DN.com – Pemerintah mempercepat proses restrukturisasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan target penyelesaian pada tahun ini. Rabu (8/4/2026).
Langkah ini dilakukan untuk menciptakan ekosistem perusahaan negara yang lebih sehat, efisien, dan berdaya saing tinggi.
Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN), Dony Oskaria, usai mengikuti rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa (7/4/).
Baca Juga:
Pelepasan Siswa Kelas IX MTsN 2 Subang Berlangsung Khidmat, Apresiasi Prestasi dan Kreativitas Siswa
Bapenda Subang Menang Sengketa PBB Lawan Dua Perusahaan Pelabuhan Patimban
Uji Materi di MK, Pemohon Minta Kata “Aparat” dalam KUHP-KUHAP Dihapus karena Dinilai Diskriminatif
Dalam upaya tersebut, pemerintah juga melakukan konsolidasi di berbagai sektor strategis.
Salah satunya melalui penggabungan sejumlah perusahaan pengelola aset menjadi satu entitas yang lebih besar dan kompetitif.
Selain itu, di sektor logistik, sebanyak 15 perusahaan akan dilebur menjadi satu perusahaan logistik nasional.
Pemerintah turut mendorong penguatan sektor transportasi publik, khususnya perkeretaapian.
Baca Juga:
Gempa M 7,7 Picu Tsunami, BMKG Catat Gelombang Masuk Daratan di Sejumlah Wilayah Timur Indonesia
As SDM Kapolri Tegaskan Seleksi Akpol 2026 Bersih, Tanpa Jalur Titipan
Program elektrifikasi jalur kereta di sejumlah rute strategis seperti Jakarta-Rangkasbitung, Jakarta-Cikampek, dan Jakarta-Sukabumi tengah dipersiapkan guna meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.
Terkait dinamika global, termasuk konflik di Timur Tengah, Dony menyampaikan bahwa kinerja BUMN secara umum masih relatif stabil.
Meski terjadi penurunan trafik di sektor penerbangan akibat pembatasan rute tertentu, dampaknya dinilai tidak signifikan terhadap kinerja keseluruhan BUMN.***
Penulis : Redaksi






