaranya.
Tito menyebutkan, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, menjadi contoh nyata bagaimana efisiensi anggaran bisa berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Daerah ini berhasil menghemat Rp462 miliar dan mengalihkannya untuk membangun sistem irigasi untuk mengairi 8.000 hektare tanah pertanian,”katanya.
Tito menekankan bahwa potensi efisiensi di daerah masih besar dan kerap tersembunyi. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengawasan dan evaluasi yang ketat untuk memastikan penggunaan anggaran yang efektif dan efisien.
Baca Juga:
Warga Panjalin Lor Tolak Pembangunan KDMP di Lapangan Sepak Bola
Polsek Pagaden Tangkap Remaja yang Posting Senjata Tajam untuk Ajakan Tawuran, Berikan Pembinaan
Siap Mudik Idul Fitri 2026? Polda Jabar Siapkan Hotline untuk Bantuan dan Informasi Lalu Lintas
Ia pun menekankan langkah-langkah untuk meningkatkan efisiensi diantaranya, mengoptimalkan penggunaan anggaran untuk program yang langsung menyentuh kepentingan rakyat.
Mengurangi biaya birokrasi dan operasional yang tidak perlu, meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan anggaran, mendorong inovasi dan kreativitas dalam pengelolaan anggaran daerah.
Dengan melakukan efisiensi anggaran, pemerintah daerah dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mencapai tujuan pembangunan yang lebih baik,” tutupnya.
Penulis : Gr






